She Is Mine

She Is Mine
Episode 67. Rencana Licik Maid Dian


__ADS_3

Dian, si maid muda tengah tersenyum sinis, ketika ia menumpahkan campuran sesuatu ke susu yang iya akan sediakan untuk majikan nya yang sungguh manja itu.


Gadis manja itu selalu rutin minum susu dua kali sehari, pagi dan malam hari dan itu atas perintah sang tuan muda.


"Kamu menyukainya bukan??" tanya Dian, menatap seorang laki-laki salah satu tukang kebun di sana, laki-laki itu dengan senang hati ikut bermain dengan Dian, dan bayarannya lumayan untuk dirinya.


Mereka belum mengetahui siapa sebenarnya Danial. Karena Danial jarang mengunjungi mension ini. Mungkin sekali setahun, untuk itu mereka menganggap Danial hanya sebatas tuan mudanya yang tidak kejam.


Setelah selesai mengaduk obat itu, bercampur dengan susu coklat, Dian segera naik ke atas dan masuk ke dalam kamar gadis itu.


Anja masih tertidur dengan pulas. Sedangkan Danial berada di ruangan khusus untuk dirinya berkumpul dengan para sahabat nya untuk membahas masalah geng mereka.


"Nona muda!!" panggil Dian dengan sangat halus dan berhasil membangunkan Anja yang menatap Dian bingung.


"Kamu?? biasanya bibi tua yang selalu bangunin Anja," ujar gadis itu menatap Dian yang bersikap manis kepadanya. Biasanya Dian bersikap sinis dan tidak menyukainya.


"Maaf kan saya nona muda. Karena sikap saya yang selalu kurang ajar dengan nona. Saya membawakan susu coklat seperti biasanya, sebagai permintaan maaf saya."


Anja menatap susu coklat yang ada di sampingnya, lalu tersenyum, "Anja sudah memaafkan kak Dian. Untuk susunya makasih ya kak."


Dian mengangguk lalu memberikan susu coklat itu agar Anja segera meminumnya. Anja dengan bahagia menerima nya dan meneguk susu itu sampai habis dan Dian tersenyum miring, karena rencananya berhasil.


Setelah beberapa menit, Anja mulai terlihat gelisah dan kepanasan, Dian yang melihat hal itu berpura-pura panik, "Astaga nona muda kenapa??"


"Ngak tahu kak Dian. Badan Anja panas hiks. Kak Dian tolong pangilin Nial agar ke sini hiks."

__ADS_1


Dian segera keluar, namun bukan memanggil Danial, namun memanggil tukang kebun tadi untuk masuk ke dalam kamar itu.


Di dalam Anja sudah membuka baju tidurnya, dan menyisakan kaos putih tipis yang dibasahi oleh keringat.


"Sekarang kamu bebas menguasai nona muda," ujar Dian memberikan arahan kepada tukang kebun itu untuk memperkosa Anja yang sudah meminum obat perangsang dengan dosis tinggi.


Tukang kebun itu mengangguk dan tersenyum miring, seakan diberikan daging untuk memangsanya.


"Hiks kamu siapa?? mana Nial??" teriak Anja memandang orang itu takut.


"Kenapa harus mencari tuan muda kalau tukang kebunnya ada di sini."


Pria itu memegang tangan Anja dengan kasar dan menghempas tubuh mungil itu ke atas ranjang. Anja menangis histeris namun ia tidak menyerah. Anja menjangkau gelas yang ada di sebelah nya dan.


Bugh


"Nial tolongin Anja hiks," Anja menggedor pintu tersebut sampai terdengar suara nyaring dan itu memancing semua penghuni mension.


"Sialan," umpat Dian lalu segera pergi dari depan kamar itu, agar tidak ada yang mencurigai nya.


Orang yang tadi pingsan tertawa jahat karena telah sadar dan langsung membungkam mulut Anja, "Sungguh manis" ucapnya menyeringai dan kembali menghempas tubuh Anja ke ranjang.


"Jangan hiks!!"


BRAK.

__ADS_1


Di sana terlihat Danial dengan wajah memerah melihat keadaan gadisnya yang berantakan dan laki-laki sialan itu beraninya menyentuh gadisnya.


Satria yang mengerti langsung memukul wajah laki-laki itu, bahkan Steven dan Riko ikut serta menyeret laki-laki itu dengan kasar keluar dari ruangan.


"Lo berurusan dengan orang yang salah!!" ujar Satria menatap laki-laki itu prihatin karena sebentar lagi dia bahkan keluarga nya akan musnah. Mungkin keturunan nya akan di incar seumur hidup.


"Nial hiks panas. Badan Anja panas hiks. Dia-dia ingin menyentuh Anja hiks."


Danial segera memeluk gadisnya, menenangkan Anja yang kini ada di dekapannya. Danial sudah gagal menjaga gadisnya.


Karena mendapatkan sentuhan dari Danial, tubuh Anja meremang karena obat Perangsang itu dan ia segera ingin mencium Danial, namun Danial langsung mencegahnya.


"Ngak boleh baby girl!!" peringat Danial.


"Tapi tubuh Anja panas hiks. Anja ngak kuat kita lakuin ya seperti orang dewasa itu."


Danial menatap dalam mata gadisnya. Danial mencintai Anja dengan tulus. Dia bukan terobsesi kepada gadisnya, sehingga melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Anja, Danial menyayangi gadisnya.


Terpaksa Danial, yang tidak kuat melihat Anja dengan keadaan tersiksa dan penuh dengan keringat, merogoh laci yang ada di sampingnya. Dan menyiapkan sesuatu di belakang Anja.


"Maaf baby!!" ujar Danial lalu membekap mulut Anja, sehingga gadisnya itu meronta dan berakhir pingsan karena obat bius itu.


"HUBUNGI DOKTER SECEPATNYA!!" teriak Danial, membuat ketiga sahabat nya hampir terkejut karena teriakan Danial yang menggelegar.


"BAWA SEMUA MAID YANG ADA DI RUMAH INI KE RUANG BAWAH TANAH!! CEPAT!!"

__ADS_1


Semua maid yang ada di mension itu histeris karena mereka semua akan di giring ke ruang bawah tanah, entah hukuman apa yang akan menanti mereka di sana.


__ADS_2