
Sepulang sekolah, keysa hanya berdiam diri di kamar. Mengscroll beberapa video toktik yang lewat di halaman berandannya, kebanyakan video yang lewat hanya video resep makanan.
Satu panggilan masuk dari kevin langsung keysa angkat, biasanya kevin akan langsung menghampiri keysa, mungkin kali ini dia sedang mager.
“kenapa kak?”
“kamu ga akan makan?”
“engga laper.”
“padahal dari tadi kaka nungguin kamu.”
“maaf bikin kaka nunggu, aku kira kaka udah makan duluan, maaf ya.” Ucap keysa tak enak hati.
“ga papa, kaka makan dulu.” Setelah itu panggilan terputus, keysa kembali melanjutkan video yang tadi sedang dia tonton.
“kaya yang enak.” Gumam keysa, makanan itu benar-benar menggugah seleranya. “bikin nya kaya yang gampang.” Lanjut keysa, ia mengulang video itu sampai tiga kali.
“nyoba bikin ah.” Dengan tekad segenap hati, ia akan mencoba memasak resep itu.
Keysa keluar dari kamarnya, memasuki area dapur. Dilihatnya kevin yang masih menikmati makananya di ruang makan. Para asisten rumah tangga yang sedang sibuk memasak di kejutkan dengan kehadirannya, seumur hidup baru kali ini keysa menginjakan kaki di dapur.
“ada perlu ada non?” tanya salah satu asisten rumah tangga yang ada di sana.
“ada bahan-bahan ini ga?” keysa menunjukan layar ponselnya, disana terpampang apa-apa saja yang keysa butuhkan untuk membuat makanan itu.
“ada non.” Jawabnya. Dapur rumah keysa bagaikan super market, tidak mungkin bahan masakan sederhana itu tidak ada di dapurnya.
“nona muda mau makan seblak? Biar saya buatkan.” Ucap juru masak. Tidak biasanya keysa ingin di buat kan sesuatu sampai menginjakan kakinya di dapur, biasanya dia akan minta di buatkan pada bi lala.
“aku mau bikin sendiri.” Ujar keysa. orang-orang yang ada disana saling pandang satu sama lain. Keysa bahkan belum pernah memegang pisau selain pisau untuk memotong steak, dan sekarang gadis itu ingin memasak? Membedakan gula, garam dan micin saja keysa belum tentu benar.
“apa nona sudah meminta izin?” tanya juru masak yang sudah bekerja lama di rumahnya.
Keysa berfikir sejenak, izin kemana? bi lala kah? Keysa menggelengkan kepalanya “belum.”
“izin nya ke siapa ya?” seketat ini kah rumah nya sampai-sampai harus ada izin jika ingin memasak di dapur.
“izin dari tuan dan nyonya besar. Jika nona belum meminta izin kami tidak bisa membiarkan nona masak sendiri” Jawab si juru masak. Entah apa yang akan terjad jika mereka menginjinkan nona mudanya untuk mengolah makanan sendiri. Pilihannya antara di pecat atau mencari pekerjaan di tempat lain.
apa bedanya?
Di pecat, sama saja dia akan kehilangan pekerjaan untuk selama-salamanya, akan sangat sulit mencari pekerjaan lain jika namanya sudah di coret merah oleh kafian, laki-laki itu menggunakan relasinya untuk memblockade setiap orang yang dia inginkan.
sedangkan mencari pekerjaan lain berarti dia masih bisa di terima di lain tempat.
“mama pasti bakal izinin ko, kalian tenang aja.” Ucap keysa santai berbanding terbalik dengan orang-orang yang ada di sana.
“maaf nona, kami tidak bisa jika tidak ada izin langsung dari nyonya besar.” Jika bukan karena aturan dari papa nya yang begitu ketat mengenai keysa, mereka tidak akan mempersulit ini, keysa tidak tau ada peraturan tertulis yang di buat kafian yang untuk setiap asisten di rumah ini yang berkaitan dengan gadis itu
“kalo izin dari kak kevin berlaku ga?” juru masak disana sedikit menimbang-nimbang, dia pikir kafian dan kevin tidak ada bedanya, jadi dia mengiyakan.
Keysa berjalan ke arah ruang makan, kevin masih stay disana.
“ka, boleh ga aku masak.” Tanya keysa, kevin sedikit terkejut karena tiba-tiba keysa berada di belakangnya.
“ga boleh.” Ucap kevin.
“ko ga boleh?”
“yang ada, dapur bakalan jadi kapal pecah kalo kamu yang masak, minta masakin ke koki aja.”
“isshh ga mau, pengenya bikin sendiri.”
Kevin diam tidak menjawab.
“kak… boleh ya.” Pinta keysa dengan nada manja, dia hanya perlu izin saja tapi kenapa sesusah ini.
Kevin menghembuskan nafas kasar. “yaudah.”
