
Akhirnya, hari ini datang juga. hari dimana keysa bisa menjalani kehidupannya seperti anak sebaya.
Sudah kesekian kalinya, keysa mematut diri di depan cermin. Seragam ini seolah benar-benar di buat untuknya.
Dengan beberapa sentuhan kecil pada wajahnya, keysa tampak sempurna untuk menjalani hari pertama.
Keysa menambahkan pita kecil sebagai hiasan di kepala.
"sayang, ayo sarapan dulu." Panggil kanaya dari balik pintu. Buru-buru keysa membuka pintunya.
"gimana mah?" keysa meminta pendapat kanaya untuk penampilannya hari ini.
"astaga sayang, kamu cantik banget." Puji kanaya dengan mata berbinar.
"serius mah?" tanya keysa tak yakin.
"ayo ikut mama." Kanaya menarik tangan keysa untuk turun ke ruang makan. Dimana kevin dan kafian sudah menunggu.
"liat, anak siapa nih?" seru kanaya, kafian dan kevin lantas menatap ke arah sumber suara. Keysa muncul dari balik punggung kanaya.
"cantik banget anaknya papa." Puji kafian dengan senyuman hangat.
"rok nya kependekan." Protes kevin, rok yang keysa pakai hanya menutupi setengah pahanya.
Dalam hati, keysa menyetujui ucapan kevin.
"tapi ukuran rok nya emang segitu, gak ada yang lebih panjang lagi." Ucap kanaya.
"coba kaos kakinya ganti sama stoking yang lebih panjang." Usul kevin, sungguh ia tidak rela jika kaki jenjang keysa harus di pertontonkan pada publik.
"oke." Balas keysa. saat ia hendak kembali ke kamar, kanaya mencekal tanganya.
"mending sarapan dulu, udah sarapan baru deh ganti."
"oke." Lagi-lagi hanya itu yang di ucapkan keysa.
"karena sekarang keysa udah satu sekolah sama kamu, berarti kamu harus jagain keysa, kalo ada apa-apa langsung bilang ke papa." Ucap kafian di sela-sela mengunyah makanan.
"iya pah." Jawab kevin patuh.
"bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut, inget kamu lagi bawa keysa." timpal kanaya.
"iya ma, kevin bakal hati-hati."
Sesudah sarapan, keysa kembali ke kamarnya untuk mengganti kaos kaki sebatas mata kaki dengan stoking yang lebih panjang, sesuai yang kevin minta.
"aku berangkat dulu." Pamit keysa.
"hati-hati di jalan."
Sepanjang perjalanan, kevin tidak pernah melepaskan tangan keysa, ia hanya mengemudi dengan satu tangan.
"apa ga bahaya kalo nyetir pake satu tangan?" tanya keysa.
"tenang aja, udah pro bukan noob lagi." Balas kevin yang pandanganya tak lepas dari jalanan.
Sesampainya di sekolah kevin langsung memarkirkan mobilnya di tempat biasa, pagi ini parkiran begitu ramai.
Kevin keluar lebih dulu, kemudian membukakan pintu untuk keysa.
Keluarnya keysa dalam mobil kevin menjadi sorotan, apalagi dengan kevin yang menggandeng lengan gadis itu. Membuat bisik-bisik orang semakin menjadi.
"itu pacarnya kak kevin kah? Ko baru liat ya?"
"anak baru kali."
"kalo bukan pacarnya, mana mungkin kak kevin gandeng tu cewek."
"seangkatan kak kevin kah?"
"ga tau."
Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke ruang kepala sekolah, keysa dan kevin terus menjadi sorotan, dan itu membuat keysa tidak nyaman. Keysa melepaskan genggaman tangan kevin, dan sedikit menjaga jarak.
Tapi kevin kembali meraih tangan keysa untuk ia genggam. "kenapa di lepas?" tanya kevin.
"mereka liatin aku terus." Jawab keysa setengah berbisik.
Kevin mengedarkan pandanganya ke sekitar, ternyata benar mereka memang sedang menjadi pusat perhatian. Kevin melayangkan tatapan tajam supaya orang-orang itu berhenti menatap ke arah mereka, dan itu terbukti ampuh.
