
Dengan berlinang air mata, ku ucap bismillah dan menanda tangani surat gugatan cerai yang mamah berikan, ya Allah tak pernah aku membayangkan sebelumnya bahwa kisah rumah tanggaku akan berakhir dalam sebuah perceraian, mirisnya hanya karena masalah " sepele ".
Lalu surat yang sama, Pengadilan agama layangkan ke alamat Pandu, entah bagaimana reaksinya mendapat surat cinta dari pengadilan.
tapi jika aku tebak, pasti dia senang karena inilah tujuannya, bercerai! dengan begitu dia bisa menikahi Lala seperti yang di beritakan di TV.
Aku hanya perlu menjelaskan semuanya pada Mela, agar dia tidak ikut ikutan hancur seperti aku, Mela awalnya berontak dan tidak bisa menerima kenyataan jika papi dan mamih nya tidak bisa bersama lagi.
Aku memberinya pengertian jika berpisah adalah langkah yang terbaik, aku pun berjanji kasih sayang akan tetap tercurah untuk Mela dari kami berdua.
Cika dan Dr Rendra sering berkunjung ke rumahku untuk sekedar memberi support dan itu benar benar berarti untukku saat ini, dimana banyak mata yang sedang menyorot masalahku, itulah dampak negatifnya menjadi Seorang Bintang terkenal, hampir tidak memiliki privasi, semua terekspos secara gamblang ke media.
Setiap menonton TV, isinya pasti berita tentang perceraian ku dengan Pandu, sepertinya kabar ini sudah menjadi trending topik bukan hanya di TV tapi di seluruh media sosial.
Aku dan Mela untuk sementara tidak bisa keluar rumah, para pencari berita tersebut selalu stand by di depan rumah.
🔮🔮🔮🔮🔮🔮
Di Kediaman Pandu..
"kenapa kehamilan kamu bisa sampai bocor ke media??" ucap Pandu dengan geramnya pada Lala.
"aku juga tidak tahu sayang!" sahut Lala.
"arrghhh!!! kacau!!" teriaknya frustasi.
"apanya yang kacau? bukankah kau memang menginginkan anak ini?" seru Lala.
"tapi..." suara Pandu tercekat, entah mengapa.
"tapi apa? kau harus segera menikahi ku secepatnya sebelum perutku membuncit!!!" pinta Lala.
"menikahi mu? mana mungkin? aku masih berstatus suami orang!"
__ADS_1
"aku tidak mau tahu! jika kau tidak menikahi ku dalam waktu dekat, aku akan menyebarkan video mesum kita dan tamatlah riwayat serta karirmu!!!" ancam Lala.
"berani beraninya kau mengancam ku hah?" sungut Pandu marah, spontan tangannya mencekik leher Lala.
"bunuh saja aku!! maka darah daging mu akan ikut mati bersama ku!!! hahahaha!!!" ucap Lala lalu tertawa keras, membuat Pandu bergidik ngeri dan melepas cekikan nya di leher Lala.
"apa kau yakin bahwa bayi itu adalah darah daging ku?"
"kau bisa melakukan tes DNA jika memang kau meragukannya!!!" ucap Lala menantang Pandu.
"shit!!!! umpat Pandu.
"kau tidak bisa lari lagi seperti dulu!!!" ucap Lala dengan senyum penuh kemenangan.
"dasar ******!! kau sengaja menjebak ku!!" sentak Pandu.
"menjebak mu? kau bahkan menikmatinya sayang!! kau ketagihan dengan goyangan ku yang lebih nikmat dari goyangan istrimu itu!!"
"jangan kau bandingkan dirimu dengannya!! kalian tidak sama!!!" jawab Pandu tidak terima.
"kembali? hahaha!!! dia masih istriku, tentu saja aku lebih memilih dia daripada kau!!!" sahut Pandu dengan raut penuh kebencian.
"hanya dalam mimpimu!!!!" sungut Lala lalu melemparkan sebuah dokumen yang tadi di terimanya melalui kurir.
Pandu membuka dokumen tersebut dan membacanya dengan seksama, seketika tubuhnya ambruk dan air matanya tak dapat terbendung lagi, betapa tidak, Dara telah melayangkan gugatan cerai padanya.
Pandu memang marah pada Dara, tapi bercerai bukanlah yang di inginkan nya, Pandu akui jika dia sudah kelewatan dengan membawa Lala ke dalam masalah rumah tangga nya dan Lala dengan niat jahatnya malah menjebak Pandu.
