
Selama 5 tahun lamanya hidup Dara berjalan dengan baik dan bahagia walau dia harus berjauhan dengan mamahnya dan menjalani hidup sebagai single parent, hamil, melahirkan dan merawat sendiri anaknya, mungkin tidak pantas disebut buah cinta karena dilakukan secara paksa, meskipun keduanya masih menyimpan rasa cinta di hati masing masing saat peristiwa itu terjadi.
Dr Rendra sempat ingin menikahi Dara agar dia tak menjadi cemoohan orang lain karena hamil diluar nikah namun Dara menolaknya dengan halus, Dara hanya tak ingin melibatkan oranglain dalam masalahnya.
Sampai detik ini Dr Rendra masih berharap bisa menikahi Dara, jauh di lubuk hatinya, Dr Rendra masih sangat mencintai Dara meskipun kini Dara telah menjadi seorang ibu, bahkan Mela, anak Dara, sangat akrab dan menerima kehadiran Dr Rendra, mungkin karena hanya Dr Rendra saja yang dilihatnya dekat dengan mamanya selama ini.
"Dar.. sampai kapan kamu akan menghindar dari Pandu?"
"selama aku bisa Dok"
"iya tapi sampai kapan kamu harus bersembunyi? apa kamu ga lelah?"
"sebenarnya aku lelah Dok.. tapi cuma ini yang bisa aku lakukan saat ini"
"menikahlah denganku Dara... dengan begitu, Pandu tak akan mengganggumu lagi dan dia tak bisa merebut Mela darimu"
"Dok.... kau pria yang sangat baik dan aku sangat menghormatimu, aku tak ingin memanfaatkan cintamu hanya untuk kepentingan pribadiku"
"aku tidak merasa dimanfaatkan Dar, aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta lagi padaku"
"beri aku waktu Dok..."
"5 tahun tidakkah cukup bagimu untuk memikirkannya?"
"maafkan aku Dok.."
"apa kau masih mencintai Pandu?"
"aku membencinya..."
"Dar..antara cinta dan benci itu, tipis bedanya, yakinkan perasaanmu, dengan siapapun dirimu bahagia, aku akan selalu mendukungmu!"
"terimakasih Dok.. kau benar benar baik padaku, semoga kau menemukan jodoh yang baik pula"
"tapi aku inginnya dirimu" gumamnya dalam hati.
🥨🥨🥨🥨🥨🥨
"Dara...." panggil pak Deva, CEO perusahaan tempatku bekerja dan dia juga kakak kandung dari Dr Rendra.
"iya pak..." sahutku.
"keuangan di kota B sedang bermasalah, apa saya bisa meminta bantuanmu untuk menanganinya? karena hanya kamu yang paling bisa di andalkan saat ini"
"kota B??"
"iya kota B.. maaf jika harus membuatmu kembali kesana lagi" ucapnya penuh penyesalan, pak Deva tahu sedikit ceritaku tentang kota B dan masa laluku dari Dr Rendra.
"emmm....." aku berpikir keras untuk menjawabnya.
__ADS_1
"saya tahu pasti berat untukmu tapi saya sangat membutuhkan bantuanmu, jika tidak cabang disana akan segera ditutup, dan saya akan mengalami kerugian yang sangat besar" jelasnya padaku.
"emhhhh tidak pak, mungkin memang sudah saatnya saya menghadapinya, sudah lama saya menghindari kenyataan"
"saya sangat berterimakasih Dar, karena kamu mau membantu saya"
"sudah menjadi kewajiban saya pak.."
"baiklah.. kapan kau akan mulai bekerja?"
"saya harus mempersiapkan segalanya, kalo minggu depan bagaimana pak?"
"oke.. kau atur saja Dar, sekali lagi terimakasih" ucapnya senang.
Siangnya saat jam istirahat aku menjemput Mela dan mengantarnya pulang kerumah, selama aku bekerja, Mela aku titipkan pada Bik Sani, asisten rumah tangga yang sudah seperti saudara bagiku.
"Mela.. jangan nakal nakal ya dirumah, nurut sama bik Sani, mami balik ke kantor dulu" pesanku pada Mela setelah kami sampai dirumah.
"iya mi.... mami hati hati ya..." ucapnya sambil mencium kedua pipiku.
