
"selamat pagi dokter Rendra..." sapaku ketika berkunjung lagi ke tempat prakteknya.
Selama aku belum resign dari kantor, aku bakal sering ketempat Dr tampan tersebut, apalagi kalo bukan untuk meminta surat keterangan.
"selamat pagi Dara...apa kau sakit lagi?" tanya Dr Rendra seolah menyindirku.
"hihiii... maaf dokter.. jika terus terusan meminta bantuanmu" sahutku sambil nyengir kuda.
"sampai kapan kau akan seperti ini?" tanyanya.
"sampai aku yakin untuk resign darisana..." jawabku lesu.
"kau tak bisa menjalankan dua profesi sekaligus.." ujarnya.
"iya dokter... aku akan memikirkannya lagi..."
"hmmm..." gumamnya karena sudah sering dia mendengar kata memikirkan dari mulut Dara.
"terimakasih dokter..." ucapnya ketika Dara menerima sepucuk surat yang selalu dia minta pada dokter keturunan korea indonesia itu.
"oya.. apa kau pemilik akun "Dara Chubby"? tanyanya.
"eh... iya... darimana kau tahu dok?" tanyaku heran.
"kau yang memfollowku duluan!" sahutnya gusar.
"ooohhh.. iyaa... aku baru ingat, jadi itu benar benar akunmu dok?"
"ya.." jawabnya singkat.
"tolong di follback ya dok..." kekeh Dara.
🍮🍮🍮🍮🍮🍮
"Pandu... heh...apa yang kau lihat?? sampai senyum senyum sendiri begitu?" tanya Dora sang manager.
"ah...tidak..." sahutku tapi mataku terus saja menatap ponselku, disana aku melihat foto foto Dara, kini Dara menjadi model beberapa merk ternama beberapa produk kosmetik.
"tapi matamu terus saja memandangi ponselmu itu!" tukas Dora.
"apa kau mau melihatnya juga?" kataku menawari Dora sambil meyodorkan ponselku.
Dora tampak serius mengamati foto foto Dara,
"dia sangat cantik bahkan wajahnya sangat natural" puji Dora.
"tentu saja.. dia kekasihku!" ucapku dengan bangga.
"cih... kau selalu saja menganggap semua model cantik itu kekasihmu!" decih Dora.
"tapi kali ini aku tak asal mengaku, dia memang kekasihku" jawabku.
"ah sudahlah.. buang jauh jauh khayalanmu itu" sergah Dora tak percaya.
"lihat saja nanti.. aku akan membuktikannya" ujarku dengan percaya diri.
🍰🍰🍰🍰🍰🍰
__ADS_1
Dara dan Dr Rendra semakin dekat karena sering bertemu walau statusnya sebagai dokter dengan pasiennya, ditambah lagi mereka saling follow akun sosmed masing masing bahkan sudah bertukar nomor ponsel juga.
Dr Rendra kagum dengan kepribadian Dara yang sangat luwes, wajahnya yang cantik bahkan tanpa dipoles sekalipun membuatnya benar benar jatuh hati tapi Dr Rendra kesulitan untuk mengungkap perasaannya pada Dara, Dr Rendra tidak percaya diri,mana mungkin Dara yang kini seorang model mau menerima dirinya.
Darapun sebenarnya mulai merasakan hal yang sama dengan apa yang Dr Rendra rasakan namun Dara masih enggan berkomitmen, dia masih nyaman sendiri seperti saat ini.
"apa kau sudah pulang kantor?" tanya Dr Rendra melalui pesan Whatsapp pada Dara.
"aku baru saja keluar dari kantor" jawab Dara lewat aplikasi yang sama.
"apa kau sibuk?"
"hmmm.. aku rasa tidak, ada apa dok?"
"ah tidak.. aku hanya ingin mengajakmu makan malam, itupun jika kau mau"
"mau...." balasku dengan cepat.
"baiklah.. aku jemput jam 7 malam ya"
"siaap dok..."
Dara sudah siap di depan rumahnya menunggu jemputan Dr Rendra,
"Dara.. mau kemana nak?" tanya mama yang melihatku sudah rapi dan wangi.
"oya ma... maaf Dara belum pamit, Dara mau makan malam dengan Dr Rendra" jawabku.
"Dr Rendra?" kata mama mengernyitkan dahi.
Aku memang belum pernah cerita siapa Dr Rendra pada mama, aku terlalu sibuk untuk sekedar mengobrol dengan mama.
"owalah..mau sampai kapan kamu memanfaatkan dokter itu?" kata mama.