Kini Pandu tidak bisa lari dari Lala karena Lala sedang mengandung benihnya, mau tidak mau dia harus mempertanggung jawabkan segala perbuatannya, tapi Pandu masih tidak rela melepaskan Dara, mengingat bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan cinta wanita tersebut.
Mela?? Pandu bahkan melupakan keberadaan Mela..putri cantiknya tersebut sekarang pasti sangat membencinya, Pandu tidak sanggup membayangkan kemarahan dan kekecewaan di wajah Mela.
Pandu luruh dalam sujud nya, memeluk erat dokumen gugatan cerai miliknya, Pandu menangis dan meratapi nasibnya kini, Pandu benar benar hancur dan hanya satu kata yang bersandar cantik di otaknya, "menyesal". tapi penyesalan itu tidak ada gunanya, nasi sudah menjadi bubur!!!
__ADS_1
"kenapa kau malah melankolis begini? cepat tanda tangani surat itu! maka selesai urusan kalian!!" ujar Lala yang tidak suka melihat keadaan Pandu yang terlihat terpuruk.
Pandu tak bergeming, dia tetap menangis dan merentangkan tubuhnya di lantai.
Lala jengah melihatnya dan meninggalkan Pandu seorang diri.
🧣🧣🧣🧣🧣🧣
Sidang pertama, kedua dan ketiga sudah berjalan dengan baik, mediasi tak mampu memperbaiki semua kerusakan dalam rumah tanggaku dan Pandu, maka bercerai lah solusi yang paling tepat,
Pada sidang putusan, aku melihatnya hadir bersama Lala yang perutnya mulai terlihat membuncit, Pandu pasti senang akan memiliki seorang anak lagi, batinku.
Aku hadir dengan di temani oleh Mamah, Cika dan Dr Rendra, mereka semua memberi asupan kekuatan untukku melalui ini semua.
Tatapan Pandu sendu, sesekali tatapan mata kami bertemu, tapi rasa sakit hatiku seakan membuat mataku buta, aku bukan melihat Pandu, tapi setan lah yang terlihat di hadapanku sehingga aku tak dapat melihat sirat kesedihan dari matanya.
Lala setia di samping Pandu bahkan dia tidak sungkan bergelayut manja di lengan kekar Pandu, memamerkan kemesraan mereka berdua membuatku semakin jijik pada Pandu! bagaimana tidak? bisa bisanya dia menunggangi wanita lain di saat aku masih sah menjadi istrinya!
Kini tekad ku sudah bulat, Pandu juga lebih bahagia bersama wanita lain, lalu buat apa aku harus menahannya untuk terus bersamaku? aku harus melepasnya dengan ikhlas agar kami bisa sama sama bahagia. mungkin dia bahagia tapi aku tidak.
Ketukan palu, menyadarkan aku, aku bangkit dari dudukku dengan status baru, "Janda" ....tak ku sangka akan merasakan gelar yang mengerikan tersebut dalam hidupku.
Mamah menuntunku karena rasanya tubuhku tak bertulang, berjalan saja sempoyongan, aku berusaha menahan air mataku agar tidak tumpah di ruang pengadilan, karena aku tidak mau terlihat hancur di depan Pandu ataupun Lala.
Sampai di rumah pun aku tetap harus menahan air mata itu demi Mela, Mela yang sudah menanti kedatanganku, melihatku datang, Mela langsung menghambur ke pelukanku.
"mih..mamih sabar ya! mamih masih punya Mela, Mela janji ga akan nakal lagi!" ucapan Mela seakan menusuk nusuk hatiku, aku tak mampu menahan tangis ku lagi, aku akhirnya menangis dan memeluk Mela dengan erat.
"maafin mamih nak!" ucapku dengan lirih.
"Mela baik baik aja mih, lagi pula kita berdua kan sudah terbiasa tanpa papi sebelumnya dan Mela bahagia walau hanya bersama mamih!" ucap Mela, putri kecilku yang semakin dewasa tanpa aku sadari.
Aku mengecup wajahnya berulang ulang seolah memberi kekuatan padanya, aku tahu dia juga sama hancurnya denganku, impiannya memiliki keluarga yang utuh kini telah sirna.
__ADS_1
"mamih akan bangkit demi kamu nak" janjiku dalam hati.
🗿🗿🗿🗿🗿🗿