Sungguh sangat menyenangkan sekali hidupku sejak kehadirannya, tak pernah ku sesali sedikitpun ketika pertama kali aku tahu dia tumbuh dirahimku, walau aku sangat benci caranya datang tanpa permisi, ini semua kesalahan ayah biologisnya sedang dia? dia hanyalah benih tak berdosa yang kini menjelma menjadi gadis lucu yang selalu membuatku bahagia.
Saat kembali ke perusahaan, aku bertemu dengan Dr Rendra lagi,
"Dar.. aku ingin bicara denganmu, kau ada waktu?"
"tentu saja Dok.. ayo keruanganku" ajakku.
"hai kak..." sapa Dr Rendra.
"jangan ganggu karyawanku yang sedang bekerja" ucapnya pura pura marah.
"hahaha..maaf kak, aku hanya mengganggunya sebentar saja" sahut Dr Rendra.
"Selamat siang Pak Deva..." sapaku sambil membungkukkan badan.
"siang Dara... jangan kau ladeni bujang lapuk seperti dirinya" ucap pak Deva sambil tertawa.
"kakk....." Dr Rendra melotot kearah kakaknya yang sedang menggodanya.
"kenyataannya kan begitu, lihat saja dirimu, sudah setua itu masih saja sendiri" sindirnya lagi membuat Dr Rendra makin melotot kearahnya.
Aku merasa tak nyaman dengan ucapan Pak Deva, seakan kata kata itu menampar keras batinku, Dr Rendra tak menikah mungkin saja karena aku, aku jadi merasa iba padanya, dia rela tak menikah sampai sekarang hanya demi menungguku.
"ayo Dar... jangan kau pikirkan ucapan bosmu yang usil itu" ucap Dr Rendra yang melihatku nampak berpikir.
Aku dan Dr Rendra langsung menaiki lift menuju ruanganku di lantai 15,
"Dok.. kenapa kau belum menikah?" tanyaku penasaran.
__ADS_1
"hem.. karena aku belum menemukan orang yang seperti dirimu" jawabnya spontan.
"hah? serius dok!" jawabku dengan gusar.
"hehe...aku belum menemukan orang yang pas untuk mendampingiku"
"bukan karena kau menungguku kan?" ucapku merasa bersalah.
"hei... ini tidak ada hubungannya denganmu, jadi jangan merasa bersalah begitu!" sahutnya dengan santai.
"tentu saja aku merasa bersalah jika kau menyia nyiakan masa mudamu hanya untuk menunggu wanita seperti aku"
"tidak seperti itu... tenang saja.." jawabnya.
Ting...pintu lift terbuka dan kami langsung menuju ruanganku.
"duduklah.. jadi apa yang mau kau bicarakan?" tanyaku to the point.
"wah ruanganmu nyaman sekali ya..." ucapnya sambil melihat seisi ruangan.
"sudahlah jangan basa basi lagi.. aku tahu kau kesini bukan untuk memuji ruanganku"
"yayaya... kau tetap saja tak sabaran!" kekehnya.
"dan kau, tetap saja tak pandai berpura pura Dok!" sahutku ikut terkekeh.
"kata kakakku, kau akan kembali ke kota B?"
"iya... "
"bagaimana dengan perasaanmu? kau siap bertemu dengannya lagi?"
"siap tak siap.. aku harus siap, aku tak bisa bersembunyi selamanya"
"apa rencanamu?"
"aku masih bingung..."
"kapan kau akan pindah?"
"mungkin minggu depan setelah mengurus sekolah Mela"
"baiklah.. minggu depan aku kesini lagi dan akan membantumu pindahan"
"terimakasih malaikatku.." ucapku refleks memeluknya membuat Dr Rendra gelagapan tapi akhirnya dia membalas pelukanku.
"aku akan selalu mendukungmu Dara.." ucapnya sambil mengelus punggungku dengan lembut.
"sekali lagi terimakasih.." ucapku dan kembali mengeratkan pelukanku.
__ADS_1
Aku selalu merasa nyaman dalam pelukan Dr Rendra, dia selalu melindungi dan mendukung setiap langkah yang ku ambil untuk hidupku.
🥪🥪🥪🥪🥪🥪