
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL AUTHOR YANG LAIN OKE. πππ
Sudah dua minggu lamanya, sepasang kekasih itu tinggal di mension tengah hutan bersama dengan ketiga sahabatnya. Hari ini Danial memutuskan untuk memulangkan gadisnya ke rumah orang tuanya. Salah satu alasan Danial menghukum Anja dan tinggal di mension sebenarnya karena situasi yang belum cukup aman dan itu juga akan membahayakan orang tua Anja nantinya.
Galang, manusia yang paling tidak ada kerjaan di hidupnya, selain membalaskan dendam yang telah terkubur bertahun-tahun, masih saja ingin menjatuhkan Danial. Apalagi sekarang Galang masih hidup dan sedang berkeliaran di luar sana. Jujur! keluarga Galang tidak bisa Danial anggap remeh karena memiliki beberapa koneksi dengan para penjahat-penjahat kejam di dunia.
Sedangkan keluarganya tidak ingin berhubungan dengan dunia bawah untuk selamanya, karena dunia itu akan memperburuk keadaan dan mengancam setiap keturunannya.
Tok.tok.tok.
"Mas!" panggilan itu membuyarkan lamunan semua orang, ada yang mengetuk pintu mobil Danial, sebenarnya mobil melaju dengan kecepatan sedang, sehingga dua orang tua yang sedang mengendarai motor bermerek honda itu bisa menjangkau mobil mereka.
"Rapa!!" panggil Satria, membuat Rapa yang kini menyetir mobil langsung menoleh ke arah spion atas, dan memperhatikan wajah Satria yang memanggilnya.
"Berhentiin mobilnya," ujar Satria kembali dan Rapa segera mengerem dan memberhentikan mobil tersebut. Sebenarnya Rapa ketika berkendara tidak akan peduli dengan keadaan sekitarnya. Walaupun orang tua tadi mengetuk kaca mobil dan menyuruh mereka berhenti.
Mereka semua keluar dari mobil, terkecuali Anja yang kini tengah tertidur dan Danial sengaja membiarkan gadisnya istirahat, sehingga tidak membangunkan nya. Mereka semua menghampiri kedua orang tya tersebut.
__ADS_1
"Ada apa ya pak??" tanya Riko bertanya dengan sangat ramah dan cukup sopan.
"Gini mas, saya tadi putar arah, karena di sana ada tawuran sepertinya anak-anak geng motor. Jumlah mereka banyak, sehingga kita tidak berani dan berbalik arah. Untuk itu saya khawatir dengan mas-mas yang akan melewati jalan itu."
"Bukan hanya kami yang memutar arah, namun semua kendaraan lainnya," sahut bapak yang satunya menjelaskan.
Sebenarnya sekarang mereka berada di jalan tengah hutan yang lumayan sepi dan jauh dari pemukiman, namun masih ada yang melewati jalan ini, dan hanya bapak-bapak seusia mereka, karena jalan ini rawan dengan begal dan tindakan kejahatan seperti yang mereka jelaskan tadi.
Melihat mobil Danial yang baru dan juga mewah, membuat kedua bapak itu khawatir dengan anak-anak muda yang ada di dalam mobil tersebut, apalagi mereka berdua melihat sekilas tadi ada seorang remaja muda ikut dengan mereka.
"Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada bapak-bapak yang telah memperingati kami. Insyaallah kami tidak akan kenapa-kenapa," jelas Riko mencoba memastikan bapak-bapak itu percaya dengan mereka semua.
"Terima kasih," jawab mereka serempak dan kedua bapak itu pamit dan berbalik arah menuju rumah mereka.
"Sama-sama mas."
"Gue penasaran dengan mereka semua," ujar Satria menatap Steven, Danial, Rapa dan Riko.
"Kalau memang benar anak-anak geng motor, mereka telah keterlaluan meresahkan masyarakat di sini. Tidak di kota, sekarang jalan tengah hutan pun mereka ingin kuasai," ucap Steven.
__ADS_1
Kebanyakan geng motor yang ada di jalanan memang kebanyakan meresahkan masyarakat, sehingga banyak orang yang begitu resah dengan keberadaan mereka dan benar saja adanya untuk saat ini.
TURUN!!"
"WOY TURUN LO!!"
"KALAU LO NGAK TURUN GUE AKAN HANCURIN MOBIL INI."
Teriakan-teriakan keras terdengar dari luar mobil, ternyata kedua bapak-bapak tadi memang benar adanya, di jalan yang akan mereka lalu telah di penuhi oleh anak-anak geng motor.
"Sebelum lo hancurin mobil gue, kepala lo yang akan gue hancurkan," ujar Danial tersenyum miring lalu dengan penuh wibawa membuka pintu mobilnya dengan cukup kasar.
Semua sahabat Danial yang mendengar perkataan Danial langsung merinding, dan mulai ikut keluar mobil, namun Riko terpaksa tidak turun karena akan menjaga Anja yang masih tertidur. Sebenarnya Anja tidur atau pingsan?? Riko menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena gadis itu dengan santai nya tertidur tanpa ada beban.
"Geng Scorpio!!" ucap Satria dengan spontan membaca bandana yang ada di salah satu anggota mereka, biasanya wakil ketua yang memakai bandana tersebut.
Mereka semua terkejut bukan main, karena merasakan aura keempat orang yang ada di depan mereka. Bahkan mereka semua yang berjumlah 20 orang tidak memiliki aura kekuasaan seperti mereka berempat.
"Siapa sebenarnya kalian semua??" tanya salah satu anggota dengan beraninya menanyakan status mereka berempat.
__ADS_1
Danial, Rapa, Steven dan Satria menyeringai, mendengar perkataan mereka.