
3 Bulan berlalu begitu saja....
Semenjak memutuskan untuk berpacaran dengan Dr Rendra, hidupku jadi lebih berwarna, ada seseorang yang setiap saat memperhatikanku bahkan dia cenderung posesif terhadapku,tak pernah membiarkanku sendirian, mungkin itu juga sebabnya hingga detik ini Pandu tak pernah lagi muncul dihadapanku ,
Dr Rendra, kekasihku, memang pantas menjadi seorang dokter, aku saja diaturnya agar selalu sehat dan fit.
"sayang.. weekend besok, aku ada pemotretan di palembang" kataku ketika mengunjunginya di rumah sakit.
"berapa hari?" tanyanya tak senang.
"sabtu dan minggu..." jawabku.
"baiklah aku akan menemanimu..."
"tidak perlu sayang.. bagaimana dengan pekerjaanmu?"
"aku bisa mengambil cuti"katanya tegas.
"menjagamu lebih penting dari pekerjaanku"lanjutnya lagi.
" ya Tuhan... tapi pikirkan juga nasib pasien pasienmu Tuan Posesif" kataku memutar bola mata malas.
"lalu jika aku memikirkan mereka, bagaimana denganmu?"
"kau tak perlu mengkhawatirkan aku, im fine honey!" sahutku.
"apa kau tak suka jika aku mengikutimu?"
"bukannya aku tak suka sayang.. aku hanya tak ingin kau lalai dalam tugasmu"
"aku akan menyelesaikan pekerjaanku sebelum ikut denganmu"
"no no sayang... mereka lebih membutuhkanmu disini.." tolakku.
"kau juga membutuhkanku sayang..." katanya masih memaksa.
"sayang.. aku masih ingin menjadi istri seorang dokter, ingat itu!!" ucapku penuh penekanan.
"jadi jangan sampai kau dipecat hanya karena mengikutiku kemana mana dan menelantarkan pekerjaanmu!" lanjutku lagi.
"okey...baiklah jika itu maumu..." jawabnya dengan lesu.
🍣🍣🍣🍣🍣🍣
Hari ini Aku, Cika, Mas Beno dan beberapa kru lainnya sedang bersiap untuk terbang ke palembang, Dr Rendra bahkan mengantarku ke bandara.
"Ben... titip Dara ya" ucapnya pada Mas Beno.
"tenang aja Ren, tanpa kau suruh, aku pasti menjaganya, dia ladang penghasilanku saat ini" sahut Mas Beno sambil terkekeh.
"enak saja kau bilang calon istriku, ladang penghasilanmu! jangan forsir dia!" ucap Dr Rendra tak terima.
"hahaha... sungguh hebat Dara bisa bertahan dengan laki laki posesif sepertimu" kekeh Mas Beno.
__ADS_1
Dr Rendra menyentil jidat mas Beno, membuat mas Beno meringis,
"sakit tau!" keluh mas Beno.
"rasakan!" ucap Dr Rendra puas.
"sudah ah.. kok malah ribut" ucapku.
"sayang hati hati dijalan, jangan tidur mulu dipesawat dan jaga makananmu!" ucap Dr Rendra mengingatkanku, entah ini kali ke berapa dia mengingatkanku.
"siaap bos..laksanakan" jawabku sambil memberi hormat padanya, layaknya hormat ketika sedang upacara.
Dr Rendra mencium keningku dengan posesifnya,
"hubungi aku setelah sampai, jangan sampai membuatku khawatir, jika tidak, aku akan menyusulmu kesana"
"iya iya... cerewet banget sih!" protesku sambil mencubit sebelah pipinya.
Setelah drama perpisahan antara aku dan Dr Rendra selesai, kami pun berangkat dengan sukacita di hati.
🍲🍲🍲🍲🍲🍲
Palembang, kota yang masih sarat dengan adat istiadat, rumah rumah adat yang masih berdiri dengan kokohnya, menampilkan suasana kota yang menyenangkan.
Hal pertama yang terpikir adalah mencicipi kuliner khas palembang yang terkenal dengan makanan pedasnya, aku sebagai pecinta makanan pedas semakin penasaran dibuatnya.
"Cik.. pemotretannya jam berapa?" tanyaku ketika kami sudah di kamar hotel.
"masih ntar sore.." jawabnya singkat, sepertinya Cika kelelahan, dia langsung rebahan diranjangnya.
