She Is Mine

She Is Mine
part 16 nebeng


__ADS_3

Pagi telah tiba, kevin pindah ke kamarnya untuk siap-siap berangkat ke sekolah. Setelah siap, kevin turun ke bawah untuk sarapan.


Ternyata di meja makan belum ada siapa-siapa. Mungkin masih siap-siap. Sambil menunggu, kevin mengeluarkan benda pipih sejuta umat, membaca pesan group yang di kirim teman-temannya semalam.






Kanaya datang bersama kafian, di ikuti keysa dari belakang.


“pagi.” Sapa kevin dengan senyum cerah. Ia meletakan ponselnya di atas meja.


“tumben udah ada di meja makan, biasanya kamu yang paling terakhir dateng.” Ujar kafian, ia duduk di kursi bagian ujung, kursi khusus untuk kepala keluarga.


Kevin mengedikan bahunya “kebetulan.”


“mama semalem pulang jam berapa?” tanya keysa yang sudah duduk di samping kevin.


“jam 8, habis dari acara temen, mama langsung ke kantor nya papa.” Jelas kanaya. Keysa hanya menganggukan kepala.


Datang lah para pelayan membawakan nasi beserta lauk pauk nya.


“selamat menikmati.” Ucap bi lala selaku kepala pelayan di rumah ini.


Mereka semua  menikmati sarapan yang telah di buatkan koki.


“kevin.. besok-besok kamu tidur di kamar sendiri, walaupun kalian kaka adik, tapi kalian udah dewasa, gaboleh tidur satu kamar lagi.” Ujar kafian, kevin tersedak makanannya sendiri.


Sehabis pulang dari kantor, kafian ingin langsung mengistirahat dirinya di kamar, kamar kevin dan kamanya bersebalahan, ketika kafian melewati kamar kevin, pintu kamar tidak tertutup dengan rapat, di dalam pun sangat gelap karena lampu yang tidak di nyalakan.


Ia fikir kevin menginap di rumah temannya, tapi setelah bertanya pada bi lala, dari sepulang sekolah kevin berada di kamar keysa.


“iya pah, kemarin ga sengaja ketiduran.” Jawab kevin patuh.


Selesai sarapan, mereka berangkat. Kafian dan kanaya berangkat ke kantor, keysa dan kevin berangkat ke sekolah.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Menggenggam tangan keysa sepanjang perjalanan akan menjadi kebiasaan kevin untuk kedepannya.


Ia tidak membiarkan tangan keysa menganggur.


Kevin benar-benar memiliki mood yang bagus hari ini, sepanjang perjalanan ia terus bernyanyi mengikuti alunan lagu, begitupun dengan keysa. suasana di mobil tidak hening seperti kemarin.


Hingga Sampailah mereka di sekolah.


“kamu inget kan yang kamarin aku bilang?” tanya kevin sebelum mereka keluar dari mobil.


Keysa berfikir sejenak.


“pindah duduk.” Seharian kemarin keysa terus di ingatkan dengan hal itu.


“pinter.” Kevin mengusap pucuk kepala keysa dengan senyuman yang teramat manis.


“apa lagi?” tanya kevin.


“jangan dulu ke kantin sebelum di jemput.”


“lagi?” kevin bertanya kembali.


Keysa mencoba mengingat-ngingat kembali perkataan kevin kemarin. “pake panggilan aku kamu.” Ucap keysa.


“tapi kalo mau manggil sayang juga boleh.”  Celetuk kevin.


“aku kamu aja deh.” Menggunakan kata aku kamu saja keysa sudah kaku seperti ini. Apa lagi memanggil kevin dengan panggilan sayang.


“coba panggil sayang sekaliiiii aja.” Pinta kevin.


“ga mau.” Tolak keysa.


“sekaliiii aja.” Ucap kevin dengan wajah memelas.


Keysa menarik nafas dalam-dalam “sayang..” panggil keysa dengan pelan.


“ga kedengeran, yang jelas dong.” Kevin mendekatkan telinganya. Keysa memajukan wajah nya ke telinga kevin.


“sayang..”  telinga kevin langsung berubah merah, kevin jadi gugup. Padahal dia sendiri yang minta.


Kevin keluar dari mobil tanpa mengatakan apa-apa, di bukannya pintu mobil keysa kemudian mengantar gadis itu sampai ke depan kelas.


“sebelum kamu pindah duduk, aku bakal tetep berdiri di sini merhatiin kamu.” Ancam kevin.


Keysa masuk ke dalam kelas, menghampiri prisil yang sedang memainkan ponsel nya. “sil.” Panggil keysa pelan.


“kenapa key?” tanya prisil.


“boleh tukeran duduk ga?” sebenarnya keysa tidak enak, tapi ia akan mencoba bernegosiasi.


“terus gw sama biyan gitu? Ogah ah.” Sesuai ekpektasi keysa, untung dia sudah merancang rencana b.


