Seorang Bintang

Seorang Bintang
Sembilan


__ADS_3

Semenjak berpacaran denganku, sikap Pandu lambat laun mulai berubah, dia tak lagi memilih milih dalam berteman bahkan sekarang sikapnya lebih humble dan ramah.


Seminggu memikirkan tentang ajakan agensi tersebut serta dukungan dariku, akhirnya Pandu memutuskan untuk mencoba menerima tawaran mereka, aku senang Pandu mau mencoba hal baru.


"beb... aku terima tawaran itu demi kamu, jadi kamu harus selalu mendukungku"


"siaap beb.. dari awal aku selalu mendukungmu selama itu kegiatan positif" kataku senang.


"makasih sayaang..."


" ya udah.. aku akan menghubungi pihak agensi dulu ya.."


"iyaa... kamu atur aja beb..."


"siap bos..." jawabku.


Secara tidak langsung, aku telah menjadi manager dari calon seorang bintang di masa depan.


Keesokan harinya, aku dan Pandu datang ke kantor agensi tersebut setelah mendapat kesepakatan di telepon kemarin.


"luar biasaa... kau jauh lebih tampan jika dilihat secara langsung..." kata sang pemilik agensi.


"terimakasih.." jawab Pandu.


"oya... kenalkan, saya Bara, pemilik agensi ini" katanya sambil menjabat tangan Pandu.


"Pandu..." jawabnya.


"dan ini Dara, kekasihku" lanjut Pandu.


"oooh... saya pikir dia managermu" kata Bara.


"yaaa, dia kekasih merangkap managerku sekarang , karena dialah aku mau menerima tawaran ini" kata Pandu jujur.


"wah benarkah? kalau begitu, terimakasih yaa sudah meyakinkannya" kata Bara lalu menyalamiku.


"sama sama..." jawabku senang.


🍇🍇🍇🍇🍇🍇


Wajah Pandu yang tampan serta postur tubuhnya yang tinggi, membuatnya mendapatkan banyak penawaran bagus, dari jadi model iklan, ambassador brand kosmetik sampai menjadi pemeran utama dari beberapa judul FTV dan sinteron.


Aku sampai kewalahan menangani kontrak yang terus berdatangan, selama masih rejeki, aku tak memilih milih kontrak dan menerimanya atas persetujuan dari Pandu.


Jadwal syuting yang semakin padat membuat Pandu sering bolos sehingga dia memutuskan untuk resign dari perusahaan tempatnya selama ini mengais rejeki, awalnya Pandu juga menyuruhku untuk resign, tapi aku tak mau, karena memang tak menyita waktuku dengan menjadi managernya, aku hanya perlu datang jika ada apa apa dengan kontrak kerjanya, selebihnya aku masih bisa ke kantor.


Satu minggu di orbitkan, Pandu mulai dikenal masyarakat, Pandu menjadi trending topic di semua sosial media, wajahnya yang tampan bak bintang korea, membuatnya cepat mendapat tempat di hati para penggemarnya.

__ADS_1


"beb... kamu ga kewalahan, ngurusin aku sambil ngantor?" tanya Pandu di sela sela rehat syuting, saat itu aku juga sedang istirahat makan siang.


"ga kok beb.. aku masih bisa handle semuanya..." jawabku.


"jangan sampe kewalahan ya beb.. jaga kesehatan" kata Pandu penuh perhatian.


"kamu yang harus jaga kesehatan beb.. pekerjaan kamu makin banyak, sekarang kamu sudah jadi aktor" kataku mengingatkan.


"semua berkat kamu beb..." kata Pandu lalu mencium keningku.


"ishh...beb... " kataku berusaha menghindari Pandu karena malu diliat kru.


"kenapa? kamu kan pacar aku beb!" kata Pandu kesal.


"iyaa.. tapi jangan dilokasi syuting kali beb.." kataku.


"tauk ah..." Pandu ngambek.


"nanti ya.. kalo syutingnya udah kelar, puas puasin di apartemen kamu" kataku mencoba membuat kesepakatan dengannya agar tidak ngambek lagi.


"beneran ya beb? janji lho!" ucapnya senang.


"iya.. aku janji" sahutku.


🥮🥮🥮🥮🥮🥮


Iklan yang dibintanginya sukses besar apalagi FTV dan sinetronnya yang selalu mendapat rating tinggi, aku ikut senang melihat kesuksesan yang diraih Pandu,kekasihku.


Kesibukannya membuat kami jarang bertemu, bahkan sudah seminggu ini kami tak bisa saling menyapa walau hanya lewat handphone.


Aku memakluminya karena aku tahu, Pandu pasti sangat sibuk sekarang.


