She Is Mine

She Is Mine
Episode 54. Hukuman untuk mereka dan Anja


__ADS_3

Happy Reading!! πŸ₯³πŸ₯³πŸ™ˆπŸ™ˆ


Setelah mengantar Anja pulang ke rumah masih dalam keadaan sedih dan menangis, membuat Danial menggepalkan tangannya, "Udah sayang. Nanti kamu sesak," ujar Danial menenangkan Anja ke dalam pelukannya.


Anja mengangguk lalu tertidur di pelukan Danial. Setelah memastikan Anja tertidur, Danial memperbaiki posisi tidur Anja, lalu menyelimutinya sampai sebatas dada, "Nanti aku kembali sayang."


Danial mengecup bibir mungil itu sekilas, lalu menutup kamar Anja. Untuk Papa Anja Bayu masih berada di luar kota. Dan untuk Mama Anja, Rani masih di luar untuk membeli bahan makanan.


"Bibi!! nanti kalau Anja bangun. Siapkan susu dan makanan!! pastikan Anja memakannya!!" tegas Danial, diangguki oleh bibi dengan wajah ketakutan, karena aura Danial yang menyeramkan.


"Pacar nona Anja tampan tapi serem," ujar bibi lalu pergi dari sana, untuk memastikan Anja masih tertidur dan terbangun nanti.


****


Di sebuah ruangan yang sangat luas dan minim cahaya, terlihat jelas wajah ketakutan tiga cewek yang berani mencari gara-gara dengan Danial.


Mereka terikat di tengah ruangan itu, menjerit kesakitan karena rantai mengikat tubuh mereka dengan ganas.


"Ini yang berani mencari gara-gara dengan Danial?" ujar Satria menatap mereka semua tersenyum miring.


"Gue minta maaf. Gue ngak bermaksud bully Anja. Kami hanya bercanda," ujar mereka membela diri, agar dilepaskan.


"Bercanda sampai membuatnya menangis??" ujar Danial masuk ke ruangan itu secara tiba-tiba, membuat semua orang menunduk hormat dan memberikan ruang untuk Danial menyiksa tahanan ya.


"Bagaimana??" tanya Danial kepada Satria dan Riko yang ada di ruangan itu.


"Steven sudah menyebarkan aib mereka. Ternyata selain tukang bully mereka sering berkeliaran di Club. Dan menjadi simpanan om-om," jelas Riko.


Deg. Mereka bertiga gemetar ketakutan mendengarkan nya. Bagaimana kalau keluarga mereka mengetahui semuanya. Pasti mereka akan di coret dalam kartu keluarga masing-masing.

__ADS_1


"Keluarga mereka??" tanya Danial datar.


"Sebenarnya mereka bertiga dari keturunan keluarga yang baik dan juga terkenal ramah dalam berbisnis," jelas Satria.


"Namun reputasi keluarga mereka telah hancur dalam sekejap, karena ulah mereka sendiri," ujar Riko tersenyum miring melihat ke arah ponselnya yang menampilkan video mereka masing-masing dalam keadaan yang sungguh memalukan.


Mereka bertiga menggelengkan kepalanya, "KENAPA KALIAN SEMUA TEGA SAMA KAMI??" APA SALAH KAMI??" teriak mereka murka dan menatap mereka penuh dendam.


"Salah kami??" ejek Riko, mereka yang tidak tahu malu atau pura-pura amnesia.


"KARENA LO UDAH BERANI MENGUSIK QUEEN KITA," Ujar Satria menatap tajam mereka.


"Akhiri!!" perintah Danial. Membuat Satria dan Riko mengangguk. Akhir sebuah permainan ya memusnahkan.


"Hancurkan perusahaan keluarga mereka!!" perintah Danial menyeringai membuat mereka histeris semakin kencang. Namun rantai itu seakan mencengkram tubuh mereka dan mengikis kulit mereka hingga berdarah.


Danial pergi dari ruangan itu, suara gaduh mulai terdengar dari sana. Mungkin Satria tengah memberikan mereka pelajaran yang berharga. Ia tidak ingin mengotorkan tangannya untuk hama seperti mereka.


***


Danial kembali ke rumah Anja dengan membawa susu kotak dan roti strawberry kesukaan gadisnya. Namun teriakan nyaring berasal dari kamar gadisnya, membuat Danial langsung menaiki tangga.


Prang.


Anja menghempaskan makanan ke lantai, begitu juga dengan susu yang sudah tersedia dengan gelas bening.


"Baby!!" panggil Danial, membuat Anja terdiam, namun kembali melemparkan apapun yang ada di dekatnya untuk mengusir Danial dari kamarnya.


"Ada apa ini?" tanya Danial menginterogasi bibi yang ada di dekatnya ketakutan.

__ADS_1


"Nona tadi sudah tampak lebih baik. Namun nona mengamuk ketika melihat ponselnya sejenak," jelas bibi.


Danial segera mengunci pintu kamar Anja, dan menyuruh bibi untuk keluar. Ia melihat isi dari ponsel Anja. Berisi ancaman untuk menjauh dari Danial, atau mereka akan membully Anja kembali. Dan si pengirim itu adalah tiga orang yang ia siksa tadi.


Jam terkirim pesan tersebut sebelum mereka tertangkap. Anja baru membaca pesan itu setelah penangkapan mereka.


Sepertinya mereka ingin bermain-main dengan ku, ujar Danial menyeringai. Akan aku bantai semua keluarga kalian.


Anja meringkuk di pojok ruangan, menangis dan ketakutan, "AKU MAU PUTUS!!" ucap Anja berteriak, menyuarakan kata laknat itu.


Danial mendekati Anja dengan nafas memburu, berani sekali Anja ingin berpisah dengannya. Anja semakin ketakutan melihat Danial yang semakin mendekat.


"Jangan mendekat!! aku ngak mau ketemu sama kamu!!"


"Kamu mau apa sayang??"


Danial memegang tangan Anja dengan kasar. Ia tidak bisa mengontrol emosinya saat ini. Mendengar kata laknat itu, "Sampai kapanpun kamu milik aku!!"


"Aku mau hidup tenang. Gara-gara kamu hidup aku selalu punya masalah. Benar kata papa, kamu bukan orang baik."


Danial menggepalkan tangannya, wajahnya memerah mendengar semua itu, "Ikut aku!!" sentak Danial menyeret Anja keluar dari kamarnya, namun gadis itu menangis histeris dan ketakutan.


"Kamu harus di hukum sayang."


"Aku ngak mau. Kamu dengar ngak sih ahh??" ujar Anja mencoba melepaskan tangannya dari Danial. Namun cowok itu semakin mencengkram tangannya dengan kuat dan sekarang menggendongnya dan memasukkannya ke dalam mobil.


"Aku akan kurung kamu di mension aku di tengah hutan selama dua minggu. Dan renungkan kesalahan kamu di sana!!"


"Kamu jahat!!"

__ADS_1


"Aku ngak jahat sayang. Kita akan tinggal di sana dulu, untuk memulihkan keadaan dan pikiran kamu," ucap Danial membuat Anja menangis semakin kencang.


Ini keputusan terbaik. Untuk menjauhkan Anja dari jangkauan orang-orang berbahaya. Danial akan membereskan hama-hama itu terlebih dahulu.


__ADS_2