She Is Mine

She Is Mine
part 15 Kevin manja


__ADS_3

Perjalanan pulang terasa hening, tidak ada yang bersuara satupun. Kevin fokus menyetir, sedangkan keysa? sedari tadi hanya memperhatikan gedung-gedung yang mereka lewati lewat kaca mobil.


Untung saja keysa memakai sabuk pengaman, jika tidak, sudah di pastikan kepalanya akan terpentok dashboard mobil saat kevin menginjak pedal rem sekaligus.


Entah apa yang embuat laki-laki itu tidak fokus.


“kenapa kak?” tanya keysa penasaran, tapi tak mendapat jawaban dari kevin. mood laki-laki itu benar-benar sedang buruk.


Kevin kembali mengemudikan mobilnya dengan hati-hati.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Sampailah mereka di rumah dengan selamat. Saat keysa hendak membuka pintu mobil, pintu itu terkunci. Keysa menatap kevin dengan tatapan heran. Yang di tatap malah sibuk menatap ke arah depan.


“kak.” Keysa menepuk bahu kevin, berusaha menyadarkan laki-laki itu ke alam nyata. Dan itu berhasil, kevin balik menatap ke arahnya.


Di ambil nya tubuh keysa kemudian ia letakan di pangkuannya.


Keysa di buat semakin bingung. Kakanya ini kenapa?


Kedua tanganya ia letakan di pinggang keysa,kemudian menjatuhkan keningnya di bahu gadis itu.


“cowok tadi namanya siapa?” tanya kevin dengan suara lirih.


“yang mana?” tanya keysa dengan lembut, gadis itu peka jika kevin sedang merajuk.


“yang tadi duduk sebangku sama kamu.” Nada suara kevin semakin lirih.


“oh, namanya biyan, kenapa?” di usapnya rambut kevin dengan pelan.


“besok jangan duduk sama dia lagi ya? Kamu tukeran tempat aja sama yang lain.” Kevin memeluk keysa dengan era, sambil mendusel-dusel leher gadis itu.


“iya.” Jawab keysa.


“bener ya.” Ucap kevin.


“iyaaaaaa.” jawab keysa dengan nada panjang


“mau disini terus?” tanya keysa. Yang di tanya hanya menganggukan kepala seperti anak kecil.


“masuk ke dalem yu, aku laper.” jika tidak beralibi. Mereka berdua akan terus di dalam mobil dengan waktu lama dan posisi yang sama.


“yaudah.” Kevin mengangkat kepalanya, sepertinya mood laki-laki itu sudah membaik.


Kevin keluar terlebih dahulu, di susul keysa.


“mari tuan putri.” Kevin menengadahkan telapak tanganya ala-ala pangeran ketika mengajak berdansa dengan sang putri.


Keysa menerima uluran tangan itu dengan senang hati.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Di bukanya pintu utama yang langsung di sambut bi lala dengan pelayan yang lainnya.


“mama kemana bi?” tanya keysa sambil celingukan.


“nyonya sedang menghadiri acara temannya.” Jawab bi lala sopan. Mendapat jawaban itu, keysa hanya menganggukan kepala.


Sebelum makan, keysa dan kevin memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, tentunya di kamar masing-masing.


Setelah membersihkan tubuh, mereka berdua turun ke lantai dasar untuk makan bersama.

__ADS_1


Hari ini kevin benar-benar aneh. Mengclaim keysa sebagai pacarnya, memanggilnya dengan sebutan aku kamu, tiba-tiba merajuk, dan sekarang ia tidak ingin jauh-jauh dari keysa. Mereka duduk di kursi yang di rapatkan.


“besok kamu pake celana aja.” Celetuk kevin di sela-sela makan. Keysa yang hendak meyuapkan satu sendok nasi ke dalam mulutnya tergantung begitu saja di udara.


“maksud kaka?” tanya keysa, Ia kembali meletakan sendoknya di atas piring, menaruh atensi penuh pada kakanya.


“besok ganti rok seragam nya sama celana panjang aja.” Jelas kevin.


“kok gitu?” tanya keysa heran, kakanya ini ada-ada saja. Itu akan semakin membuat keysa di tatap orang-orang disekolah.


“rok kamu kependekan, mending pake celana aja. Lebih leluasa buat gerak.”


“emang boleh?”


“ga boleh sih, kita nawar aja ke pak kepsek.”


Nawar? Kevin pikir dia sedang berbelanja di pasar tradisional? Aturan sekolah mana bisa di tawar.


“kaka ada-ada aja deh.” Keysa geleng-geleng kepala tak mengerti jalan pikir kevin.


“habisnya, cowok-cowok di sekolah liatin kamu terus.”


Merajuk mode on.


“suka-suka mereka dong, mereka punya mata.” Keysa mengedikan bahunya.


“nanti aku colok mata mereka yang berani liatin kamu.” Gerutu kevin, ia menusuk-nusuk daging yang ada di piringnya menggunakan garpu dengan bibir yang di majukan. Lagi-lagi, keysa hanya geleng-geleng kepala.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Setelah makan, mereka menghabiskan waktu di kamar keysa dengan menonton film disney.


Kevin menjadikan paha keysa sebagai bantalannya.


“usapin.” Kevin mengambil sebelah tangan keysa, kemudian di letakan di atas kepalanya.


“ada yang mau aku tanyain.” celetuk keysa di saat tanganya sibuk mengusap rambut kevin.


“hmmm.” Balas laki-laki itu dengan gumamam


“kenapa kaka ngakuin aku sebagai pacar?”