“plissss sil, bentar aja. Kalo kak kevin udah pergi ke kelas nya, kita tukeran lagi.” Prisil celingukan menatap ke arah pintu kelas, benar saja disana ada kevin yang sedang memperhatikan interaksi mereka berdua.

__ADS_1


“ohh oke deh.” Prisil setuju, ia membawa tas nya dan duduk di samping biyan.


Setelah keysa duduk si samping shintia, baru lah kevin pergi. Keysa bisa bernafas lega.


“kak kevin cemburu lo duduk sama biyan?” tanya shintia penasaran.


“ya gitu.” Keysa menghembuskan nafas kasar.


“iiii jadi pengen punya cowok cemburuan jugaaa.” Ucap shintia dengan jeritan tertahan. “tau ga sih, gw tuh pengen banget punya cowok posesif kaya di *******-*******.” Ujar shintia, dia sudah terkontaminasi oleh cerita-cerita fiktif.


“ada-ada aja kamu tia.” Di saat dirinya menginginkan seorang pacar yang tidak terlalu mengekangnya, temannya malah sebaliknya.


“aku pindah lagi ya.” Ucap keysa, shintia hanya menganggukkan kepala.


“makasih sil udah minjemin tempat duduk.”


“santai aja.”


“nanti sebelum bel istirahat kita tukeran lagi ya.”


“oke sip.”


Untung saja ada prisil yang bisa ia andalkan.


“kenapa pindah tempat duduk? Ga nyaman sama gw?” tanya biyan saat keysa baru saja mendaratkan bokongnya di kursi.


“bukan gitu bi.” Sanggah keysa.


“terus?”


“kak kevin ga suka kalo aku duduk sama kamu.” Jelas keysa.


“oh cemburu?”


“bisa di bilang gitu.”


Tak lama guru mata pelajaran datang, padahal bel masuk belum berbunyi.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Barus aja kevin duduk di kursi nya, salsa sudah datang menghampiri, susah payah kevin menjaga moodnya, seketika hancur lebur karena kedatangan gadis itu.


“kamu udah sarapan belum?” tanya salsa


“udah.”


“nanti ke kantin bareng ya.”


“ga.”


“oke nanti aku ke kantin bareng sama kamu.” Kevin menatap salsa jengah, ia memilih bersikap bodo amat, karena jika terus di timpali gadis itu akan semakin menjadi. Salsa kembali ke tempat duduknya karena bel masuk sudah berbunyi.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Seperti hal nya kemarin, kevin menjemput keysa ke kelas nya untuk pergi ke kantin, tapi kali ini ia di ikuti salsa.


“yu ke kantin.” Kevin menggenggam tangan keysa, shintia yang berada di samping gadis itu berdehem keras.


Pandangan keysa malah salah fokus pada gadis yang ada di belakang kevin.


“hai keysa.” sapa salsa ramah.


“halo kak.” Balas keysa yang tak kalah ramah.


“mau bareng ke kantin ga?” tanya keysa pada shintia yang masih sibuk mencatat.


“duluan aja, catatan gw masih banyak.”


"Oke deh. Aku duluan ya ti."


Kevin, keysa dan salsa pergi dari sana.


Salsa terus mengintili dua sejoli itu dari belakang.


“sebentar lagi tangan gw yang bakal di genggam sama kevin, bukan tangan si cewek kampungan.”  ucap salsa dalam hati. Ia cemburu melihat kevin yang tidak pernah melepaskan tautan tanganya dengan keysa.


Keysa duduk di tempat kemarin, sedangkan salsa duduk di samping david tepat di depan kevin.


“liatin nya gitu benget.” Celetuk kevin, karena sesampainya di kantin, keysa tidak melepaskan pandanganya dari david.


“maaf ka, kaka ini yang waktu itu di mall bukan?” tanya keysa. ucapan kevin malah di acuhkan.


“iya.” Jawab david singkat.


“ga nyangka bisa ketemu kaka disini, sekali lagi makasih ya.”


Semua menatap david dengan penuh tanda tanya.


“makasih buat apa?” tanya kevin, menatap keysa dan david silih berganti.


“waktu di mall, aku ke sasar, terus di tolongin sama kaka itu. mmm nama aku keysa, nama kaka siapa?” keysa mengulurkan tanganya.


“david.” david menerima uluran tangan keysa.


Tak lama Cuanki pesenan kevin datang, ia sengaja pesan yang belum di bumbui karena ingin di bumbui sendiri. Saat hendak mengambil botol saus, tangannya kalah cepat dengan tangan salsa. Gadis itu menuangkan saus ke cuanki kevin.

__ADS_1


Kevin beralih mengambil kecap, tapi lagi-lagi tanganya kalah cepat dengan salsa. Gadis itu seolah-olah sudah tau takaran untuk makanan kevin. salsa juga menambahkan seledri di mangkuk kevin.


Keysa yang melihat itu langsung menukar mangkuk miliknya karena mereka berdua memesan makanan yang sama.


