
Hari ini rencananya Pandu akan datang kerumah untuk menemui mamah, sengaja dia datang disaat aku masih ngantor dan Mela pergi sekolah, dia ingin berbicara dari hati ke hati dengan mamah.
"assalamualaikum..." Pandu mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
"waalaikumsalam..." sahut mamah lalu membuka pintu, mamah sempat terkejut dan ingin menutup pintu kembali ketika melihat Pandu yang datang namun dengan cepat tangan Pandu menahan pintu agar tidak tertutup.
"mah... tolong jangan ditutup pintunya"
"mau apalagi kau datang kemari?" sahut mamah dengan ketusnya.
"mah boleh kita berbicaranya di dalam saja sambil duduk?"
Tanpa menjawab, mamah bergeser sedikit memberi jalan untuk Pandu masuk kedalam rumah. Pandu tersenyum melihat sikap mamah yang kerasa namun masih memiliki rasa tidak tega.
"terimakasih mah..." ucap Pandu setelah duduk do sofa ruang tamu tersebut.
"tidak usah basa basi, langsung pada intinya" ucap mamah sambil bersedekap dada tanpa mau melihat wajah Pandu.
"mah.. Pandu kesini mau minta maaf sama mamah dan sekaligus meminta restu mamah, aku ingin melamar Dara" ucap Pandu.
"apaaa?? melamar? apa kau sudah gila?"
"iya mah.. aku memang sudah tergila gila pada putrimu... selama 5 tahun ini aku tersiksa harus terpisah darinya"
"cih... bahkan dulu kau tak mengakuinya ketika kalian masih berpacaran!!" ucap mamah mengingatkan masa lalu Pandu.
"untuk itu aku ingin meminta maaf mah.. aku khilaf dan kuakui aku memang salah!"
"kau datang pada orang yang salah!! seharusnya kau minta maaf pada Dara, karena disini Dara lah yang paling menderita dan tersakiti oleh kelakuanmu!"
"aku sudah menyelesaikan urusanku dengan Dara mah dan kami sudah bersama kembali, kami saling mencintai mah..."
"apaaa? sejak kapan kalian bersama kembali?"
"aku harap mamah bisa memberikan restu untuk kami berdua, demi Mela juga mah"
"cih, pintar sekali kau, membawa bawa nama Mela!"
"karena Mela putri kami mah.. walau dia hadir dengan cara yang salah tapi dia tetap darah daging kami berdua, cucu mamah!"
"apa jaminannya jika aku merestui hubungan kalian?"
"mamah bisa pegang janjiku, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan Dara dan Mela"
"bagaimana jika kau ingkar janji dan malah menyakiti Dara lagi?"
__ADS_1
"mamah boleh memisahkan kami berdua dan membawa mereka pergi jauh dariku" kini Pandu mulai menitikkan airmatanya.
"apa kau yakin?" ucap mamah, mamah sebenarnya terharu melihat Pandu menangis namun dia menguatkan diri untuk tidak menangis agar tak terlihat lemah di hadapan Pandu.
"aku sangat yakin mah..." jawab Pandu dengan mantap.
"hemmmm baiklah mamah akan memberimu kesempatan kedua dan ini merupakan kesempatan terakhir untukmu!"
"benarkah mah???" tanya Pandu tak percaya, ternyata semudah itu meluluhkan hati mamah.
"iya.."
"ya Allah, terimakasih maaah.." sahut Pandu senang, saking senangnya tanpa sadar dia memeluk mamah.
"kamu apa apaan, lepasin mamah!" kata mamah sambil memukul lengan Pandu.
"maaf mah.. aku terlalu senang hingga tanpa sadar memeluk mamah" jawab Pandu lalu melepas pelukannya.
"jaga Dara dan Mela baik baik.. jika sampai mereka tersakiti, mamah akan membawanya pergi jauh dan mamah pastikan kau tidak akan pernah bertemu dengan mereka lagi" ancam mamah.
"iya mah.. Pandu janji akan selalu membahagiakan kalian semua"
"ya sudah.. pulanglah.. mamah mau pergi arisan!" usir mamah.
"iya mah.. kalo gitu Pandu pulang ya.. apa mamah mau Pandu antarkan ke tempat arisan?"
"ya Allah mah.. ya enggaklah mah.."
"hahaa..mamah cuma bercanda.. sudah sana pulang, mamah ntar lagi dijemput sama temen mamah jadi ga perlu di antar"
"haduh mamah bercandanya ekstrim, bikin Pandu jantungan aja"
🥓🥓🥓🥓🥓🥓
Pandu menjemput Dara sepulang dari kantor, dan mereka berhenti di sebuah cafe,
"gimana tadi?" tanyaku harap harap cemas.
"apanya? sahut Pandu dengan muka datar membuatku tak enak hati.
"ketemuan sama mamah, gimana hasilnya?" tanyaku penasaran.
"entahlah..." sahutnya lemas.
"entah bagaimana sih? bicara yang bener donk!"
__ADS_1
"entah aku harus mulai darimana......karena aku....
" kata Pandu menggantung kalimatnya.
"karena aku apaaaa???" tanyaku tidak sabar.
"karena aku terlalu bahagiaaaaa..." ucap Pandu sambil memelukku, membuat pelanggan lain melihat kearah kami berdua bahkan ada yang sampai memotret kami
"Pan.. lepasin.. banyak yang lihatin tuh" bisikku.
"biarin aja..." sahut Pandu tetap memelukku bahkam lebih erat lagi.
"aku ga mau muncul di acara gosip karena ulahmu!" bisikku lagi.
"cepat atau lambat kau akan muncul di acara itu jika menikah denganku!"
"ish.. lepaskan!" kataku menarik paksa tubuhku membuat Pandu memberengut kesal.
"mamah sudah merestui kita.. jadi kapan kita menikah?"
"kau yakin mamah sudah setuju?"
"iyaaa.. aku sudah bicara dengan mamah dan mamah memberiku kesempatan kedua sekaligus kesempatan terakhir untukku"
"semudah itu?" tanyaku tak percaya.
"aku juga tidak menyangka jika semudah ini.. mungkin ini pertanda bahwa kita memang ditakdirkan untuk bersama.."
"bahasamu mengerikan... hhihiii" balasku.
"aku mencintaimu..."
"aku juga mencintaimu..."
🧀🧀🧀🧀🧀🧀
Dan benar saja, foto fotoku dengan Pandu di cafe kemaren sudah masuk media sosial bahkan pagi ini sudah masuk acara gosip, ya Tuhan netizen.. sungguh secepat kilat tanganmu...
Berbagai macam model pemberitaan yang muncul di laman gosip dan acara tv, bahkan cerita semakin hangat setelah tahu jika aku pernah menjadi bintang iklan beberapa tahun silam.
Banyak yang mendukung hubungan kami dan tidak bisa diabaikan juga jumlah para haters yang menghujat hubungan kami, mereka tidak rela jika sang idola memuja wanita biasa sepertiku.
Aku yang pernah merasakan gelap dan gemerlapnya dunia entertain, tidak terkejut dengan semua pemberitaan yang ada, bahkan aku berusaha mengabaikannya.
Tidak terkecuali Mela, dia bahkan sampai di bully di sekolahnya karena memiliki calon ayah seorang aktor,
__ADS_1
🌯🌯🌯🌯🌯🌯