Seorang Bintang

Seorang Bintang
Sepuluh


__ADS_3

Suatu ketika, aku datang ke acara meet n greet yang diadakan oleh management Pandu di sebuah Mall dikotaku.


Aku kesana dengan harapan bisa bertemu dengan Pandu, jujur aku sangat merindukannya.


Aku sengaja membeli tiket VVIP agar bisa mendapat tempat paling depan, ketika acara berlangsung, aku bisa melihat Pandu dengan jelas, sekilas Pandu juga melihat keberadaanku, kupikir dia akan menyapaku tapi ternyata tidak.


Pembawa acara mulai menanyakan beberapa hal yang bersifat privasi,


"oya Pan..ini banyak pertanyaan dari fans loe, loe single atau sudah punya pacar sih?" tanya MC acara tersebut.


Pandu menebar senyuman manisnya kepada semua fans yang hadir disana, lalu dia menjawab pertanyaan itu,


"hmmm... makasih yaa yang selalu kepo dengan kehidupan pribadiku...." jawabnya sambil terus saja tersenyum lalu melambaikan tangan sejenak, membuat penonton berteriak histeris.


"maunya aku single atau punya pacar?" tanyanya pada penonton.


"huuuu........ single single single" riuh suara penonton memekakkan telinga.


Aku terus saja menatapnya, sungguh sangat tampan.. aku mengagumi kekasihku sendiri.


"sssst.... kalo kalian ga berisik, aku akan jawab" kata Pandu sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya yang merah.


Serentak penonton hening,


Akupun berharap harap cemas dengan jawaban Pandu,


"hmm... aku single....." jawaban Pandu dengan lantang membuat penonton bertepuk tangan dengan senang.


Berbeda denganku, hatiku hancur saat itu, aku tak menyangka Pandu akan menjawab seperti itu, lalu apa artinya diriku baginya?? aku menangis dan berlari meninggalkan kerumunan.


Aku menangis di toilet sejadi jadinya, setelah puas aku mencuci mukaku yang kucel.


Keluar dari toilet, aku melihat seseorang berdiri dengan topi dan syal yang menutupi wajahnya.


Aku melewatinya begitu saja, tapi tangan itu malah menarikku masuk ke dalam toilet lagi,


"ssstt... jangan berisik, ini aku, Pandu" katanya lalu membuka syal yang menutupi wajahnya.


Aku terkejut melihatnya,


"maafkan aku beb... aku terpaksa berbohong" katanya.


Aku tak bisa menjawab, aku masih tertegun melihatnya.


"aku harus berbohong demi karirku" lanjutnya.

__ADS_1


"ya..." jawabku singkat.


"kau marah padaku?" tanyanya yang kini membelai wajahku dengan lembut.


"tidak... siapa aku hingga bisa marah pada seorang aktor sepertimu?" ucapku sarkas.


"kenapa kau berbicara seperti itu?" sahutnya tak senang.


"lalu aku harus bicara apa? aku bahkan tak merasa memiliki kekasih sekarang" jawabku.


"kau tau kan dengan kesibukanku?"


"ya aku tahu.. oleh karena itu aku tak ingin mengganggumu dengan hubungan yang tak berarti ini" ucapku lagi lagi dengan sarkas.


"apa maksudmu?" tanyanya mulai emosi.


"sebaiknya kita putus saja.. itu lebih baik jadi kau tak perlu berbohong lagi pada publik dan kau bisa fokus pada karirmu" jawabku lalu berusaha membuka pintu toilet.


Pandu menutup kembali pintu toilet dengan kasar, membuatku terkejut,


"apa maumu Pan?" tanyaku heran.


"Pan? bahkan sekarang kau memanggil namaku?" katanya.


"Daraaaaa...!!!!" ucapnya dengan lantang.


"apaaa?" sahutku.


"aku tak ingin putus darimu!!!" katanya sambil menghimpitku ke dinding toilet.


"ap.. apa....hmph...." belum selesai bicara Pandu sudah ******* bibirku dengan kasar, dia menggigit bibirku hingga berdarah, aku meringis kesakitan.


"lepas...hmph....kan.... Pan...hmpphhh du" kataku meronta dan berusaha mendorong Pandu.


Merasa dilecehkan, aku kembali mendorong Pandu sekuat tenagaku, akhirnya Pandu melepas ciumannya dan tubuhnya menabrak dinding toilet.


"auw...kau kenapa bersikap seperti ini Dara?" katanya sambil memegangi punggungnya yang sakit terbentur.


"kau sudah berubah.. kau bukan Pandu yang dulu aku kenal" ucapku sambil menangis.


"lalu apa maumu?"


"aku mau kita putus!"


"baiklah kalau itu maumu, kita putus sekarang!!!" jawabnya lalu keluar dengan membanting pintu membuat degup jantungku tak beraturan.

__ADS_1


Aku keluar dari toilet dengan penampilan acak acakan dan bibir yang bengkak, sepanjang jalan aku hanya menangis, terlalu sakit hatiku kali ini.


🍔🍔🍔🍔🍔🍔


"Dar... kamu baik baik aja?" tanya Gina yang melihatku terus saja melamun dan tak fokus pada pekerjaanku.


"aku tak apa..." jawabku tanpa mengalihkan pandanganku yang kosong.


"kamu jangan bohong Dar... aku tahu pasti kalo kamu lagi ada masalah, apa kau tak percaya lagi padaku?" tanyanya.


"aku putus dengan Pandu..." jawabku kemudian disusul dengan airmataku yang jatuh tanpa aku sadari.


" apaaaaa? kok bisa?"


"bisa saja Gin..." sahutku.


"bukannya selama ini hubungan kalian baik baik saja?" ucap Gina heran.


"baik baik saja itu kataku, tapi kenyataannya tidak" jawabku.


Gina menarikku ke dalam pelukannya dan berusaha menenangkan aku,


"dia sudah berubah Gin..." kini aku sesenggukan dipelukannya.


"sabar ya Dar...aku yakin kamu bisa melewati semua ini..." kata Gina mengelus punggungku mencoba memberi kekuatan.


Aku mengangguk pelan dan terus saja menangis menumpahkan segala kesedihanku selama ini.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄


Hari libur bekerja, aku bersantai dirumah, iseng iseng aku menyalakan tipi dan mulai nonton, aku bosan dan memindah mindah channel secara acak sampai pada salah satu stasiun tipi yang sedang menayangkan berita hot tentang Pandu.


Aku melotot melihat beberapa gambar yang di blurr, tapi aku masih melihat dengan jelas jika yang di gambar itu adalah Pandu, tampak dia sedang menggandeng seorang wanita yang juga seorang artis.


Aku muak dengan beritanya lalu aku mematikan tipi dan masuk ke kamarku.


Aku meraih ponselku dan melihat lihat isi galeri, foto fotoku berdua dengannya dan beberapa foto foto Pandu sebelum dia menjadi aktor.



Aku kembali menangis mengingat moment indah bersamanya, di kantor, di pantai, di mall bahkan di apartemen miliknya.


Sampai kapan aku harus terus terpuruk? batinku bergejolak.


🍞🍞🍞🍞🍞🍞

__ADS_1


__ADS_2