“dia alergi seledri.” Ucap keysa, salsa jadi gelagapan, dia benar-benar tidak tau jika kevin mempunyai alergi terhadap seledri.


“sorry vin. Aku ga tau kamu alergi seledri.” Ucap salsa, ia tulus meminta maaf.


“ga papa.”


“makasih sayang.” Lanjut kevin pada keysa.


Bagas, david dan juga renal yang mendengar itu langsung tersedak oleh makanan sendiri.


Refleks, keysa memberikan minum pada david yang ada di depannya.


“thanks.” Ucap david, kemudian menegak minuman itu sampai sisa setengah.


Salsa mengepalkan tanganya kuat-kuat. Padahal ia sudah berusaha mengambil perhatian kevin tapi yang dapat perlakuan manis malah keysa.


Semuanya kembali makan dengan tenang.


“vin, nanti aku nebeng bareng kamu ya, hari ini supir aku ga bisa jemput.” Celetuk salsa.


“pake grab.” Jawab kevin acuh.


“aku ga berani kalo naik grab, boleh ya vin.” Pinta salsa dengan nada memelas manja.


“ga.”


“keysa, boleh ga?” salsa tak kehabisan akal, ia beralih bertanya pada keysa karena sedari tadi gadis itu terus diam.


Keysa menatap sejenak ke arah kevin, laki-laki itu memberi kode lewat tatapan mata.


“boleh.” Celetuk keysa, kevin di buat menganga dengan jawabannya, tidak kah keysa peka?


“taun depan, hari ini kaka nebeng ke yang lain aja.” Salsa Seolah di terbangkan ke langit tertinggi, kemudian di hempaskan tanpa aba-aba.


Renal yang tidak bisa menahan tawa lepas begitu saja.


“ehemmm, sorry.” Ucapnya saat tawa itu reda.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Bel pulang sekolah sudah berbunyi sepuluh menit yang lalu, kevin dan keysa hendak meninggalkan sekolah. Baru saja kevin akan menginjak pedal gas, keysa kebelet ingin buang air kecil.


“mau di anter?” tawar kevin.


“ga usah, kaka tunggu disini aja, aku ga akan lama ko.” Keysa berjalan cepat meninggalkan mobil, mencari toilet terdekat.


Salsa yang melihat keysa tengah berjalan sendirian, mengikuti gadis itu secara diam-diam.


Satu ide terlintas di kepalanya ketika keysa sudah memasuki toilet.


Salsa celingukan, memastikan tidak ada orang yang memperhatikannya, di rasa aman, salsa mengaitkan pengait pintu dengan tali, toilet bawah tidak mengunakan kunci melainkan menggunakan gembok.


“rasain lo.” gumam salsa dengan senyum puas.


Salsa berjalan ke arah parkiran, masuk ke dalam mobil kevin seenaknya.


“udah?” tanya kevin yang belum sadar bahwa gadis yang ada di sampingnya bukan keysa, karena dia sedang memainkan ponselnya.


“udah.” Sadar bahwa itu bukan suara keysa, kevin membuka pintu mobil yang yang ada di samping salsa.


“keluar.” Ucapnya dingin.


“kalo ga mau?” salsa bersidekap dada.


Kevin menarik tangan salsa dengan kuat membuat gadis itu tersungkur di atas tanah, orang-orang yang masih hilir mudik di sekitarnya memperhatikan kejadian itu.


Kevin mengunci pintu mobil, kemudian pergi dari sana untuk mencari keysa, tak peduli dengan lutut salsa yang mengeluarkan berdarah.


Hanya ada satu toilet terdekat dari arah parkiran, pasti keysa buang air kecil disana pikir kevin.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


“ada orang di luar? Tolong bukain hiks.” Keysa terus menggedor-gedor pintu, berharap ada seseorang yang mendengarnya, dia panik ponselnya ia tinggal dalam mobil.


“tunggu bentar, jangan nangis.” Sahut seseorang dari luar, itu suara laki-laki, tapi bukan kevin.


Pintu berhasil di buka, ternyata orang yang membantunya adalah david.


“kak david, hiks.. makasih ya.” Ucap keysa dengan tersedu.


“sama-sama, jangan nangis lagi.” David menyodorkan sapu tangan supaya keysa bisa mengelap air matanya.


“wangi banget.” Gumam keysa  saat menghirup aroma dari sapu tangan itu. David yang masih bisa mendengarnya tersenyum kecil.


“lucu.” Ucapnya dalam hati. Keysa seperti anak kecil yang sedang berterus terang.


“keysa.” panggil kevin.


Keysa dan david menengok ke arah sumber suara.


“ko masih disini? Ayo pulang.” Kevin manarik tangan keysa supaya gadis itu berdiri di sampingnya.

__ADS_1


“gw duluan.” Ucap kevin pada david. Kemudian pergi dari sana tanpa menunggu jawaban.


“hati-hati.” Ucap david lirih


__ADS_2