“biar ga di deketin terus sama si salsa, risih banget tiap hari di ganggu dia.” Jawab kevin capat.


“salsa?” beo keysa.


“yang tadi di kantin nyuruh kamu pindah tempat duduk.”


Jelas kevin. oke, keysa harus mengingat nama itu.


“salsa itu mantannya kaka?” tanya keysa lagi. Ia akan mengorek informasi sebanyak mungkin, bukan karena ingin mencampuri urusan kevin. tapi ketika kevin mengclaim dirinya sebagai pacar, otomatis ia akan berurusan dengan perempuan itu, setau keysa di film-film suka begitu.


“bukan, dia cuman temen sekelas.” Kevin sedikit menjauhkan wajahnya dari perut keysa. Menatap gadis itu dari bawah. “kalo di sekolah pake aku kamu aja ya, gausah pake meble-embel kaka.” Tatapan kevin benar-benar memohon.


“iyaaa..” apa keysa bisa menolak? Tidak, dia tidak bisa.


“kak renal kenapa bisa kenal sama aku?” tanya keysa lagi. Padahal tadi jelas-jelas keysa belum menyebutkan namanya. Tapi renal sudah tau duluan.


“waktu itu dia pinjem hp kaka, karena wallpaper nya foto kamu, dia nanya-nanya terus kaka asbun aja bilang kalo itu foto pacar, biar ga di sangka jomblo ngenes.” Kevin menceritakan awal mula kejadian di mana dia sudah mengclaim keysa sebagai pacar pada teman-teman terdekatnya.


Keysa hanya manggut-manggut saat mendengar penjelasan kevin.

__ADS_1


Kevin kembali ke posisi semula, menelusupkan wajahnya di perut keysa.


“usapin lagi.” Kevin kembali menaruh tangan keysa di kepalanya.


“besok jangan lupa buat pindah duduk.” Kevin kembali membahas tempat duduk. Tanganya dia lingkarkan di pinggang keysa dengan kepala yang tak hentinya bergerak kekiri dan kekanan, menimbulkan rasa geli.


“shhh kak, kaki aku kesemutan deh.” Kevin sudah lama berada di pangkuannya sampai kaki keysa kesemutan.


“gantian.” Giliran kaki kevin yang menjadi bantalan keysa.


Keysa kembali fokus pada film yang ada di depannya.


Kevin meraih satu tangan keysa untuk dia genggam.


Cup..


Satu kecupan mendarat di punggung tangan keysa.


“hari ini kaka aneh banget.” Gumam keysa tapi tidak terdengar oleh kevin.


Laki-laki itu sibuk membandingkan telapak tanganya dengan telapak tangan keysa yang ternyata begitu kecil di banding tanganya.


“jari tangan kamu ko kecil banget.”


“ga tau, tanya aja sama tuhan.”  Celetuk keysa asal.


Kevin kembali memperhatikan jari jemari keysa sesekali meremasnya, ia jadi membayangkan jika suatu saat dia yang memasangkan cicin di jari yang tengah ia genggam. Bukan cincin biasa, tapi cincin yang bisa mengikat mereka berdua dalam bahtera rumah tangga.


Tanpa disadari, keysa malah tertidur di pangkuan kevin. kini bukan lagi keysa yang menonton film, tapi film yang menontonnya.


Kevin memperhatikan wajah damai keysa yang tengah tertidur, senyuman kecil terbit di bibir kevin. Wajah ini yang ingin ia lihat ketika pertama kali membuka mata dari tidurnya di masa depan nanti.


Lama mengamati wajah keysa. kevin mengubah posisi tidur gadis itu supaya lebih nyaman.


Kevi ikut berbaring di samping keysa, menyusul adiknya ke alam bawah sadar. Di kecup nya bibir keysa sebelum ia menutup mata.


“selamat tidur princess.”


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Keysa terbangun, dilihatnya jam yang menunjukan pukul dua dini hari. Di sampingnya ada kevin yang masih nyenyak tertidur.


Karena pergerakan keysa, kevin ikut terbangun.


“mau kemana?” gumam kevin dengan suara serak, matanya belum terbuka sepenuhnya.


“mau ngambil minum, haus.” Kevin langsung membuka matanya lebar-lebar, mengambilkan gelas yang sudah terisi air mineral di atas nakas.


“makasih.” Keysa meneguk air itu sampai tingggal sisa setengah. Di simpannya gelas itu ke tempat semula oleh kevin


“tidur lagi.” Ujar kevin, ia kembali menarik selimbut sebatas dada.


“udah ga ngantuk.” Mungkin jam tidur nya sudah tercukupi, jadi keysa merasa tidak lagi mengantuk.


“tidur lagi sayang.” Kevin melingkarkan sebelah tangannya di perut keysa, kemudian menarik gadis itu supaya kembali tertidur di sampingnya.


Kevin semakin menarik perut keysa hingga punggu gadis itu bersentuhan dengan dadanya.


“aku masih ngantuk yang, tidur lagi ya.” Ucap kevin dengan nada pelan, mungkin sebentar lagi laki-laki itu akan kembali ke alam bawah sadar.


Kevin mencari-cari tempat nyaman di sekitar leher keysa, setelah di dapat laki-laki itu benar-benar kembali menyambung mimpinya.

__ADS_1


Sedangkan keysa?


“kaka lagi ngigau kali ya. Saking kelamaan ngejomblo.” Ucap keysa dalam hati


__ADS_2