Kevin dan keysa sudah berada di kantor kepala sekolah. kanaya lupa memberi tahu keysa di tempatkan di kelas mana, terpaksa lah mereka harus kesini dulu.
Kevin mengetuk pintu sebelum masuk. Setelah ada instruksi dari dalam, barulah mereka berdua masuk.
__ADS_1
"selamat pagi pak." Ucap kevin dan keysa sopan dengan badan yang sedikit mereka bungkukan.
"selamat pagi, silahkan duduk." Ucap pak amar yang merupakan kepala sekolah di SMA BAKTI MUDA.
"ada perlu apa?" tanya pak amar.
"begini pak, sebelumnya perkenalkan dia keysa, anak baru di sekolah ini yang baru saja daftar kemarin." Ucap kevin memberi jeda.
"ohhh.. jika saya tidak salah ingat, kamu ini anaknya bu kanaya? Apa betul?" tanya pak amar pada keysa. "iya pak." Jawab keysa.
"berarti kalian ini adik kaka?" tanya pak amar lagi. Kevin mengangguk "iya pak."
"ibu saya lupa ngasih tau keysa ada di kelas mana, jadi kita kesini mau nanya letak kelas nya pak." Jelas kevin.
Kebetulan kevin cukup dekat dengan pak amar karena orang tuanya yang tidak lain merupakan salah satu donatur sekolah.
"ohhh begitu, sebentar ya." Pak amar mulai membuka map biru yang berisikan data diri keysa yang kebetulan masih ada di mejanya.
"atas nama keysa lasanova, di kelas 11 ipa 2. Wali kelas nya ibu astri " Ujar pak amar. "sebentar saya panggilkan dulu." Pak amar menekan beberapa tombol angka pada telfon nya, tak lama panggilan itu terhubung terbukti saat pak amar mulai berbicara dengan seseorang di sebrang sana. "saya tunggu di ruangan saya." Setelah mengatakan itu, pak amar langsung menutup telfon.
"ada beberapa peraturan tata tertib yang harus kamu taati selama bersekolah disini, jika ada yang kurang kamu pahami bisa langsung tanyakan." Pak amar memberikan satu lembar kertas bertuliskan tata terbib yang ia maksud.
Satu persatu keysa baca dengan seksama, peraturan disini tidak terlalu banyak dan tidak seketat apa yang keysa bayangkan.
"dan ini, ada beberapa ekstrakulikuler yang mungkin kamu minati, salah satu peraturan di sini semua siswa wajib mengikuti satu ekstrakulikuler, jika tidak maka rapotnya akan di tahan oleh wali kelas." Jelas pak amar, ia memberikan satu lembar kertas lagi.
Sekiranya ada 23 ekstrakulikuler yang tercantum, diantaranya.
Paskibra
Pramuka
Pmr
Pks (pasukan kemanan sekolah)
Kir (kelompok ilmiah remaja)
Basket
Voly
Futsal
Bulu tangkis
Tenis meja
Karate
Tekwondo
Paduan suara
Seni musik
Seni tari
Melukis
Cheerleaders
Judo
Balet
Teater
Memanah
berkuda
Sepertinya keysa akan mengambil ekskul seni musik, ia cukup mahir dalam bidang itu.
Tak lama terdengar seseorang yang mengetuk pintu.
"silahkan masuk." Ujar pak amar.
Keysa sedikit terkejut kala melihat sosok bu astri yang sedang berdiri di sebelahnya. Bu astri juga tak kalah terkejutnya dengan keysa.
"bu astri, ini murid baru yang saya maksud, tolong di bimbing." Bu astri dan keysa saling memandang satu sama lain, ternyata bu astri adalah orang yang sama yang selalu mengajarnya di rumah. Ia kira hanya namanya saja yang sama.
"mungkin kalian bisa langsung ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi beberapa menit yang lalu." pak amar melirik jam yang terpasang di pergelangan tanganya.
__ADS_1
"baik pa, mari keysa saya antar ke kelas."
Mereka bertiga berlalu meninggalkan ruangan kepala sekolah.
Kevin dan keysa berpisah di dekat tangga, keysa di lantai dua dan kevin di lantai satu.
"semangat belajarnya." Ucap kevin sebelum benar-benar pergi dari sana.
"kaka juga." Balas keysa.