“yeay makasih.” Keysa kembali masuk ke dapur dengan perasaan senang karena sudah memiliki izin. Kevin mengikutinya dari belakang.
Baru saja keysa akan mengatakan bahwa dia sudah memiliki izin, kevin sudah lebih dulu mengambil alih.
“hari ini keysa mau belajar masak, tolong di awasi. Jangan sampe tanganya kegores pisau, kulitnya kecipratan minyak, ataupun kena api. Paham semua?” ucap kevin dengan lugas, dia sudah terbiasa memerintah tanpa ingin di bantah pada asisten rumah tangga yang jelas-jelas lebih tua dari nya.
“mengerti tuan.” Jawab orang-orang disana patuh nan serempak.
Mulailah mereka membantu keysa menyiapkan bahan-bahan yang di perlukan, keysa sangat kaku karena ini pertama kalinya dia di hadapakan dengan bumbu-bumbu dapur.
Seutas senyum terbit di bibir kevin saat melihat gadis kecilnya begitu semangat belajar memasak.
“simulasi jadi istri yang baik.” Gumamnya dalam hati.
Beberapa menit berlalu, akhirnya makanan yang keysa buat sudah jadi, ia sengaja membuat dengan porsi sangat banyak supaya mereka semua bisa mencicipi hasil masakannya.
Rasanya cukup enak karena di bantu juru masak, beda cerita kalau keysa memasak sendiri.
__ADS_1
Di bawanya dua mangkuk ke ruang makan untuk dirinya dan juga kevin.
“tada, masakannya udah jadi.” Ujar keysa dengan senyum sumbringah.keysa memfoto hasil masakannya untuk di jadikan kenang-kenangan.
“wih kaya nya enak.” Dari tampilan dan aromanya sudah menjanjikan.
Kevin mengambil satu sendok untuk di masukan ke dalam mulutnya.
“kayanya udah siap nih buka cabang seblak.” Canda kevin.
“nanti di masa depan kalo aku udah ahli dalam bidang perseblakan, aku bakal buka cabang di depan gedung SM terus jadiin anak-anak nct jadi brand ambasadornya.” Ujar keysa sambil membayangkan betapa ramai kedai seblaknya di kunjungi pembeli.
Kevin yang mendengar celotehannya hanya geleng-geleng kepala.
“kalo nanti pengen seblak tinggal bilang aja, ga perlu repot-repot masak sendiri.” Ucap kevin, padahal di dekat rumahnya ada yang jualan seblak, keysanya saja yang tidak tahu.
“tapi masak sendiri lebih seru.” Ujar keysa dengan mata berbinar, ada kepuasan tersendiri ketika dia makan masakan hasil jerih payahnya, meskipun masih di bantu tangan-tangan handal juru masak.
“tapi inget, kalo mau belajar masak harus di awasin sama juru masaknya. Kalo kamu kenapa-napa kasian mereka yang kena imbas.” Ujar kevin.
“iya kak.” Jawab keysa patuh.
Baru pukul tiga sore, kafian dan kanaya sudah pulang ke rumah. “tumben pulangnya lebih awal.” Celetuk kevin, biasanya mereka pulang malam.
“kerjaanya ga terlalu banyak, jadi bisa pulang cepet.” Jawab kafian, dia bergabung dengan kedua anaknya di ruang makan.
“tadi aku bikin seblak loh, mau nyoba ga?” tanya keysa antusias.
“wihhh mau dong.” Jawab kanaya yang tak kalah antusias.
Keysa beranjak dari duduknya untuk mengambilkan satu mangkuk seblak untuk kanaya.
“ko cuman satu? Buat papa mana?” tanya kafian sambil mengerutkan alis, padahal dia juga ingin mencicipi hasil masakan keysa.
“tadi papa diem aja si, kirain ga mau.” Keysa balik lagi ke dapur, mengambilkan seblak untuk kafian, padahal dia bisa menyuruhu asisten rumah tangganya tanpa perlu repot bulak-balik.
“gimana mah pah? Enak ga?” kanaya dan kafian serentak mengacungkan jempol mereka tanda masakan keysa enak.
“oya jelas, dibantuin juru masak.” Celetuk kevin.
“menurut papa, bumbu seblaknya kemanisan.” Ucap kafian ketika seblak yang ada di mangkuknya tinggal setengah.
“masa sih pah?” tanya keysa, padahal menurutnya bumbu seblak yang dia buat terasa pas di lidah karena mengikuti insturuksi dari juru masak.
“mungkin karena yang masaknya kelewat manis, jadi hasilnya sedikit kemanisan.” ujar kafian.
“pptthhh papa garing banget.” Celetuk kanaya, suaminya ini memang jarang sekali menggeluarkan kalimat-kalimat gombalan, jadi beginilah akhirnya, garing.
“namanya juga usaha, berhasil atau gagal gimana nanti yang penting udah nyoba.” Kafian mengedikan bahunya berusaha bersikap biasa saja karena lontaran gombal garingnya.
