
"assalamualaikum" Pandu memberi salam sebelum masuk rumah Dara.
"waalaikumsalam" sahut mamah.
"mah... Pandu mau ketemu sama Mela"
"masuk aja...Mela baru aja pulang sekolah"
Pandu langsung ke kamar Mela dan mendapati putri kecilnya tersebut sedang bermain di ranjangnya,
"Boleh, om masuk ga?" ucap Pandu.
"gak.." sahutnya dingin.
"kok gak? om kangen sama Mela"
"Mela gak"
"trus gimana donk?"
"om pulang aja, Mela lagi ga mau ngomong sama om!"
"beneran om disuruh pulang?"
"iya..."
"ya udah.. kalo gitu om pulang aja, padahal tadinya om cuma mau pamitan sama Mela"
Raut wajah Mela berubah seketika mendengar kata pamitan dari Pandu, Pandu meliriknya sekilas dan tersenyum kecil.
"maafin om ya..." sambung Pandu.
Pandu berpura pura menjauh dari pintu kamar Mela,
Pandu berhitung dalam hatinya, satu, dua, tiga....
dihitungan ke empat, Mela memanggilnya dan Pandu berteriak dalam hatinya, yesss..
"tunggu..." kata Mela.
Pandu menghentikan langkahnya tanpa menoleh pada Mela,
"om bilang mau pamitan, om mau kemana?"
Pandu berbalik dan mendekati Mela lalu berlutut di hadapan gadis kecil tersebut,
"Om mau pergi..." kata Pandu dengan wajah sendu yang dibuat buat.
"kemana?" tanya Mela dengan angkuhnya,tapi peduli.
"kenapa Mela mau tahu? bukannya Mela sudah ga peduli sama om?"
"ya.... pengen tahu aja!" sahutnya ketus.
"om pasti bakal sangat merindukan Mela"
__ADS_1
"Mela mau nanya sesuatu sama om"
"mau nanya apa sayang?"
"apa benar om ini ayah kandung Mela?"
"hmm..menurut Mela?"
"kata mamih, om ganteng ayah kandung Mela"
"Mela percaya sama mamih?"
Mela hanya menganggukkan kepala dan menunduk kemudian,
"kalo Mela percaya sama mamih, berarti Mela percaya kalo om ayah kandung Mela?"
Lagi lagi Mela menganggukkan kepalanya, dan Pandu tersenyum senang...
"Mela mau manggil om, papi?"
Tanpa menjawab, Mela langsung menghambur ke pelukan Pandu dan menangis, Pandu pun ikut menitikkan airmatanya,
"maafin papi ya sayang...." ucap Pandu sambil mengusap lembut punggung Mela.
Mela tak menjawab, tapi pelukannya terasa semakin erat kepada Pandu,
"maafin papi kalo selama ini ga pernah ada buat Mela"
"sudahlah pi.. yang penting sekarang Mela bisa ketemu sama papi, bicara dan memeluk papi seperti ini saja sudah cukup membuat Mela bahagia"
"papi sayaang banget sama Mela"
"Mela juga pi... jangan tinggalin Mela lagi ya"
"iya nak.. papi janji"
🥮🥮🥮🥮🥮🥮
Sepulang kantor, ada pemandangan tak biasa dirumahku, aku melihat Mela dan Pandu tampak duduk berdua sambil nonton tv.
Rupanya Pandu berhasil meluluhkan hati putrinya, aku sungguh terenyuh melihat kebersamaan mereka.
"assalamualaikum" salamku.
"waalaikumsalam..." sahut Pandu dan Mela bersamaan.
"waah... lagi apa nih? kayaknya seru" kataku bergabung dengan mereka di depan tv.
"nonton spongebob mih" sahut Mela.
"oya mih, papi nanti malam nginep disini ya?"
"nginep?" ulangku sambil melirik Pandu.
"boleh ya miiih..." rengek Mela.
__ADS_1
"malem ini aja ya..." sahutku tak bisa menolak.
"horee..akhirnya bisa bobo sama mamih papi" seru Mela yang membuatku dan Pandu saling pandang.