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
Sesampainya didepan kelas 11 ipa 2, keysa di landa rasa panik yang teramat sangat, kakinya gemetar, taganya mengeluarkan keringat begitupula dengan pelipis nya, wajahnya berubah jadi pucat pasi.
Bu astri masuk ke dalam kelas tanpa tau bahwa keysa masih mematung di tempat, setelah sadar keysa hanya berdiri di samping pintu, bu astri memberikan kode supaya keysa masuk ke dalam kelas.
Keysa mulai memberanikan diri, di tariknya nafas dalam-dalam kemudian ia hembuskan secara perlahan, kakinya mulai memasuki area kelas walau gemetar masih ia rasakan.
"selamat pagi anak-anak." Sapa bu astri di depan kelas tepat di samping keysa berdiri.
"pagi bu." Jawab mereka serempak, pandangan mereka tak bisa lepas dari sosok yang ada di samping bu astri.
"nah hari kini, kita kedatangan teman baru. Silahkan perkenalkan diri kamu."
Keysa semakin gugup, ia tak berani menatap ke arah depan, kedua tanganya tak henti meremas pinggiran rok hingga kain itu berubah jadi kusut.
"key." Bu astri menepuk pundak keysa karena gadis itu masih bungkam.
Wanita yang baru memasuki umur 30an itu panik saat melihat wajah keysa yang sangat pucat.
"kamu sakit? Kita ke uks aja kalo gitu." Ujar bu astri masih dengan raut paniknya.
"engga bu, cuman gugup aja." Jelas keysa.
Bu astri memaklumi ke gugupan keysa karena ini pertama kalinya ia berada di hadapan banyak orang.
"coba tarik nafas, tahan sebentar terus keluarin perlahan. Biasanya itu cukup ampuh buat ngurangin rasa gugup."
Bisik bu astri, keysa melakukan apa yang wanita itu katakan.
Memang bisa mengurangi rasa gugup walau hanya sedikit. Keysa mengangkat kepalanya perlahan, semua arah pandang tertuju padanya, keysa berusaha untuk tersenyum kemudian memperkenalkan diri.
"halo semuanya, kenalin nama aku keysa lasanova, salam kenal." Ucap keysa dalam satu tarikan nafas.
"salam kenal juga." Balas mereka serempak.
"nah sehubung kursi yang kosong cuman ada satu, kamu bisa duduk disana." Bu astri menunjuk kursi yang terletak di bagian belakang, di sebelah laki-laki yang ketika tersenyum,matanya membentuk bulan sabit. "ga papa kan bi kalo sebangku sama cewek?" tanya bu astri pada laki-laki itu.
"ga papa bu, seneng malah bisa punya temen sebangku." Sahutnya dari arah belakang.
"ya pasti seneng lah temen sebangkunya aja bening begini." Celetuk seorang laki-laki yang duduk di depan seseorang yang bu astri pangil dengan sebutan 'bi'
Sorak soray langsung memenuhi ruangan.
"cie biya..."
"eh sudah-sudah, kalian ini malah gaduh." mereka langsung bungkam.
"silahkan kamu duduk di sana." Bu astri mempersilahkan keysa.
"eh bentar gw lap dulu." Saat keysa hendak duduk di kursinya, biyan mengeluarkan tisu membersihkan kursi yang akan keysa tempati, karena cukup berdebu akibat belum pernah terpakai.
"makasih." Ucap keysa kala biyan sudah mempersilahkannya duduk. "Sama-sama."
"kenalin, gw bima ketua kelas di sini, kalo ada apa-apa lo bisa bilang aja ke gw, ok." Ucap bima yang duduk tepat di depan biyan.
"iya, sama kenal." Balas keysa dengan senyum ramah.
"bima, kenalan nya nanti saja, sekarang kita belajar dulu." Ucap bu astri. Bima kembali menghadap kearah depan. "iya bu." Ujarnya
"sekarang kita bahas bab baru, yaitu tentang?"
"vektor." Jawab seluruh murid.
"keysa sudah ada buku paket nya belum?" tanya bu astri.
"belum bu."
"biyan, bukunya berdua dulu sama keysa."
"baik bu."
Biyan meletakan buku paket nya di tengah-tengah supaya keysa juga bisa melihat soal mana yang akan bu astri jelaskan.
__ADS_1