
Istirahat selama dua hari , membuat tubuhku kembali fit, hari ini aku berangkat ke kantor lebih awal dari biasanya, rasanya sudah kangen sekali dengan suasana kantor.
Sampai di kantor, suasana tampak lengang, karena memang masih terlalu pagi ketika aku sampai, ketika berjalan menuju ruanganku, seseorang memanggilku,
"Dara....."
Aku menoleh mengikuti sumber suara,
"oh... hai..." sapaku melihat orang yang menyapaku ternyata Pandu.
"sudah sehat?" tanyanya.
"alhamdulillah...." jawabku.
Sejak kejadian malam itu, kami bertukar kabar dan cerita lewat WA, setidaknya hubungan kami tak sepanas dulu, panas dalam artian penuh tanda tanda permusuhan.
Suasana yang begitu canggung, karena pertama kalinya bertegur sapa secara sopan setelah sekian lama hanya bisa saling menghina.
"ya udah.. aku keruanganku dulu ya" kataku karena Pandu hanya diam saja menatapku.
"oh... iya...." jawabnya.
"oiya... nanti pulangnya bareng aku ya.. kita kan searah" lanjut Pandu mengajakku.
Aku hanya mengangguk pelan dan segera keruanganku, mukaku terasa panas karena malu dan grogi.
Pandu Pov
Ya ampun, degub jantungku berpacu kencang, ketika aku melihat Dara sudah datang ke kantor sepagi ini, sebenarnya selama dia cuty, kami saling bertukar kabar melalui WA tapi aku malah grogi ketika bertatapan langsung dengannya.
Gila... kenapa aku jadi grogi begini? padahal kemarin kemarin aku selalu kesal melihat wajahnya! astaga perasaan apa ini? batinku.
Jika diperhatikan, wajahnya sangat cantik dan imut, terlihat menggemaskan kalau di tatap dari dekat, seperti malam itu, ketika dia hampir jatuh pingsan, aku bisa melihat wajahnya dari dekat, walau pucat, dia masih terlihat sangat cantik, membuatku terpesona.
End Pov
🍆🍆🍆🍆🍆🍆
"Dar... ke kantin yukk... laper nih" ajak Gina.
"yukkk... aku juga laper banget nih" sahutku sambil mengelus perut rataku.
Aku dan Gina bergegas ke kantin, sampai di kantin, kami langsung memesan makanan dan minuman, saat tengah menunggu, Pandu dan teman temannya datang dan duduk di meja sebelahku.
Aku yang tadinya santai, sekarang menjadi kikuk dengan kedatangan Pandu, bahkan Pandu menatapku tanpa berkedip membuatku tersipu malu.
"wooii... kedip brooohhh.." tegur Juna yang melihat Pandu menatapku.
Pandu yang tersadar malah salah tingkah,
"ampun... ini lah jadinya kalo cowok introvert lagi jatuh hati" goda Juna lagi.
"apaan sih" Pandu menyahut dengan sewotnya bahkan dia menjitak Juna yang senang sekali menggodanya.
"Dar, Gin.... sini aja... gabung ama kita" panggil Juna.
"beneran nih boleh gabung?" sahut Gina sambil mengunyah kacang.
__ADS_1
"iyaaa... sini, mumpung ada yang lagi traktiran" sahut Juna melirik ke arah Pandu.
"wahhh... makan gratis nih..." ucap Gina senang lalu Gina mengajakku pindah ke bangku mereka.
Aku terpaksa mengikutinya daripada sendirian, bisa mati gaya aku di depan Pandu, batinku.
"ngomong ngomong yang traktiran siapa sih?" tanya Gina kepo.
"mas Pandu lah, siapa lagi.." jawab Juna spontan, Pandu malah kaget namanya disebut.
"waahh... makasiiih oppaaa..." kata Gina sambil nyengir kuda.
"kok aku??" tanya Pandu bingung.
"sekali kali lah Pan, itung itung syukuran karena kamu dan Dara udah ga musuhan lagi.... hahaha" Jawab Juna terbahak.
"pinter yaa kalo di suruh nyari kesempatan" jawab Pandu.
