
KABAR GEMBIRA. AUTHOR AKAN SEGERA RILIS CERITA BARU LAGI. MENURUT KALIAN AUTHOR RILIS YANG MANA DULU NIH....π
"Bagaimana??" tanya Danial menatap Rapa yang kini tengah berada di laboratorium di dalam mansion.
Rapa tengah mencampurkan beberapa cairan kimia untuk membuat sesuatu yang menakjubkan, "Roli masih lapar bukan??" tanya Rapa kembali.
"Roli tidak akan suka makan manusia seperti dia." Roli, hewan peliharaan Danial selama ini dan berada di mension. Seekor Serigala pemburu daging manusia.
"Bagaimana dengan membuatnya menderita. Kalau langsung tancap ngak seru."
Danial menyeringai, "Buat dia lumpuh dan biarkan tergeletak begitu saja di penjara bawah tanah. Atau panggil orang gila yang kemarin untuk sekedar menjadi mainan mereka. Lumayan untuk hadiah dari kita."
"Jangan lupakan keluarga nya!!"
"Kabar baik, ternyata dia mempunyai seorang istri dan anak. Gue akan kasih pertunjukan untuk mereka. Setelah itu memusnahkan," ucap Rapa membuat Danial kembali lagi tersenyum puas mendengarnya.
__ADS_1
"Gue minta izin ke lo. Biar menjadikan dia uji percobaan penemuan gue yang terbaru. Hanya sekedar cairan pelumpuh otak," jelas Rapa kini telah menyelesaikan cairan yang ia maksud.
"Sepuas lo Rap!!" ujar Danial menepuk bahu Rapa yang kini tersenyum licik, karena penemuannya akan langsung di uji coba.
***
"Bunganya indah ya La?? besok Anja mau menanam bunga Anggrek di sini juga."
Sekarang mereka berada di belakang mension yang di tutupi gerbang menjulang tinggi, perbatasan mension dengan hutan. Namun di sana terdapat hamparan berbagai macam bunga yang sengaja di tanam oleh nyonya besar, yakni mama dari Danial.
"Bentar Anja hitung ya. Ada bunga Mawar, melati juga ada, bunga matahari dan itu bunga sakura ya??"
Lala mengangguk dan menatap bunga sakura yang cukup indah untuk dinikmati. Terasa berada di Jepang dan Korea.
"Danial sayang banget deh sama lo," ungkap Lala menatap Anja yang kini menoleh kepadanya.
"Rapa juga sayang sama Lala. Jadi ngak ada bedanya."
Lala menghela nafas berat, "Rapa memang sayang sama gue, tapi dia ngak selembut Danial yang ngak pernah maksa lo. Gue jadi iri sama lo."
"Lala!! ngak boleh ngomong seperti itu. Nial juga pernah kasar sama Anja, kemarin pas Anja mau kabur dari mension. Jadi, bukan hanya Rapa ajha yang kasar."
__ADS_1
Lala menghela nafas kasar, "Rapa pernah ninggalin gue tanpa kabar, dan kembali seperti tidak terjadi apapun. Jujur gue masih dendam sampai saat ini."
"Lala!! coba Lala buka hati Lala untuk Rapa. Kalau Lala masih menyayangi Rapa, cobak di coba dulu saran Anja."
"Baiklah. Makasih cantikku," ujar Lala tersenyum lalu mencubit pipi tembem Anja, membuat gadis itu meringis dan cemberut.
****
"Lo yakin akan kembali??" tanya seseorang menatap bos mereka tampak ragu.
"Gue akan tunjukkan kepada Danial siapa gue sebenarnya. Gue mempunyai beribu nyawa untuk membuat Danial sejatuh-jatuhnya."
Cowok itu Galang. Setelah menjalani operasi di luar negeri dan menghilangkan beberapa jahitan di sekujur tubuhnya, sekarang ia akan kembali ke sekolah, untuk mendekati Anja dan merebut gadis itu, agar Danial gila karena kehilangan gadisnya.
"Lo suka sama cewek manja itu??" tanya Gatra menuntut jawaban dari sang atasannya.
Galang menatap tajam Gatra. Entahlah hatinya tidak suka mendengar gadis itu dihina oleh temannya, "Jaga ucapan lo!!" peringkatnya tegas.
"Jangan sampai rencana kita yang telah kita susun akan hancur karena cinta lo itu," ujar Gatra membuat Galang menggepalkan tangannya.
"Lo hanya bawahan gue. Ingat posisi lo saat ini," tegas Galang lalu pergi dari harapan Gatra dan teman-teman nya.
__ADS_1
"Gue paling ngak suka sama geng yang selalu melibatkan cewek. Dasar bucin cih!!"