🧁🧁🧁🧁🧁🧁


Kesuksesan yang diraih Pandu, membuat pundi pundi rupiahnya kian menggunung, banyak fans yang mulai mengejarnya bahkan ada beberapa artis yang mulai mendekatinya, berita itu di suguhkan hangat di berbagai infotainment, fotonya bermunculan dimana mana membuat Pandu semakin terkenal.


"beb... semua yang ada di infotainment, cuma gosip, jangan percaya ya" kata Pandu yang sedang meneleponku.


"iya beb.. aku percaya kok sama kamu" jawabku, walau tak ku pungkiri, aku merasa terganggu dengan berita berita tersebut.


"makasih beb sudah mau percaya sama aku" kata Pandu lega.


Setelah itu tak ada perbincangan apa apa lagi, dan teleponpun ditutup, Pandu lalu menonaktifkan ponselnya. begitulah seterusnya, dia bisa menghubungiku sedang aku tak bisa menghubunginya duluan, jadi selama ini aku hanya bisa menunggunya menghubungiku.


Kian lama hubungan kami makin renggang saja, sudah lama Pandu tak menghubungiku, akupun tak bisa menghubunginya walau aku sangat ingin, ponselnya selalu saja dinonaktifkan dan yang satu lagi dipegang oleh admin.


Hampir setahun lamanya aku menjadi managernya, karena kontrak yang terus berdatangan, membuatku terpaksa mengundurkan diri menjadi managernya, awalnya Pandu tak setuju tapi dengan berbagai alasan, akhirnya dia setuju juga.

__ADS_1


"aku sudah ga bisa handle pekerjaan kamu, lebih baik kamu cari manager yang profesional beb" kataku,


Setelah sekian lama baru kali ini aku bisa bertatap muka dengannya, hanya sejam saja, tapi aku senang bisa melihatnya dari dekat, kini Pandu mulai berubah, sikapnya dingin padaku mungkin karena kesibukannya yang melelahkan.


"ya.. terserah kamu aja..." sahut Pandu tanpa menoleh kearahku, dia terus saja memainkan ponselnya sedang aku tak berkedip menatapnya, kagum karena ketampanannya berkali kali lipat sekarang.


"nanti aku urus semuanya termasuk mencari manager baru untukmu" kataku.


"ya...." lagi lagi jawabannya singkat dan dia tetap saja sibuk dengan ponselnya. aku kadang merasa aneh, dia bilang sibuk sampai lupa menghubungiku tapi ketika bertemu denganku, tangannya tak pernah lepas dari ponselnya.


"ya sudah kalo begitu... alu balik ke kantor ya..." pamitku ketika melihatnya dingin kepadaku.


"oh ya...maaf ya beb.. aku daritadi sibuk sendiri" katanya.


Aku kembali ke kantor dengan perasaan hampa, Panduku kini sudah berubah, aku tak bisa menyalahkannya karena aku lah yang mendukungnya hingga menjadi seperti sekarang.


🥚🥚🥚🥚🥚🥚


Dika mulai bermain api, dia terlibat skandal dengan beberapa artis, salah satunya Laura,


menurut gosip mereka sedang menjalin kasih setelah beberapa kali tertangkap kamera sedang jalan berdua.


"Pan... gue sayang sama loe" ucap Laura ketika mereka bertemu di sebuah kamar hotel.


"gue juga sayang sama loe" jawab Pandu,


Mereka lalu berciuman dan melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan, Pandu dan Laura menghabiskan malam bersama dikamar hotel berbintang lima tersebut.


Pergaulan dikalangan artis, membuat Pandu mabuk kepayang, dia mulai sering mendatangi klub malam dan **** sudah menjadi candu baginya bahkan dia kerap gonta ganti pasangan, lambat laun Pandu mulai melupakan Dara, kekasihnya yang telah mengantarnya pada kesuksesan yang sekarang diraihnya.


"eh Dar... kamu sama Pandu putus ya?" tanya Gina sahabatku di kantor.


"enggak kok Gin.. kenapa emangnya?"


"kamu ga nonton tipi ya?" tanya Gina heran.


"nonton sih tapi jarang" sahutku.


"gosipnya Pandu sekarang lagi pacaran sama Laura"


"ohh... itu... kata Pandu sih cuma gosip" sahutku seadanya.


"gosip gimana? mereka beberapa kali ke gep wartawan sedang berduaan"


"namanya juga wartawan Gin.. pasti selalu bikin berita jadi heboh" sahutku.


Aku sedikit terpengaruh dengan ucapan Gina ditambah lagi Pandu yang tak pernah lagi menghubungiku, tapi dia tak pernah mengucap kata putus padaku.

__ADS_1


🌰🌰🌰🌰🌰🌰


__ADS_2