
"apa iya aku kurang romantis sehingga Dara belum menerima lamaran ku?" gumam Pandu.
Pandu mulai mencari info di google tentang lamaran romantis, banyak saran di sana, dari liburan romantis dan lain lainnya, sampai Pandu bingung mau memutuskan menggunakan cara yang mana, semuanya terkesan romantis dan bikin baper.
Minggu depan jadwal Pandu untuk manggung, Dara berencana untuk menemaninya, sekarang mereka tidak perlu sembunyi sembunyi lagi, setelah konferensi pers dadakan yang dilakukan oleh Pandu, media sudah tidak pernah mengarang berita buruk tentang Dara ataupun Mela bahkan banyak dari penggemarnya berkomentar positif dan berharap hubungan Pandu dan Dara berlanjut sampai ke pelaminan.
🥖🥖🥖🥖🥖🥖
Dara sangat antusias untuk menemani Pandu manggung karena untuk pertama kalinya dia bisa menemani Pandu bekerja, pekerjaan yang kata orang menyenangkan, hanya nyanyi dan menari saja sudah bisa menghasilkan uang dalam jumlah besar.
Dara membantu Pandu memilih kostum dan menata tatanan rambutnya, Pandu sangat terbantu dengan kehadiran Dara dan tentunya sangat senang ada Dara di sisinya.
"terimakasih sayang.." kata Pandu.
"untuk apa?" tanyaku.
"untuk segalanya..." sahut Pandu mengecup keningku sekilas.
"aku senang melakukannya" sahutku.
"aku beruntung memilikimu"
"dan aku pun sama...akulah wanita paling beruntung di dunia ini, di cintai sang Idola semua kaum hawa" ucapku dengan bangga.
"hahaa.. mulai kapan kau jadi alay begini?"
"mulai jadi fans setiamu!" sahutku sambil mencubit pipinya dengan gemas.
"bagaimana penampilanku?" tanya Pandu yang menggunakan setelan jas hitam dan pernak pernik yang semakin menyempurnakan penampilannya.
"perfect sayang, kau selalu luar biasa di setiap penampilanmu" sahutku.
"semua berkat dirimu..." jawabnya sambil merangkul ku.
"sudah waktunya, cepatlah bersiap!" ucapku melepas rangkulan Pandu.
Ditengah tengah acara, lampu sengaja di matikan dan suasana yang tadinya riuh, langsung hening seketika,
"sungguh aku merasa tak sempurna tanpa dirimu" tiba tiba muncul suara dan aku yakin itu Pandu yang berbicara.
"mau apa dia?" gumamku di belakang panggung.
"aku ingin setiap membuka mata, orang yang pertama kali aku lihat adalah dirimu.."
"karena dirimu lah semangat hidupku, yang selalu mendukungku dalam suka maupun duka"
__ADS_1
"di panggung ini, aku ingin memberitahukan kepada seluruh dunia, bahwa kau hanya milikku, Andhara Bilqis"
Seketika airmataku luruh ketika Pandu menyebut nama lengkapku, aku pun di tuntun untuk menaiki panggung dan Pandu mengulurkan tangannya membantuku naik dan lampupun mulai dinyalakan,
Pandu berlutut di hadapanku dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah, yang isinya pasti sebuah cincin.
"Andhara Bilqis, maukah kau menikah denganku? mengarungi hidup bersama sampai maut memisahkan?" tanya Pandu.
Aku yang sudah speechless sejak tadi, hanya bisa menganggukkan kepala dan airmata yang sudah tak dapat terbendung, mulai deras berjatuhan membasahi pipiku, setelah mendapat jawaban, Pandu menyematkan cincin di jari manisku.
"terimakasih sayang..." ucap Pandu setelah memasang cincin.
Dan di akhiri dengan ciuman lembut dibibirku, di sambut dengan tepuk tangan para penonton.
Sungguh aku tidak pernah menyangka, Pandu akan melamarku didepan para penggemarnya.
Usai acara, aku dan Pandu bergegas keluar lewat pintu belakang, bukan karena apa, hanya saja Pandu kelelahan dan tidak bisa menemui penggemarnya yang sudah berdiri di depan pintu keluar.
"alhamdulillah.. akhirnya bisa keluar dengan selamat" ujarku, kami berdua sudah persis maling saja, hihi.
"apa kita mau ke apartemen?" tanya Pandu.
"sebaiknya kau pulang kerumahmu saja!" sahutku.
"tapi aku masih merindukanmu" katanya sambil mencebikkan bibirnya.
"tapi aku tidak bisa tidur!"
"kau bisa, plis ingat usiamu, jangan manja berlebihan!"
"baiklah!" jawabnya merajuk.
Malam ini kami pulang kerumah masing masing, aku tahu dia sangat lelah, dan butuh istirahat cukup, hari ini sungguh luar biasa, aku pulang dengan cincin di jari manisku.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Sampai dirumah ternyata mamah belum tidur,
"luar biasa, lamarannya sungguh romantis" kata mamah.
"mamah menontonnya?" tanyaku tak percaya, karena mamah jarang menonton TV.
"yaaa... kebetulan teman mamah menelpon dan menyuruh mamah menyalakan TV! ternyata ada acara spesial" jawab mamah.
"maaah..." ujarku malu malu.
"jadi kapan kalian menikah??"
__ADS_1
"tunggu jadwal Pandu senggang mah..."
"hmmm...ya sudah mamah tidur dulu dan kau juga istirahat, jangan senang berlebihan" kata mamah.
"ya ampun maah.. apa aku terlalu menampakkan kalau aku sangat bahagia saat ini?"
"dari tadi tak henti hentinya kau tersenyum sendiri, sudah mirip orang gila di gang depan!" ejek mamah.
"maaamaaahhhh..." sergahku. mamah malah masuk ke kamarnya dan meninggalkan aku sendiri.
Memang, bibirku otomatis tersenyum sejak tadi, apa aku sudah gila?? gumamku.
"ya Allah lancarkanlah segala hajat kami, semoga sesuai harapan, aamiin" doaku dalam hati.
🍔🍔🍔🍔🍔🍔
"cieee yang sudah di lamar..." goda Cika.
"hahaha.. karena kau, dia bisa seromantis itu"
"karena aku? jadi kau harus membayarku sekarang!"
"kau mau dibayar dengan apa?" tanyaku.
"berikan hati Dr Rendra padaku!" ucap Cika. membuatku tertegun.
"apa maksudmu?" tanyaku bingung.
"Dr Rendra memang pacarku, tapi hanya raganya saja dan tidak dengan hatinya" kata Cika dengan raut wajah sendu.
"kenapa kau berkata seperti itu Cik?"
"dia tidak sepenuhnya mencintaiku, di hatinya masih ada kau!"
"kau jangan bicara sembarangan, sejauh yang aku lihat, Dr Rendra sangat perhatian padamu!"
"Dr Rendra memang selalu perhatian pada siapapun!"
"Cik.."
"tolong.. berikan hatinya padaku" Cika mulai menitikkan airmatanya.
"Cika... aku harus apa?" tanyaku ikut ikutan menangis.
"aku juga tidak tahu..." sahutnya.
Aku memeluk Cika agar dia lebih tenang sedang aku sendiri mulai berpikir, bagaimana caranya agar Cika yakin pada cinta Dr Rendra.
__ADS_1
🍞🍞🍞🍞🍞🍞