
Anja memberontak sekuat tenaga menendang-nendang tubuh Danial yang menggendongnya menaiki tangga dan masuk ke kamar asing itu, "Hiks Anja mau pulang. Anja mau mama Nial. Nial kenapa jahat sama Anja hiks," ucap gadis itu menangis histeris dan Danial menatap gadisnya dingin.
Tatapan Danial seakan ingin memakannya hidup-hidup, "Aku ngak suka dengar kata perpisahan dari bibir ini sayang!!" ujar Danial mengelus bibir bawah Anja dengan lembut.
"Nial jahat!! Nial tega kurung Anja di sini. Pulang in Anja!!" teriak gadis itu marah. Namun Danial langsung mengurung tubuh mungil itu dengan tubuh kekarnya.
Anja menahan nafasnya sesak, Danial semakin menekannya sampai kepalanya membentur kepala ranjang, "Kamu mau di hukum hem??" tanya Danial menyeringai.
"Nial ngomong apa?" lirih Anja semakin ketakutan ketika Danial mengeluarkan sebuah suntikan berwarna. Dari mana Danial mendapatkan suntikan itu dan untuk apa?? Anja bertanya-tanya dan takut luar biasa.
"Ini obat perangsang, kalau kamu tidak menuruti ucapan aku, maka obat ini akan bermain di tubuh kamu sayang dan kita akan menghasilkan baby yang lucu nantinya. "
Deg.
Anja menggelengkan kepalanya, memohon dengan mata sendunya agar Danial tidak melakukan itu kepadanya. Ia belum siap terikat jauh lebih dalam dengan Danial.
"Kamu tahu sayang, dari awal bertemu denganmu, keluargaku sudah menyuruhku mengikatmu secepatnya. Namun aku menolak. "
__ADS_1
Danial tersenyum miring, membuat Anja menahan nafas gusar mendengarkan penjelasan Danial.
"Tapi aku menolak karena kamu masih terlalu kecil untuk aku memiliki seutuhnya. Aku cinta sama kamu. Tapi kamu malah mau berpisah denganku."
Danial membuang suntikan itu, namun tiba-tiba Danial menyeringai, "Kamu mau ninggalin aku sayang?? ngak akan pernah terjadi. Satu langkah berani kamu berpaling, maka kamu akan menyesal seumur hidup."
Brak. Danial membanting pintu dengan kasar, meninggalkan Anja yang menangis tersedu-sedu.
Anja menangis histeris, kenapa hidupnya serumit ini. Kenapa Danial berubah?? Danial tega mengurungnya di sini sendirian, "Pokoknya aku harus kabur dari sini," tekad Anja berhenti menangis, dan mencari jalan keluar.
"Nial udah ngak sayang sama Anja hiks," ucap Anja menghapus sisa air matanya.
Sedangkan di kamar lain, Danial membanting semua barang yang ada di kamar sebelah. Ia sakit hati mendengarkan kata laknat yang diucapkan gadisnya.
"Kamu milik Aku."
"Selamanya akan seperti itu."
__ADS_1
"Bahkan aku bisa mengurung kamu di pulau terasing hanya kita berdua di sana ha..ha.."
Danial menggenggam kaca dan pas bunga yang telah pecah. Darah segar semakin banyak keluar dari sela-sela tangan Danial yang semakin dalam, akibat goresan kaca itu.
Salah satu asisten keluarga Syahreza segera menghubungi sang majikan karena tuan muda mengamuk dan pasti sedang melukai dirinya sendiri di kamar itu.
Setelah beberapa menit, Papa dan mama Danial segera beranjak membuka pintu itu, dengan perasaan kalut dan khawatir. Pasti penyakit Danial kambuh lagi itu menyebabkan anaknya mengamuk.
Brak.
Dani membanting pintu dengan kasar dan melihat Danial dengan wajah yang memerah dan jangan lupakan penampilan cowok itu yang berantakan dan darah yang tidak berhenti mengalir.
"Danial!! kamu kenapa sayang??" tanya sang mama memeluk putra semata wayangnya.
"Anja!! dia bilang mau putus ma."
"Nanti mama yang bicara sama Anja ya, secara baik-baik. Jangan buat mama khawatir sayang."
__ADS_1
"Dia ketakutan melihat aku ma. Dia menangis melihat aku. Aku membentaknya ma. Aku menyeretnya, pasti dia sangat ketakutan ma," lirih Danial lalu pingsan di pangkuan mamanya, membuat sang mama histeris.