🥯🥯🥯🥯🥯🥯
Hidupku berubah drastis sejak di umumkannya hubunganku dengan Pandu, kini kemana mana aku harus menyamar agar bisa menghindari sorotan media, sungguh berat menjadi bagian hidup dari seorang aktor terkenal.
Walau begitu, aku sangat menikmatinya, belum lama mengecap manisnya hidup, lagi lagi hubungan kami diterpa prahara.
Netizen dengan keji menyebarkan berita, jika Pandu sedang menjalin kasih dengan seorang janda beranak satu, sungguh hantaman keras untuk hubungan kami.
Bahkan banyak berita negatif yang tersebar tentang diriku, dari hamil diluar nikah, anak tanpa ayah, wanita ****** dan lain sebagainya.
Pandu memang berniat memberitahukan kebenarannya kepada media, tapi aku selalu menghalangi demi karirnya.
Namanya bangkai, meskipun di tutupi dan di sembunyikan, suatu saat akan tercium juga..itulah yang terjadi pada kami, netizen mempertanyakan siapa ayah dari anakku.
"aku akan mengadakan konferensi pers dan membersihkan namamu" ucap Pandu.
"jangan.. biarkan saja berita itu, lambat laun juga akan menghilang"
"tapi kau?bagaimana dengan hati dan perasaanmu?"
"aku baik baik saja"
Semakin lama berita semakin simpang siur bahkan tak sedikit yang menghujat membuat hatiku benar benar terluka, Pandu sudah tidak tahan dengan ulah para netizen tersebut,
Pandu mengadakan konferensi pers mendadak tanpa memberi tahuku terlebih dahulu,
"kalian tahu siapa yang kalian hujat tanpa perasaan itu hah?" seru Pandu lantang dan penuh penekanan di depan ratusan awak media yang selalu haus akan informasi pribadi tentangnya.
"apa kalian tidak pernah berpikir sebelum menjudge seseorang tanpa tahu kenyataannya?"
"kami memang salah, maaf ralat, akulah yang bersalah disini, aku yang memanfaatkan keadaan sehingga kami memiliki anak diluar ikatan pernikahan!!!"
"anak itu murni darah dagingku, Seorang Bintang yang kalian puja puja selama ini, yaaa aku memang memiliki anak diluar nikah!!! yang pantas kalian benci dan kalian hujat adalah aku bukan wanita itu!!!" kini Pandu berteriak dengan airmata di pelupuk matanya.
"dan dia.. wanita yang kalian hujat? apa kalian tahu bagaimana perjuangannya selama ini? walau berawal dari kesalahan, dia tidak sedikitpun berniat menggugurkan janinnya! dia bertanggungjawab atas kesalahan tersebut!!!!"
"dia bukan wanita laknat yang seperti kalian tuduhkan!!!"
"dia wanita yang berhati nurani,merawat janin hingga menjadi bayi dan sekarang tumbuh menjadi anak yang manis!"
"lebih laknat mana seorang ibu yang tega membuang bayinya sendiri bahkan sampai ada yang tega membunuh dengan tangannya sendiri?? berpikirlah sebelum menghujat!!!"
"bijaklah dalam menggunakan media sosial!"
"saya bisa saja menuntut para penghujat tersebut, tapi lagi lagi, wanita berhati lembut yang kalian hujat tersebut malah membela kalian, melindungi kalian semua dan meredam emosiku untuk tidak mengambil tindakan hukum atas apa yang telah kalian semua perbuat!!!!" Pandu benar benar meluapkan uneg unegnya.
Pandu terus saja bernarasi sendiri tanpa jeda dan tanpa menanggapi semua ocehan awak media disana, emosinya sudah membludak, kecewa dengan apa yang terjadi, mereka hanya menyakiti wanitanya, Dara, pujaan hatinya.
Setelah selesai menyampaikan apa yang mengganjal dihatinya, Pandu pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan dari awak media.
Kini hatinya lega, sedang Dara yang melihat Pandu di TV hanya bisa menangis.
__ADS_1
🧁🧁🧁🧁🧁🧁