“makasih sayang seblaknya, kapan-kapan kita masak bareng yu.” Ajak kanaya. Keysa di buat kegirangan dengan ajakan itu.
“mama mau mandi dulu, gerah banget.” Cuaca hari ini memang begitu terik. Kanaya meninggalkan ruang makan di susul kafian. tinggal keysa dan kevin.
Adanya panggilan yang masuk membuat ponsel kevin berdering. panggilan itu berasal dari bagas.
Kevin menggeser tombol hijau kemudian sengaja mengaktifkan tombol speaker supaya keysa juga bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.
“maen basket kuy. Mumpung cuacanya lagi bagus nih” Ajak bagas dari sebrang terlfon sana.
“dimana?” tanya kevin.
“biasa di labas.”
“siapa aja?”
“bareng dua curut.” Dua curut yang di maksud bagas tidak lain dan tidak bukan adalah renal dan david.
Kevin menatap ke arah keysa, meminta persetujuan. Keysa menganggukan kepala, ia tidak pernah mempermasalahkan kevin akan kemana dengan siapa, toh itu bukan urusannya.
“gw siap-siap dulu.”
“jangan lama.”
“ya.”
Sambungan terputus. “hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut.” Ucap keysa.
“iya sayang.”
“jangan kemaleman pulangnya, besok masih sekolah.”
“iya cantik.”
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
Keysa kembali merebahkan dirinya di kasur, mengscroll lagi toktik, kali saja ada video resep makanan yang mudah untuk di buat. Keysa berhenti menggulir video saat Ada satu notip pesan dari group chatnya.
__ADS_1
Keysa kembali mendapatkan satu notifikasi pesan dari orang yang berbeda.
Keysa mengambil laptopnya yang ada di meja belajar. menurutnya, bermain di laptop atau di komputer lebih seru di bandingkan main di ponsel.
Mereka sudah terhubung satu sama lain, memilih karakter yang akan mereka mainkan.
“lo lagi ngapain?” tanya orang di sebrang sana.
Jujur saja, keysa merasa familiar dengan suara ini.
“ga ngapa-ngapain.” Jawab keysa.
“oh.”
“kamu sendiri?” tanya keysa balik.
“sama.”
Mereka sudah memutuskan karakter mana yang akan mereka mainkan. Sama seperti sebelumnya, keysa memainkan karakter dengan kemampuan menyerang jarak jauh.
“kerennn.. level kamu udah jauh banget, padahal beberapa hari yang lalu belum sejauh itu.” Ucap keysa, baru saja tiga hari yang lalu mereka main bareng, tapi sekarang level laki-laki itu sudah naik pesat.
“gw gituloh.” Ucapnya kalem.
Padahal aslinya dia sedang salah tingkah karena pujian keysa.
“nyerang jarak jauh terus, nyerang jarak deket sekali-kali.”
“nanti kita kalah, rank kamu bisa turun.”
“gapapa, gw bisa naikin lagi.”
“serius nih mau tukeran posisi?” tanya keysa ragu, karena dia belum pernah jadi penyerang jarak dekat.
“serius.”
“oke deh, jangan nyesel loh kalo rank kamu udah turun.”
Permainan ronde satu di mulai. Keysa yang belum terbiasa menggunakan karakter penyerang jarak dekat mengalami kekalahan berkali-kali, tapi walau begitu. Laki-laki yang satu tim dengannya terus mendorong keysa sampai gadis itu mulai terbiasa.
“dikit lagi dikit lagi.” Ucap keysa heboh ketika darah lawannya mulai berkurang sedikit demi sedikit dan akhirnya keysa menang.
Karena belum puas, mereka melakukan lagi hingga beberapa ronde sampai lupa waktu. Jika saja kevin tidak mengetuk pintu kamar keysa, mungkin gadis itu akan tetap stay di depan layar laptop sampai larut malam karena keasikan main.
“keysa..” panggil kevin dari luar.
“duh aku udah di panggil nih, kalo aku tinggal main sendiri engga apa-apa kan?” tanya keysa sebelum log out.
“ga papa, santai aja.”
“oke deh, see you.”
Keysa merapikan meja belajarnya seperti semula, kemudian membukakan pintu kamar. Di depannya kevin sudah berdiri dengan membawa sekotak donat madu. Keysa tau dari cap yang ada di kreseknya.
“wihhh buat aku?” tanya keysa sambil menunjuk dirinya sendiri.
“emangnya buat siapa lagi, nih.” Kevin menyodorkan keresek putih itu ke arah keysa.
“iii makasih kaka.” Refleks, keysa mencium pipi kevin secepat kilat saking senangnya di bawakan donat madu, donat kesukaannya.
Kevin mematung di tempat, dia rela membelikan donat madu setiap hari jika begini jadinya.
Note *
Hayang (artinya mau)
jangan lupa tinggalkan jejak.🥰
__ADS_1