"aku merasa tak enak badan, sepertinya aku mau flu" jawabnya dengan wajah lesu.
"sebaiknya kau istirahat Cik, supaya badanmu enakan dan jangan lupa minum obat" kataku.
"cih.. calon istri dokter sama cerewetnya dengan dokter aslinya" decih Cika.
Aku hanya terkekeh mengingat sikapku yang katanya mirip dengan Dr Rendra.
"kalo begitu, aku jalan jalan keluar dulu ya.. cari angin segar" pamitku.
"ya.. tapi jangan jauh jauh dari hotel dan aktifkan selalu ponselmu" ujar Cika mengingatkan.
"baik bos..." sahutku senang.
🍨🍨🍨🍨🍨🍨
"ckckck.. kemana pacarmu yang sudah mirip satpam itu?" tanya seseorang, yang jika ku dengar dari suaranya, itu adalah suara Pandu.
Tubuhku bergetar saking kagetnya dengan kehadiran Pandu yang tiba tiba, rasanya aku ingin menghilang saja dari hadapannya.
"santai beb.. aku tak akan menyakitimu" katanya lagi sambil tersenyum smirk.
"apa maumu? kenapa kau mengikutiku?" tanyaku berusaha menyembunyikan rasa gugupku.
__ADS_1
"jika aku tak mengikutimu sampai kesini, aku tak akan bisa berbicara denganmu, pacarmu yang dokter itu tak pernah lepas darimu!"
"apa yang ingin kau bicarakan?"
"aku ingin kita kembali beb..."
"apa kau sudah gila?"
"aku masih mencintaimu"
"hubungan kita sudah lama berakhir, dan sekarang aku sudah bersama dengan Dr Rendra, kumohon jangan ganggu aku lagi!"
"kau selamanya akan tetap menjadi milikku Dar... aku tak kan membiarkan oranglain memilikimu"
"kau sudah tak waras Pandu!"
"tak waras katamu? siapa yang membuatku seperti ini??" teriak Pandu sangat histeris, posisi kami yang sedang berada di taman kota, jadi bahan tontonan para pejalan kaki yang melintas.
"kendalikan dirimu Pandu, kenapa kau jadi seperti ini?"
"kembalilah padaku Daraaa...." ucapnya disertai airmata yang membasahi wajahnya yang tampan.
Beberapa orang yang melintas menyadari sosok Pandu, langsung mengerumuni Pandu, meminta foto dan tanda tangan sang idola, Pandu tak bisa menghindari mereka, aku menggunakan kesempatan ini untuk kabur darinya.
"ya Tuhan... selamaaat...." gumamku setelah berhasil sampai ke hotel dengan berlari.
Aku masuk ke kamar dengan nafas terengah engah,
"kau kenapa Dar? seperti habis dikejar setan saja!" ucap Cika.
"aku... aku memang habis melihat setan Cik" jawabku sambil mengatur nafas.
"setan?? hahahaha... mana ada setan siang siang begini!" sahut Cika sambil terbahak.
Aku merebahkan tubuhku di ranjang dan berusaha untuk memejamkan mata, mengistirahatkan pacu jantungku yang tak beraturan.
🍡🍡🍡🍡🍡🍡
"Cik.. apa kau bersama dengan Dara?" tanya Dr Rendra pada Cika lewat sambungan telepon, dia khawatir karena Dara tak kunjung menerima panggilan darinya.
"Dara sedang tidur Ren, sepertinya dia kelelahan, tadi dia keluar sebentar lalu datang dengan nafas ngos ngosan dan ketika aku tanya, dia bilang habis melihat setan sehingga terpaksa berlari" sahut Cika panjang lebar.
"melihat setan? memangnya dia kemana tadi?"
"dia bilang hanya ingin jalan jalan di sekitar hotel untuk mencari udara segar"
"Cik.. aku minta tolong padamu, jangan biarkan Dara keluar seorang diri lagi ya" ucap Dr Rendra khawatir.
"baik Ren, aku akan mengikutinya kemanapun dia pergi" sahut Cika.
"terimakasih Cika..."
" sama sama.."
__ADS_1
Aku menggeliat meregangkan ototku yang kaku setelah bangun dari tidurku, aku meraih ponsel dan melihat sudah banyak pesan Whatsapp dan panggilan dari kekasih posesifku, aku tersenyum kecil melihatnya menghubungiku seperti seorang *******.
🍱🍱🍱🍱🍱🍱