Seorang Bintang

Seorang Bintang
Tigapuluhtujuh


__ADS_3

Dara dirawat intensif dirumah sakit, mengingat banyaknya luka bakar ditubuhnya ditambah dengan luka tembak di kakinya, berkali kali tubuh Dara kejang,timah panas itu telah membuat infeksi ditubuh Dara.


Dr Rendra ikut menangani Dara yang kini mulai hilang kesadarannya,


"bertahanlah Dara... kau adalah wanita yang kuat, berjuanglah untuk hidup" ucap Dr Rendra.


Setelah menghubungi Mamah Lina, ibunda Dara, akhirnya Dara menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di kakinya.


"tolong Dara Ren.. selamatkan dia..." tangis mamah pecah di depan ruang operasi.


"iya maah, Rendra akan berusaha sebaik mungkin, kita sama sama berdoa untuk kesembuhan Dara" ucap Dr Rendra menenangkan.


Setelah dua jam menunggu dengan cemas, Dr Rendra keluar dari ruang operasi,


"alhamdulillah mah... operasinya berjalan lancar dan Dara akan segera di pindahkan ke ruang rawat inap" kata Dr Rendra.


"alhamdulillah ya Allah... terimakasih Ren" ucap mamah sambil memeluk dr Rendra.


"sama sama mah..."


Ketika Dr Rendra hendak kembali ke ruangannya, seorang perawat berlari dengan tergesa ke arah Dr Rendra,


"maaf Dok... ada pasien gawat di UGD, tolong dokter segera kesana secepatnya" ucap sang perawat dengan cepat.


"baik saya kesana sekarang.. dan mah.. mamah sebaiknya tunggu disini ya, jangan kemana mana karena Dara masih di dalam"


Mamah hanya menganggukkan kepalanya menuruti ucapan Dr Rendra dan Dr Rendra bergegas ke ruang UGD,


Betapa terkejutnya Dr Rendra ketika melihat siapa pasiennya,


"Pandu?" ucapnya.


"apa yang terjadi padanya?" tanya Dr Rendra pada salah satu anak buah yang menemaninya.


"dia tertembak saat hendak keluar dari gedung tua itu, wanita itu ternyata belum mati saat kami hendak pergi dari sana" jelasnya.


Dr Rendra memberi pertolongan pertama pada luka tembak di dada Pandu, lalu lanjut ke ruang operasi, setelah operasi sukses, Pandu belum sadarkan diri juga,


"dia banyak kehilangan darah sus, tolong ambilkan stok darah untuknya" perintah Dr Rendra pada perawat yang membantunya.


"baik dok.." sahut sang perawat.


Tak berselang lama perawat itu datang lagi dengan membawa satu kantong darah saja,


"kenapa cuma satu?" tanya Dr Rendra.


"Stok darah untuk golongan ini hanya tinggal satu kantong ini saja dok"

__ADS_1


"oh shit!" umpatnya.


"apa golongan darah pasien ini?" lanjut Dr Rendra bertanya pada perawat.


"A+ dok.." jawabnya sambil memasang infus darah ditangan Pandu.


"kebetulan golongan darah saya A+ juga, tolong segera lakukan tranfusi"


"siap dok.. akan saya siapkan"


Jadilah kedua laki laki gagah dan tampan itu berbaring secara bersisian, Dr Rendra memberi kehidupan pada Pandu yang tengah sekarat.


Kedua wajah tampan mereka mengundang decak kagum para perawat yang menangani mereka berdua.


"aku jadi betah diruangan ini, berasa sedang merawat malaikat" seru salah satu perawat.


"hihi iya bagaimana bisa mereka memiliki wajah tampan yang sempurna seperti ini?" sahut yang lain.


"aku rela walau hanya jadi simpanan mereka saja"


Dan masih banyak lagi celetukan konyol dari perawat perawat tersebut.


