
Seminggu pasca operasi, Pandu akhirnya sadar, hal ini membuat Mamah Pandu sangat bahagia,
"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga nak" kata Mamah.
"Mah... sudah berapa lama aku terbaring disini?" tanya Pandu dengan suara seraknya.
"Satu minggu nak" jawab Mamah.
"lalu dimana Dara?"
"Dara?" kening mamah berkerut.
"iya... apa dia tidak menjengukku sama sekali?"
"tidak nak... Dara tidak pernah kesini" ucap Mamah.
"Mah.. aku ingin bertemu dengan Dara..." ucap Pandu sambil berusaha bangun.
"Pandu kamu baru saja sadar dari koma, sebaiknya kamu istirahat nak" kata Mamah khawatir.
"tapi Pandu harus bertemu Dara mah..."
"kamu tetap disini, nanti mamah akan menghubungi Dara dan menyuruhnya datang"
"beneran ya mah? mamah jangan bohong ya"
"iyaa mamah janji ga akan bohong"
Setelah Pandu tertidur, mamah menelpon Dara,
"Halloo... Dara...ini mamah" katanya setelah telepon tersambung.
"iya mah.. ada apa?"
"Pandu sudar sadar nak.. dan dia ingin sekali bertemu denganmu"
"alhamdulillah mah kalo Pandu sudah sadar , tapi maaf mah.. Dara ga bisa kesana.."
"tapi nak... mamah mohon sekali saja datang dan jenguk Pandu.. mamah khawatir dia berbuat nekat kalo kamu ga datang kesini"
"ehmmm... baiklah mah.. aku akan kesana besok"
"terimakasih Dara..."
π₯©π₯©π₯©π₯©π₯©π₯©
Dan benar saja, sesuai janjinya, Dara datang kerumah sakit tempat Pandu dirawat,
"Dara..." seru Pandu ketika melihat Dara datang.
"ehmm iya.. ini aku" sahutku dengan kikuk.
"kenapa kau baru menjengukku?" tanyanya.
"maaf, aku sibuk" jawabku singkat.
"sesibuk apakah dirimu sampai tak sempat mengunjungi kekasihmu yang sedang sekarat?"
"maaf..." ucapku.
Pandu menyuruhku duduk lebih dekat dengannya, akupun menurutinya, kami duduk bersebelahan, Pandu menggenggam tanganku dengan erat,
"maafkan aku Dara..."
"hmm..."
"kembalilah padaku, aku sangat mencintaimu.."
"boleh kah aku memikirkannya?" tanyaku.
__ADS_1
"tapi jangan lama lama ya.." katanya sambil mencubit pipiku gemas.
"hmm.." jawabku dengan emosi tertahan, sebenarnya aku muak bertemu dengannya, kalo bukan karena Mamah mia aku tak sudi datang dan melihat wajah Pandu.
π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Dua minggu dirawat dirumah sakit, kesehatan Pandu berangsur angsur membaik, dan dia sudah di perbolehkan pulang,
"Mah.. apa Dara tidak menjemputku?"
"sepertinya tidak nak.. tadi dia bilang ada pemotretan mendadak" ucap mamah.
"huh.. aku selalu saja kalah penting dari pekerjaannya" gerutu Pandu.
Pandu Pov.
Sudah dua hari Pandu dirumah tapi Dara belum juga menjenguknya membuat Pandu geram dan akhirnya memutuskan untuk mendatangi Dara kerumahnya.
Sampai dirumah Dara, Pandu hanya bertemu dengan Mamahnya Dara,
"selamat siang mah..." sapaku, sedang mamah terlihat tak senang dengan kehadiranku.
"siang.. ada apa kamu kemari?" sungut mamah.
"anu mah.. aku ingin bertemu Dara" jawabku dengan bingung, kenapa mamah terlihat tak senang dengan kehadiranku ya? batinku.
"belum puas kamu menghancurkan masa depan Dara?" suara Mamah meninggi.
"maksud mamah apa?" tanyaku bingung.
"kamu jangan sok bodoh setelah apa yang kamu lakukan pada Dara!"
"apa yang aku lakukan pada Dara mah? aku tak paham maksud mamah" sahutku makin tak mengerti arah pembicaraan mamah.
"Dara hamil dan kamu masih pura pura tak paham?"
Ucapan mamah bagaikan petir di siang bolong, Dara hamil? tapi terakhir bertemu denganku, Dara tak mengucapkan apa apa padaku,
"Dara sudah pergi jauh, jangan harap kau bisa menemukannya!" jawab Mamah lalu masuk kedalam rumah dengan membanting pintu.
"mah...mamah...Pandu belum selesai bicara mah... maah.. tolong buka pintunya" kataku sambil menggedor gedor pintu rumah.
