Seorang Bintang

Seorang Bintang
Tigapuluh


__ADS_3

Hari ini, aku akan pindah ke kota B, kota tempatku dilahirkan, aku akan membawa serta Bik Sani karena Mela sudah terlanjur dekat dengannya, lagian susah juga jaman sekarang mencari pengasuh sebaik Bik Sani.


Dr Rendra membantuku pindahan,


"sudah siap?" tanya Dr Rendra.


"siaap..." jawabku.


"Mela udah siap?" tanya Dr Rendra sambil mencubit hidung mancung Mela.


"siappp donk Om.." sahut Mela dengan riang.


Kamipun berangkat beriringan, truk yang mengangkut barang barangku berjalan di depan sedang mobil Dr Rendra mengikuti dibelakangnya.


Butuh waktu 8 jam dengan jalur darat untuk sampai ke kota B, jika naik pesawat hanya butuh 45menit saja. namun dengan berbagai alasan, aku dan Dr Rendra memutuskan untuk menempuh jalur darat.


Sepanjang perjalanan Mela tidur di pangkuan bik Sani, sedang aku menemani Dr Rendra mengobrol, supaya dia tidak mengantuk saat menyetir. Dr Rendra memang sengaja tidak menggunakan sopir, dengan berbagai pertimbangan juga pastinya.


"Dok.. istirahat dulu di rest area" kataku.


"oke.." jawabnya.


Sampai di rest area, aku dan bik Sani membawa Mela ke toilet,


"Mela sayang.. mandi dulu ya supaya seger" kataku.


"mandi dimana mi?" tanya Mela yang baru bangun, dia masih tidak sadar jika sekarang berada di dalam toilet.


"mandi disinilah sayang" jawabku sambil tersenyum merasa lucu.


Mela memandangi sekelilingnya,


"ini toilet siapa mi?"


"ini toilet di rest area cantik..."


Selesai memandikan Mela, aku dan bik Sani mandi secara bergantian,


"ahh... segarnya..." seruku setelah selesai mandi.


Saat keluar dari toilet, aku mendapati Dr Rendra sedang tiduran di gazebo dekat toilet sepertinya dia kelelahan.


"Dok.. mandi dulu supaya segar"


"aku cuci muka saja..." sahutnya.

__ADS_1


Setelah melepas penat sejenak, kami melanjutkan perjalanan yang tinggal separuh perjalanan lagi.


Aku sampai di kota B saat dini hari,


"assalamualaikum maah..." ucapku sambil mengetuk pintu rumah.


10 menit tak ada jawaban, sepertinya tidur mamah sangat nyenyak,


"assalamualaikum maaahhh..." ucapku dengan suara lebih keras.


"waalaikumsalam" terdengar sahutan dari dalam.


Mamah membukakan pintu,


"kalian baru sampai?"


"iya mah..." kataku sambil menyuruh bik Sani masuk duluan karena dia menggendong Mela yang tertidur.


Dr Rendra langsung berpamitan pulang,


"kalo gitu aku pulang dulu ya..."


"kenapa ga nginep disini aja? kata mamah.


"tinggal dikit lagi, aku akan istirahat dirumah saja"


"kau yakin tak apa?" tanyaku khawatir.


"insyaAllah.." sahutnya , wajahnya tampak lesu,


"baiklah.. hati hati dijalan dok" ucapku mengantarnya sampai ke mobil.


Dr Rendra pun pulang dengan langkah gontai, terlihat sekali dia sangat lelah dan mengantuk ditambah lagi tadi tidak mandi saat di rest area.


Dr Rendra melajukan mobilnya dengan sedikit kencang berharap segera sampai kerumahnya, dia benar benar lelah dan mengantuk saat ini,


Kondisi jalanan nampak lengang, tak banyak kendaraan berlalu lalang dan suasana begitu sunyi yang terdengar hanya suara hewan berkikik ria, membuat Dr Rendra terbuai, matanya hampir saja terpejam, tapi dia masih tersadar dan akhirnya bangun lagi, sampai pada persimpangan jalan, kucing berlari begitu saja ke tengah jalan yang sepi, Dr Rendra kaget dan reflek membanting stir ke bahu jalan untuk menghindari kucing tersebut.


Brakkkkk....


Mobil Dr Rendra menabrak pembatas jalan, mobilnya yang berjalan dengan kecepatan lumayan tinggi, menabrak pembatas jalan yang terbuat dari baja tersebut dan menghancurkan bagian depan mobil seketika itu juga, Dr Rendra terhimpit body depan mobil yang ringsek, dan kehilangan banyak darah, lengan sisi kirinya tertusuk pembatas jalan yang membelah mobilnya.


Beruntung ada patroli polisi yang lewat, Dr Rendra langsung di evakuasi walau dengan proses panjang karena posisinya yang terhimpit.


Polisi lain dan ambulan mulai berdatangan dan membawa Dr Rendra kerumah sakit,

__ADS_1


"ya Tuhan.. ini Dr Rendra..." kata salah satu tenaga medis yang menanganinya.


"iya benar.." yang lain menimpali.


Setelah sampai dirumah sakit, Dr Rendra segera ditangani oleh tim dokter khusus,


"segera hubungi keluarganya, dia harus segera di operasi" kata Dokter yang menanganinya.


Pihak rumah sakit menghubungi mamah Rena, ibunda Dr Rendra, mamahnya langsung menuju rumah sakit dengan taksi, di tengah perjalanan sang mamah menghubungi Dara,


"hallo Dara..." kata mamah Rena panik.


"hallo iya mah..." sahut Dara.


"Dar... tolong ke rumah sakit sekarang, Rendra kecelakaan" kata mamah Rena sambil menangis.


"apaaa maahhh?? ya Allah... iya mah.. aku berangkat sekarang juga!" jawabku yang langsung menangis.


Ternyata firasatku benar, sedari tadi memang hatiku tak nyaman memikirkan Dr Rendra, kondisinya yang lelah dan mengantuk memaksa untuk pulang, itu pasti penyebabnya sampai tabrakan ini terjadi.


Tanpa mengajak siapapun, aku kerumah sakit dengan ojek yang kebetulan mangkal di ujung jalan rumahku.


Sampai dirumah sakit, aku melihat Mamah Rena yang terduduk sambil menangis di depan ruang operasi,


"Mah..." panggilku sambil memegang bahunya.


"Rendra Dar.... dia tidak sadarkan diri" ucap mamah Rena wajahnya sembab karena airmata.


"iya mah.. mamah sabar ya.. Dokter pasti sembuh, dia sedang ditangani dengan baik sekarang" ucapku.


"kenapa semua ini terjadi pada Rendra?" ucap mamah pilu.


"maafin Dara mah.. semua salah Dara.. seandainya Dr Rendra tidak membantu Dara pindahan, mungkin kecelakaan ini tidak akan terjadi" ucapku penuh penyesalan.


Tangis mamah Rena semakin menjadi sambil meracau nama Rendra dan Rendra, membuatku makin merasa bersalah.


Aku duduk di kursi tunggu sambil memeluk mamah, memberinya kekuatan walau hatiku sendiri juga sangat hancur saat ini,


"ya Allah selamatkan lah Dr Rendra" pintaku dalam hati.


"Ya Allah selamatkanlah putraku, selamatkanlah dia ya Allah.. dia anak yang sangat baik dan selalu berusaha menyenangkan hati semua orang" Doa mamah masih dengan kepala tertunduk dan bahu terguncang karena isak tangisnya.


"aamiin...Dr Rendra pasti selamat mah..." aku menimpalinya.


🥃🥃🥃🥃🥃🥃

__ADS_1


__ADS_2