"ya Allah ma.. aku ga berniat untuk memanfaatkannya.. aku hanya minta tolong padanya" jawabku tak suka.
"tapi nak... caramu salah, sampai kapan kau akan bertahan dengan 2 profesi sekaligus?"
"entahlah ma..aku masih suka bekerja disana..."
Tengah asyik berbincang dengan mama, ada mobil parkir di depan rumahku,sepertinya mobil Dr Rendra. aku melambaikan tangan ke arahnya setelah dia keluar dari mobil mewahnya, Dr Rendra yang melihat aku tak sendirian segera menghampiriku.
"selamat malam tante..." ucapnya dengan sopan lalu menyalami mama.
"malam...apakah ini yang namanya Dr Rendra?" tanya mama sambil menyambut uluran tangannya.
"iya, saya Rendra...." jawabnya.
"saya, Bella.. mamanya Dara..." sahut mama.
"salam kenal tante..."
"oya, kalian mau kemana?" tanya mama basa basi.
"oh...saya mau mengajak Dara makan malam, apa boleh tante?"
"boleh... tapi pulangnya jangan malam malam ya..." jawab Mama.
__ADS_1
"iya.... tante.. terimakasih" sahut Dr Rendra tak henti hentinya dia tersenyum manis membuat wajahnya bertambah tampan.
Aku dan Dr Rendra memutuskan untuk makan di restoran korea, saking cintanya dengan drama korea,aku sampai menggilai segala hal yang berbau korea termasuk makanannya, dan tak sulit bagi Dr Rendra menyesuaikan kesukaanku, karena kebetulan dia juga keturunan korea asli.
"kamu mau makan apa?" tanya Dr Rendra.
"tteobokki..." jawabku dengan sangat antusias, makanan ini selalu saja membuatku ngiler setiap melihatnya dimakan di drakor yang aku tonton.
"baiklah...." jawab Dr Rendra,
Lalu dia memesan dua porsi tteobokki dan dua gelas lemon tea,
"kau memesan tteobokki juga?" tanyaku.
"iya....kebetulan itu makanan favoritku" sahutnya.
"wah... kebetulan sekali, aku juga sangat menyukai nya" sahutku senang.
Kami hanyut dalam obrolan yang hangat sambil menunggu pesanan datang,
"kebetulan sekali...." kata seseorang padaku.
Aku menoleh dan melihat Pandu lagi lagi dia bersama Lala,
Kenapa juga harus bertemu mereka lagi dan lagi? merusak suasana saja! batinku.
"selalu saja kebetulan, kebetulan atau jodoh ya sebenarnya?" kata Pandu lagi dengan sarkasnya.
"cih... siapa yang kau bilang jodoh?" decihku sebal.
"tentu saja kau... setiap makan, aku selalu saja bertemu denganmu, selera kita memang selalu sama" ucapnya sedikit sinis.
"itu hanya kebetulan saja!!!" sahutku makin kesal.
"ehemmmm..." Dr Rendra berdeham.
"oh... maaf, siapa kau? apa kau pacar barunya?" tanya Pandu pada Dr Rendra.
"apa pedulimu? apa kau tak ada pekerjaan lain selain kepo dengan kehidupanku?" sahutku menghentikan Dr Rendra yang hampir berdiri dan hendak menjawab pertanyaan Pandu.
"kau sewot sekali..sepertinya kehadiranku sangat mengganggumu"
"tentu saja mengganggu! bahkan selera makanku jadi hilang setelah melihat wajahmu!" sungutku.
Lala yang sedari tadi diam, menarik tangan Pandu dan mengajaknya keluar dari restoran, dia tak ingin Pandu membuat keributan disini, itu hanya membuat reputasinya makin buruk, mengingat banyak skandal yang dilakukannya.
Aku menghela nafas lega ketika melihat Pandu keluar dari restoran, jika tidak, tak bisa kubayangkan apa yang akan terjadi jika dia masih bertahan disini, emosiku sudah sampai ke ubun ubun rasanya.
"siapa dia?" tanya Dr Rendra yang tampak penasaran sedari tadi.
"dia seorang aktor, apa kau tak mengenalinya?" tanyaku tak percaya.
"tentu saja aku tahu... tapi siapa dia bagimu? kelihatannya kalian sangat dekat" kata Dr Rendra.
"hmm... sebelum dia menjadi aktor, dulunya dia teman sekantor denganku" jawabku.
"benarkah hanya teman?" tanya Dr Rendra ragu.
__ADS_1
Aku bukannya menjawab, malah menatap Dr Rendra dengan heran, apakah sekarang dia sedang cemburu??
🍠🍠🍠🍠🍠🍠