"mah.. tolong dengerin penjelasan aku, aku akan bertanggungjawab mah..." ucapku lagi tapi mamah tetap tak membuka pintunya lagi.
Lalu aku meninggalkan rumah Dara dengan langkah gontai,
"kamu kemana Dar? apakah benar kau sedang mengandung anakku?" lirih Pandu.
***End Pov.
π₯ π₯ π₯ π₯ π₯ π₯ ***
Pandu menyewa beberapa detektif terkenal untuk mencari tahu keberadaan Dara, dia sangat khawatir karena Dara pergi membawa serta calon bayinya.
"Dr Rendra,mungkin dia tahu kemana Dara pergi" gumam Pandu.
Pandu melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Dr Rendra bekerja,
Sekian jam menunggu sampai Dr Rendra selesai praktek, Pandu akhirnya bisa menemui mantan kekasih Dara tersebut.
"maaf mengganggumu..." kata Pandu.
"iya tidak apa apa, aku juga baru selesai praktek"
"aku ingin bertanya tentang Dara..."
"apa yang ingin kau tanyakan?"
"kemana Dara pergi?"
__ADS_1
"kenapa kau bertanya padaku?"
"aku yakin kau tahu kemana Dara pergi"
"tapi maaf, tak sesuai dengan dugaanmu, aku juga tidak tahu kemana Dara pergi"
"aku mohon.. beritahu aku kemana dia pergi? kau tahu kan jika dia sedang mengandung anakku?"
"maaf.. aku benar benar tidak tahu.."
"baiklah.. terimakasih atas waktumu"
"ya..." jawabnya.
Pandu pulang dengan tangan kosong, harapannya sia sia bisa mendapat informasi dari Dr Rendra.
"maafkan aku Pan... aku terpaksa berbohong, itu semua atas permintaan Dara" gumam Dr Rendra dalam hati.
π₯€π₯€π₯€π₯€π₯€π₯€
"harus kemana lagi aku mencarimu Dara" lirih Pandu seorang diri dikamarnya.
"arrghhhh..." teriaknya frustasi sambil menjambak kasar rambutnya.
5 Tahun berlalu begitu saja...
Pandu menjalani hidupnya yang hampa dengan terus bekerja dan bekerja tanpa mengenal lelah, kegigihannya mengantarnya pada kesuksesan menjadi seorang Bintang terkenal dengan bayaran tinggi di negeri ini.
Pandu yang dulunya selalu terlibat skandal dengan beberapa wanita dan percobaan bunuh diri yang dilakukannya di salah satu agensi tersebut, kini menjadi seorang Bintang yang tertutup dan banyak menghindari bidikan awak media, dia menutup rapat privasinya untuk publik.
Meskipun mampu tinggal di rumah atau apartemen mewah, Pandu lebih memilih tinggal di apartemen lamanya, apartemen yang penuh kenangan dirinya dengan Dara saat mereka masih berpacaran dulu.
"Dara... bagaimana kabarmu sekarang?" ratapnya seorang diri dengan minuman alkohol yang setia menemaninya.
Di lain sisi, nampak seorang wanita cantik sedang mengantar putri cantiknya ke sekolah,
"Mel.. jangan lari lari nak" kata wanita cantik itu pada anak perempuan yang sekolah di paud.
"Mela udah telat mi..." sahutnya membuat siapapun gemas mendengarnya, wajahnya yang cantik dengan pipi gembul membuat setiap orang ingin mencubit pipinya.
"ya udah nanti mami jemput ya..." ucap wanita itu lalu mencium kedua pipi putri cantiknya.
"siaap mi... Mela masuk kelas ya miii..." pamitnya.
Setelah mengantar putrinya, wanita cantik itu melenggang pergi menuju kantor tempatnya bekerja.
"pagi..." sapanya pada satpam.
"pagi juga mbak Dara.." sahut satpam sambil tersenyum.
Ya... dia adalah Dara.. Dara yang kini tinggal di kota M, bekerja sebagai staff keuangan di perusahaan properti milik Deva, kakak kandung Dr Rendra, selama ini Dara dibantu oleh Dr Rendra untuk menjauh dari kehidupan Pandu.
"hai.." sapa seseorang.
"hai... Dokter?" sahut Dara dengan wajah sumringah.
"apa kabarmu?" tanya Dr Rendra.
"alhamdulillah aku baik, kapan kau datang?" tanya Dara.
"baru saja.." sahutnya.
"oh..apa kau mau menemui pak Deva?" tanya Dara.
"tidak.. aku datang untuk menemuimu" jawabnya sambil tersenyum manis.
"haha... kau selalu saja gombal" sahut Dara sambil memukul lengan Dr Rendra.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