Dr Rendra yang ternyata hanya terpejam, dia mendengar semua celotehan para perawat itu, dan tersenyum dalam hati,


"seandainya kalian tahu, jika kami berdua mencintai wanita yang sama" gumam Dr Rendra dalam hatinya.


"bagaimana keadaan Dara mah?" tanya Dr Rendra.


"Demamnya sudah turun tapi dia belum juga siuman sejak kemarin" jawab mamah.


"Dara hanya tertidur mah, itu efek obat anti nyeri yang di suntikkan ke dalam tubuhnya"


"syukurlah jika dia hanya tertidur, mamah tidak tega melihatnya kesakitan dan luka luka ini pasti sangat menyiksanya ketika dia terbangun nanti"


"iya mah.. luka bakarnya cukup banyak dan agak parah, tapi aku sudah memberinya pengurang rasa sakit"


"terimakasih Ren.. sudah menyelamatkan Dara"


"bukan aku mah.. Pandu lah yang telah menyelamatkan Dara dan sekarang Pandu juga sedang sekarat di ruang ICU"


"apaaa?? apa yang terjadi dengannya?" kata mamah terkejut.


"Pandu tertembak mah dan dia kehilangan banyak darah"


" ya Allah... lalu bagaimana keadaannya sekarang Ren?"


"dia masih koma..." jawab Dr Rendra menyesal.

__ADS_1


Mamah kembali menangis, kali ini Dr Rendra tidak tahu mamah Lina menangis sepilu ini untuk siapa, untuk Dara atau Pandu?


"maafin mamah nak... " lirih mamah di sela tangisannya, aku hanya bisa mengelus punggung mamah mencoba memberi kekuatan padanya.


🍔🍔🍔🍔🍔🍔


Dr Rendra menjenguk kedua orang yang dikenalnya tersebut secara bergantian setiap harinya, Mamah mia menjaga Pandu sementara Mamah Lina selalu setia menjaga Dara.


Dara dan Pandu seolah seperti janjian, sama sama tidak sadarkan diri, mungkinkah mereka bertemu di alam bawah sadar sana? batin Dr Rendra terus berkecamuk.


Author Pov.


Dua hari kemudian, Dara membuka kedua matanya,


"auuwww" itu yang pertama kali terucap dari bibirnya yang pucat.


"kau sudah sadar nak?" tanya mamah senang lalu memencet tombol untuk memanggil dokter.


"sakit mah..." jawab Dara.


Dr Rendra datang bersama perawat,


"alhamdulillah.. akhirnya kau bangun juga.." ucap Dr Rendra.


"apa aku tertidur? berapa lama aku tertidur?" tanya Dara.


"5 hari.. sepertinya kau betah di alam bawah sadarmu"


"5 hari? benarkah?" tanya Dara tak percaya.


"iya.. bahkan Mela tak mau sekolah selama kau belum bangun"


"ya Tuhan...maafin mamih nak " seru Dara dengan menitikkan airmata, dia menatap sendu pada putrinya yang sedang terlelap disampingnya.


Mela tampak terganggu dengan usapan lembut di kepalanya, Mela membuka matanya dan melihat mamihnya sudah bangun dan sedang menatapnya.


"mamih???? mamih sudah bangun?" seru Mela mengerjap ngerjapkan matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"iya nak.. mamih udah bangun..." sahut Dara terharu dengan perhatian yang diberikan putri kecilnya tersebut.


"alhamdulillah... makasih om dokter, sudah bikin mamih bangun.." ucapnya senang sambil menciumi tangan Dara.


Dara memeluk Mela dengan sangat erat, tak menyangka putri kecilnya tersebut bisa bersikap sedewasa ini di usianya yang baru mendekati 5 tahun.


End Pov.


🥙🥙🥙🥙🥙🥙

__ADS_1


Maaf ya readerss.. part ini agak membosankan..author lagi blank, jadi idenya cuma segitu gitu aja...😥 semoga part selanjutnya bisa menggantikan kekosongan dalam part ini ya... aamiin..


__ADS_2