
Wah.... aku benar benar bingung harus apa sekarang, kesempatan bagus nih agensi ternama mengajukan diri untuk mempromosikannya menjadi seorang bintang masa depan.
Tapi apa mungkin dia mau menerimanya? sedangkan dia cowok introvert yang selalu pilih pilih dalam berteman.
Dengan tekad yang bulat, aku berjalan menuju keruangannya,
"eh... Pandu, aku mau bicara!" ucapku dengan nada datar. padahal hatiku dag dig dug tak karuan, haha...
"ga sopan banget sih jadi cewek!" jawabnya.
"suka suka aku lah!"
"ya udah, aku ga mau ngomong sama cewek ga sopan kaya kamu!!"
"yaelah, kampreeet... jual mahal banget sih!!"
"apa kamu bilang? mulut kamu tu yaaa, minta di plester!" ujarnya sambil mendelik melihatku.
"enak aja.. kamu pikir mulutku ini luka, pake di plester segala?"
"udah lebih dari sekedar luka.. bahkan sudah jadi penyebab luka mangkanya harus segera di plester supaya tidak menimbulkan luka luka lainnya" jawabnya.
"hadddddeeehh....." kataku sambil memijit mijit keningku sendiri.
Teman teman divisi marketing menatap kami dengan wajah yang aneh, mereka tak menyangka seorang Pandu bisa berdebat dengan orang yang baru dikenalnya.. eh apa mereka sudah berkenalan? rasanya belom... hihi.
Setelah perdebatan panjang, akhirnya dia memberiku waktu 5 menit untuk berbicara.. sungguh dia sok kegantengan banget, pake acara dikasih waktu 5 menit segala untuk berbicara dengannya, emangnya dia siapa??artis juga bukan!!!!
"cepetan ngomongnya, jangan berbelit belit, aku ga punya waktu buat ngeladenin kamu!!" ketusnya.
"aku juga ga sudi kali ngomong sama kamu kalo ga penting penting banget!!!" jawabku tak kalah ketus.
"ya udah buruan!"
__ADS_1
"jadi kemaren pas aku unggah foto kamu, ada agensi yang menghubungiku...." belum juga selesai dengan ceritaku, dia sudah memotongnya,
"udaaaahhhh... aku ga mau!!!" jawabnya dan segera pergi dari hadapanku.
"woiiii belom juga 5 menit!" teriakku tapi dia tak menghiraukannya.
"belom juga aku jelasin, dia sudah main kabur aja.. ga bisa begini nih" gerutuku, aku memutuskan untuk mengejarnya keruangan marketing.
"woi Pandu....." panggilku dengan lantang, membuat seisi ruangan lagi lagi menatapku dengan aneh.
"eh...maap maap, aku lagi ada kepentingan dengan Pandu" jawabku dengan suara melemah, wajahku merah padam menahan malu.
"Pandu... aku masih belom selesai bicara" kataku lagi sambil menatap Pandu yang terlihat acuh.
"aku ga akan pergi darisini sebelum kamu dengerin aku!"
"dasar cewek aneh, kamu ga da kerjaan lain ya selain gangguin orang??" akhirnya Pandu menyahutiku.
"kamu mau aku bicara disini apa kita bicara diluar?" kataku dengan santai.
"nah gitu donk..." ucapku penuh kemenangan setelah dia mau keluar dari ruangannya.
"kalo kamu mau bilang, ada agensi yang nawarin aku buat jadi bintang, aku ga mau!" katanya, kenapa dia bisa tahu? padahal tadi aku belum sempat cerita sampai kesitu.
"lhah.. kamu kok udah tau sih?" kataku merasa aneh.
"sudah jelas tadi kamu bilang agensi, apalagi yang agensi inginkan selain mengorbitkan aku??" jawabnya dengan percaya diri, tapi memang agensi itu sangat tertarik dengannya.
"kenapa kamu menolak tanpa mencobanya?"
"menjadi bintang bukanlah impianku dan aku merasa tidak nyaman jika harus menjadi pusat perhatian!" sahutnya lalu masuk keruangannya, meninggalkan aku yang masih menyimpan sejuta pertanyaan.
Aku hanya bisa melongo mendengar jawabannya, di saat oranglain berlomba lomba untuk mendapatkan kontrak dengan agensi ternama itu, disini ada satu mahluk yang menolak mentah mentah tawaran yang menurutku sangat menggiurkan itu.
__ADS_1
Sebenarnya ada apa dengannya? kenapa dia merasa tidak percaya diri dengan wajah setampan itu? asal dia tau, wajahnya nyaris sempurna, seandainya dia tidak kasar dan tidak galak, aku pasti sudah jatuh hati padanya.
🍝🍝🍝🍝🍝🍝
Tak hilang akal, aku akan terus membujuknya supaya mau menerima tawaran dari agensi itu, rela malu aku meminta no WA nya pada teman satu divisinya,
Siang malam aku berusaha menghubunginya lewat WA tapi tak sekalipun dia membalasnya, ukh.. dasar laki laki aneh, disaat laki laki lain berusaha keras mendapat balasan WA dariku, dia malah mengabaikanku. argghhhh....
Aku mulai merasa lelah sekarang, aku sudah tak mengiriminya pesan WA lagi, entahlah sepertinya aku menyerah saja.. biarkan saja dia melewatkan penawaran itu, aku sudah tak peduli dengannya. tak ada untungnya juga bagiku.
Mulai detik ini, aku akan menjalani hari hariku dengan normal sama seperti sebelum aku mengenal dia.. dia laki laki aneh yang sangat dingin!
Aku mulai fokus pada karirku, yang sempat aku abaikan beberapa waktu yang lalu hanya untuk melakukan hal yang tak penting.
"dar... laporan buat divisi marketing udah selesai?" tanya Gina.
"udah... udah aku revisi juga, tinggal acc dari direktur" jawabku.
"bagus... akhirnya Dara yang rajin dan perfect sudah kembali" ucap Gina sambil tersenyum.
Aku hanya bisa nyengir kuda menanggapi ucapan Gina barusan. apa iya kemarin kemarin aku ga serajin sekarang?? astaga hanya karena mengejar laki laki ga jelas itu, aku sampai mengabaikan pekerjaan yang sangat aku cintai ini. batinku.
Hari hariku berjalan normal, aku pun mulai berselancar di dunia maya dengan tenang, meskipun fotonya ( foto Pandu ) tak aku hapus dari laman IGku.
"hari ini aku mau unggah foto apa ya?" gumamku, sambil memilah milah foto yang ada di galeri ponselku.
"ah.. sepertinya lebih bagus mengunggah foto yang lagi fresh, aku harus cari angle yang pas buat selfie" gumamku lagi sambil senyum senyum sendiri.
Setelah sibuk selfie beberapa saat, dan mendapat satu gambar yang menurutku bagus, aku mengunggahnya di akun IGku,
hasilnya lumayan juga sih... hihi... untung hari ini pake bajunya yang imut dan pas buat selfie, batinku.
Bisa kebayang kan gimana gilanya aku dengan dunia maya? hihi...
__ADS_1