
"mih.. apa benar yang dikatakan orang orang jika om ganteng itu akan menjadi ayah sambung Mela??" tanya Mela padaku.
"sayang, dengerin mamih baik baik ya.. Mela jangan terlalu menghiraukan apa kata oranglain percaya sama mamih ya.."
"ehemm.. jadi begini, karena Mela sudah besar sekarang, mamih mau ngasih tahu sesuatu sama Mela, Mela percaya sama mamih kan?" sambungku sambil melihat ekspresi Mela.
"iya mih Mela percaya sama mamih..."
"Mela sering nanya sama mamih kan, dimana ayah Mela?? jadi sebenarnya, ayah kandung Mela itu adalah om ganteng"
"apaaaa?? mamih ga becanda kan mih??"
"mamih serius sayang.. karena suatu hal mamih sama om ganteng harus berpisah untuk sementara waktu"
"enggak mih,... enggak mungkin..." sahut Mela lalu menangis.
"kenapa ga mungkin sayang?? maafin mamih ga bisa ngasih tahu kamu dari awal, mamih takut"
Mela memilih meninggalkan aku sendiri dan dia masuk ke kamarnya, lalu mamah memghampiriku,
"beri Mela waktu.. lambat laun dia pasti bisa menerima kenyataan ini" nasehat mamah.
"iya mah... "sahutku yang saat ini menangis juga.
Aku memutuskan untuk menemui Pandu, sorotan media membuat kami tidak leluasa bertemu di tempat umum, akhirnya aparteme menjadi pilihan terakhir, aku datang terlebih dahulu lalu disusul Pandu.
Pandu langsung memeluk erat tubuhku, namun tanganku serasa kaku untuk membalas pelukannya.
"kau kenapa sayang?" tanya Pandu.
"Mela...." sahutku tanpa menatapnya.
"kenapa dengan Mela?"
"sepertinya dia tidak bisa menerima kenyataan jika kau ayah kandungnya"
"kau sudah memberitahunya?"
__ADS_1
"iyaaa tadi..."
"bagaimana reaksinya?"
"dia hanya menangis dan berkata bahwa kenyataan ini tak mungkin"
"beri dia waktu.. aku akan menemuinya besok"
"apakah tak apa kau menemuinya?"
"insyaAllah sayang.. aku tahu dari awal dia sangat menyukaiku, aku harus merebut hatinya kembali tapi kali ini sebagai ayah untuknya"
Aku hanya menganggukinya saja lalu memeluknya lagi, dukungan Pandu adalah kekuatan bagiku.
Pandu melonggarkan pelukannya,
"apa kau sudah baik baik saja? sepertinya kau butuh relaksasi" ucapnya dengan senyum genit.
"relaksasi? maksudmu?"
"kau butuh vitamin C sayang"
"yupp..Vitamin Ciuman" ucapnya terkekeh.
Cuph.....cuph...
Pandu mencium bibirku secara tiba tiba membuatku tidak siap untuk membalasnya,
"hmmm kau curang!" kataku menepuk pelan bahunya.
"tapi kau suka kan?" godanya.
Aku tersenyum malu, entah kenapa aku masih saja malu pada Pandu padahal sudah sering berduaan bahkan melakukan lebih dari ini.
Tanpa aba aba lagi, Pandu kemudian menyambar bibirku kembali, memeluk pinggangku dengan posesif, aku pun membalas ciumannya, jujur saja aku sangat merindukannya,
Ciuman yang begitu hangat membuatku terbuai, tanpa terasa Pandu mendorong tubuhku sampai jatuh ke ranjang, dan ciuman kami terlepas, dengan nafas terengah engah Pandu menatapku dengan tatapan menuntut, seolah mengerti aku hanya menganggukkan kepala.
__ADS_1
Entah sejak kapan, tubuh kami sudah sama sama polos tanpa sehelai kain pun.
Aku memandangi dadanya yang bidang dan perutnya yang rata , hal itu dapat membangkitkan gairahku, aku menarik tangannya hingga badannya jatuh menindih tubuhku.
Pandu kembali ******* bibirku yang sudah bengkak karena ulahnya, kali ini ciumannya semakin dalam, Pandu mengabsen seluruh isi rongga mulutku, ciuman yang begitu menuntut, membuatku terbakar rasanya,
"aaahhh..........." desah ku merasakan sensasi luar biasa saat Pandu menghujani ciuman di sekujur tubuhku, membuatku geli dan kupu kupu seakan menari senang di bagian perut bawahku.
Pandu yang sudah terbakar nafsu, menghujamkan miliknya padaku,
Miliknya telah masuk sempurna di dalam milikku, Pandu masih menyesuaikan diri, dengan berdiam sesaat, hingga aku dapat merasakan miliknya yang berkedut didalam milikku.
Setelah nyaman, Pandu mulai bergerak perlahan,
"aaaaaahhhh...." satu desahan lagi berhasil lolos dari mulutku membuat Pandu tersenyum senang, lalu dia mencium bibirku dengan lembut, membuatku serasa melayang dengan semua kenikmatan yang diberikannya.
Temponya mulai di percepat, hingga membuatku terbuai dan hilang kendali,
Desahan kami saling bersahutan menggema di seluruh sudut ruangan.
Semakin cepat semakin nikmat rasanya, Pandu terus menggempurku tanpa ampun..keringat mulai membasahi tubuh kami,
"aaah......." desahan panjangku akhirnya keluar.
"aaaahhhhhhh...." desahan Pandu juga panjang beriringan dengan sesuatu yang meledak dibawah sana,
Tubuh kami terkulai lemas, pergulatan yang hampir satu jam lamanya menguras seluruh tenaga kami berdua.
Perlahan tapi pasti kami mulai terlelap tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh polos kami berdua.
🍳🍳🍳🍳🍳🍳
***Maaf authorrr harus membuat readers tahan nafas lagi ya... hehe..
Biar ga tegang mulu yess... dikasih intermezzo dikit.
Bijaklah dalam membaca ya readers.... yang ga suka adegan panas bisa skip part ini ya..
__ADS_1
Jangan lupa dukung author dengan like, koment, rate serta vote sebanyak banyaknya yaa***..