Semuanya tertawa, hanya aku dan Pandu saja yang terlihat kikuk. dan pada akhirnya Pandu juga yang harus membayar semua makanan dan minuman yang kami pesan, untung saja kami baru gajian, hehe...
🥞🥞🥞🥞🥞🥞
Ketika aku harus lembur, aku melihat Pandu juga lembur, dan dia selalu mengantarku pulang,
"eh... kok kita lemburnya bisa samaan terus ya?" tanyaku padanya.
"hmm...masak sih?" pura pura tak tahu, padahal dia memang sengaja ikut lembur jika Dara lembur, Pandu tak mau kejadian tempo hari terulang lagi.
"iyaloh... beneran, tapi enak juga sih... aku bisa nebeng pulang, hihi" kataku sambil terkekeh.
"meskipun nebeng tiap hari juga ga masalah" sahutnya.
"nebeng tiap hari juga gapapa kaliiiii...." ulangnya lagi dengan suara yang sedikit keras.
"beneran?" tanyaku serius.
"beneraaan..." jawabnya singkat.
"ntar ada yang marah lagi kalo aku nebeng tiap hari?" tanyaku setengah menggodanya.
"siapa yang mau marah? mobil mobil aku juga dan ini udah lunas kreditnya" jawabnya dengan polos.
"hahahaa...." aku tertawa mendengar jawaban polos Pandu.
Pandu tampak kebingungan melihatku tertawa lepas,
"kok malah ketawa sih?"
"abisnya kamu... masak iyaaa tukang kredit yang bakalan marah.. maksud aku tuh, pacar kamu!"
"pacar?? aku ga punya pacar... kali aja kamu takut ketahuan pacarnya kalo nebeng aku mulu"
"aku ga punya pacar" jawabku seadanya.
"sama donk" jawabnya dengan wajah berbinar.
"sama sama jomblo kok bangga" kataku.
__ADS_1
🍳🍳🍳🍳🍳🍳
Aku dan Pandu kini berteman baik, aku bahkan suka nebeng padanya saat pulang kerja, walau ga setiap hari sih.
"oyaa.. aku mau jujur nih sama kamu" kataku pada Pandu yang fokus menyetir mobilnya.
"tentang apaaan?" tanya Pandu.
"tentang yang dulu itu.. dulu aku memang suka fotoin kamu diem diem" kataku mengaku.
"oh itu... ga masalah sih..." jawab Pandu santai.
"beneran ga masalah? tapi tetep, aku minta maaf ya, ditambah lagi aku unggah foto kamu tanpa ijin"
"iyaa beneran gapapa, udah dulu juga..." sahutnya tetap fokus menyetir.
"makasih yaaa.. karena ga marah" ucapku lega.
"iyaa.... eh tapi kamu kenapa ngefoto aku diem diem dulu?" tanya Pandu penasaran.
"hmmm... karena menurutku muka kamu punya nilai jual yang tinggi"
"nilai jual? kamu niat ngejual aku waktu itu?"
"bukan ngejual sih... aku penasaran aja kenapa kamu ga punya akun fb ato IG padahal aku yakin, pasti followersmu bakal berjibun kalo kamu punya akun sosmed"
"aku ga suka aja jadi sumber perhatian"
"tapi beneran loh, pas aku unggah foto kamu, followers aku langsung nambah banyak" ceritaku dengan antusias.
"waah... sini bayar" ucapnya.
"bayar?"
"iya bayar... anggap aja kamu lagi beli followers, hihi" kekehnya.
"yee...." cibirku.
"oya masalah agensi waktu itu... aku serius loh..." lanjutku.
"aku juga serius nolaknya..."
"kenapa sih?"
"ya ampun, udah bolak balik juga aku jawab, aku ga suka jadi sumber perhatian" jawabnya dengan tegas.
"salahmu punya wajah cakep" kataku keceplosan, lalu menutup mulutku dengan tangan.
"apa? aku cakep?" tanyanya senang.
"ishh....." desisku.
"eh beneran aku cakep menurut kamu?" tanyanya, kali ini dia serius.
"iyaaaaaa...." jawabku dengan malas.
"makasiiih..." jawabnya sambil nyengir kuda.
__ADS_1
🍔🍔🍔🍔🍔🍔