Seorang Bintang

Seorang Bintang
Tiga


__ADS_3

Saat bersantai dirumah, aku membuka flashdiskku dan melihat foto foto si Pandu, cowok tampan yang introvert itu. bisa bisanya wajah setampan itu dia anggurin dan dia tidak jengah hidup tanpa menggunakan sosial media,padahal wajahnya punya nilai jual yang tinggi menurut pandanganku,


ini foto pertama yang aku ambil ketika kantorku mengadakan meeting bersama di akhir tahun kemarin.



Pertama kali aku melihatnya di ruang meeting itu, aku langsung jatuh hati... eh maap ralat.. bukan jatuh hati tapi kagum dengan ciptaan Tuhan yang begitu sempurna, pikiranku langsung tertuju pada sosial media miliknya, pasti dia punya jutaan followers yang mengaguminya, tapi ketika aku tanya beberapa teman, mereka bilang si Pandu ini tidak menggunakan sosial media apapun selain WA. wah... hatiku langsung tergelitik akan rasa kepo..aneh sekali anak jaman sekarang tak tergiur oleh dunia maya.


Tidak puas dengan satu foto, setiap ada kesempatan aku mencuri fotonya lagi dan lagi, sampe pada hari itu, aku hampir saja tertangkap basah.


Ternyata selain dia introvert, dia juga sangat menyebalkan, kami selalu saja berdebat setiap kali bertemu.


Aku membuka akun instagramku, terlintas pikiran ingin mengunggah fotonya, aku berpikir keras sampe akhirnya aku memutuskan untuk mengunggah satu fotonya, aku hanya sekedar mengunggah tanpa memberikan caption apa apa.


Baru beberapa menit mengunggahnya, notifikasiku sudah berbunyi dengan cerewetnya, bahkan tanpa captionpun dia sudah menarik perhatian banyak orang, gumamku.


Benar saja, ribuan like dalam beberapa menit bahkan sudah banyak DM yang masuk tapi aku mengabaikannya, aku masih tak tahu akan menjawab apa.


Kubiarkan saja ponselku yang terus saja berbunyi, aku matikan ponselku agar tak menganggu tidurku yang berkualitas.


Sampai di kantor, semua pada heboh,


"gilaa si dara ni mah... ngunggah foto orang tanpa ijin" suara suara sumbang mulai menyudutkanku.


"eh dar....sini!" teriak Gina.


"apaan sih?" kataku menghampirinya dengan bingung

__ADS_1


"eh bisa bisanya kamu unggah foto si Pandu di akun IGmu, gilaaaa!" ucap Gina setengah berbisik.


"oh itu... memangnya kenapa??" sahutku cuek.


"yaelah.. kamu jadi bahan gosip satu kantor tauk!" jawab Gina dengan sewot.


" oh pantes aja mereka ngeliatin aku sampe bola matanya mau keluar" jawabku santai.


"eh emang ga waras nih anak... bisa bisanya kamu santai begini, gimana cobak kalo Pandu tau?"


"iya biarin aja kali..." jawabku cuek,sebenarnya ada rasa takut yang mulai menjalar di hatiku.


"wah main api nih anak... aku ga ikut ikut deh.." kata Gina sambil mengangkat tangannya tanda tak mau ikut campur.


Seharian ini aku bersikap biasa saja seperti tak terjadi apa apa padahal hatiku bergemuruh, takut setengah mati, bahkan Pandu tak melabrakku, mungkin saja hal itu tak mengganggunya,tapi kenapa malah oranglain yang sibuk?


"eh kamu beruntung hari ini, Pandu cuti jadi dia ga tau ada kejadian apa hari ini" kata Gina.


🎂🎂🎂🎂🎂🎂


Sepertinya pagiku kali ini bakal jadi pagi yang sangat suram, setelah kemarin aku selamat karena Pandu yang sedang cuty, kali ini aku tak akan selamat lagi dari amukannya, dan benar saja sampai di kantor, dia langsung menghadangku,


"maksud kamu apaa? unggah fotoku sembarangan?" ucapnya dengan wajah kesal setengah mati.


"eh itu... anu..." jawabku tergagap melihat wajahnya yang kesal.


"anu itu anu itu... jadi bener kan kalo selama ini kamu yang memfotoku diam diam?"

__ADS_1


"maaf..." hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku.


"maaf? itu saja?" cemoohnya.


"maaf.. dan aku akan menghapus postinganku sekarang juga!" jawabku lalu mengambil ponsel yang ada di saku.


"dengan menghapus postinganmu bukan berarti semua masalah selesai!!"


"lalu aku harus apalagi?" tanyaku.


"itu urusanmu.. kau yang mencari masalah!! aku tak mau tahu, kau bereskan semuanya sendiri!" bentaknya membuatku sedikit ketakutan.


Dia pergi begitu saja dari hadapanku membuatku bisa bernafas lega, ketika aku buka akun IGku, banyak DM yang masuk, salah satunya dari agensi ternama yang mengajak Pandu untuk bergabung dengan agensi mereka tanpa casting.


Wah... suatu keberuntungan menurutku, apa aku harus memberitahukan hal ini pada Pandu ya? apa dia bersedia? tapi aku masih takut... takut dibentaknya lagi.


Ku urungkan niatku untuk menghapus fotonya dari akunku, agensi itu lagi lagi mengirimiku DM dan meminta nomor ponselku, entah setan darimana yang merasukiku, aku memberikan nomor ponselku secara cuma cuma,


Tak berselang lama mereka segera menghubungiku,


"maaf Nona Dara, apa anda managernya? siapa nama orang yang kau foto itu?"


"hmmm... anu, bukan... namanya Pandu" jawabku berbelit.


"oke.. apa kami bisa menghubunginya?"


"bisa tapi tidak sekarang" jawabku lalu memutuskan sambungan telepon secara sepihak. takut di telepon kembali, aku menon aktifkan ponselku sementara waktu.

__ADS_1


"aduuuh.. aku harus apa sekarang???" gumamku dalam kebingungan.


🍧🍧🍧🍧🍧🍧


__ADS_2