
Jam sudah menunjukan pukul dua belas malam, tapi keysa masih betah berdiri di depan balkon kamar melihat kelap kelip lampu di kota.
Biasanya keysa tertidur paling lambat pukul sepuluh. Jika kanaya dan kevin tau hal ini, sudah pasti ia akan kena omel, mengingat betapa protektif nya mereka.
Keysa memutuskan untuk berbaring di kasur, katanya jika kita menutup mata dan tidak bergerak dalam waktu lima belas menit, kantuk akan datang. keysa mendapat informasi ini dari google.
Sudah setengah jam berlalu, tapi kantuk masih juga belum datang, sepertinya cara itu kurang efektif.
kesal karena kantuk yang tak kunjung mendera, keysa memutuskan untuk bermain game sebentar. Di ambilnya laptop yang ia simpan di atas meja belajar.
Karena keysa hanya bergaul dengan kevin, ia jadi ketularan kakaknya. Meskipun skill bermain gamenya tidak sebaik kevin, tapi skill keysa tidak terlalu buruk.
“kapan kak kevin pake laptop aku?” gumamnya, karena akun yang ada di tampilan layar merupakan akun kevin. dengan iseng ia membuka catatan riwayat permainan kevin, ternyata kakanya itu lebih sering bermain secara tim di banding solo.
Orang yang berada di tim kevin merupakan orang yang sama secara berturut-turut.
Salah satu akun yang ada di tim kevin ternyata sedang aktif, keysa beralih pada akunnya.
Di ketiknya username yang tadi ia lihat, kemudian meng invite orang itu untuk satu tim denganya. Tak lama undangan itu di terima.
Game ini di lengkapi dengan fitur mikrofon, sehingga para pemain bisa berinteraksi dengan suara. Meskipun begitu, mereka bermain tanpa suara yang terdengar hanya suara dari keyboard masing-masing.
Kurang dari satu jam bermain, akhirnya kemenangan ada di pihak mereka.
Kantuk yang sedari tadi keysa tunggu akhirnya datang juga.
“gimana kalo besok kita mabar lagi?” tanya keysa pada seseorang di sebrang sana.
Hanya dalam waktu kurang dari satu jam keysa bisa naik ke level yang lebih tinggi, jika levelnya sudah setara dengan kevin ia akan memamerkan pada kakanya, skill keysa tidak sepayah yang kevin kira.
“lo cewek?” orang di sana malah bertanya balik. Dari suaranya keysa tau bahwa dia laki-laki.
“iya.” Balas keysa.
“jam berapa?” tanya laki-laki itu.
“gimana kalo jam sembilan?” tanya keysa menimbang-nimbang, padahal pukul sembilan malam waktu keysa untuk tidur.
“oke.” Keysa tersenyum senang setelah mendengar persetujuan itu.
“aku tidur duluan ya, see you tomorrow.”
“hmmm.”
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
“nah untuk theorema phytagoras bapak tidak akan menjelaskan lagi, karna rumus ini sudah kalian pelajari dari kelas 8….” pak bambang yang sedang menjelaskan tiba-tiba terhenti, semua orang terjengkit kaget akibat suara pintu yang di buka dengan kasar.
Disana ada renal yang tengah memegang lututnya sambil mengatur nafas, pelipisnya mulai di penuhi oleh peluh, bisa di pastikan laki-laki itu sehabis berlari.
“maaf pak saya telat.” Ucap nya dengan nada tersenggal. Pak bambang melihat arloji yang terpasang di tangan kirinya.
“kamu telat dua puluh lima menit.” Ujar pak bambang.
“maaf pak.” Ucap renal yang kali ini bisa berbicara normal.
Kevin bagas dan juga david hanya memperhatikan dari tempat duduk mereka, renal tidak pernah telat sebelumnya, ini yang pertama kali semenjak renal masuk ke sekolah SMA BAKTI MUDA.
“bersihin WC yang paling pojok.” Ucap pak bambang dengan nada tegas. Wc yang pak bambang maksud sebenarnya wc yang sudah tidak terpakai karena terlalu sering mampet, keadaan disana juga sangat kotor tak terurus.
__ADS_1
Renal yang merasa ini semua memang salahnya hanya menganggukan kepala menyetujui, tapi sebelum itu ia izin untuk menyimpan tas di bangkunya setelah itu pergi melaksanakan tugas dari pak bambang.
Mereka semua tahu bahwa wc itu cukup luas, apakah renal sanggup membersihkan nya sendiri? Jikapun iya, dia harus memakan waktu berjamjam.
BRAKKKK….
Lagi lagi kelas di buat kaget, kali ini berasal dari tempat duduk bagas, laki-laki itu menggebrak meja dengan begitu kuat. Atensi seluruh orang yang ada di kelas beralih padanya.
“modal dikit kek jadi pelajar, masa apa-apa minjem ke gw. Kalo di itung-itung penghapus gw udah lebih dari satu lusin lo ilangin.” Ucap bagas dengan lugas, membuat orang-orang disana melongo tak percaya.
Bagas membuat keributan karena sebuah penghapus?
David yang tau rencana bagas, akhirnya ikut ke dalam drama dadakan yang di buat laki-laki itu. “lo itungan banget sama temen sendiri, emangnya harga penghapus berapaan hah? Nih gw ganti.” David melemparkan beberapa lembar uang tepat ke muka bagas.
Orang-orang di kelas mulai ramai berbisik-bisik. Pak bambang akhirnya melerai mereka berdua.
“kalo mau ribut jangan disini.” Pak bambang masih berbicara dengan tenang.
“emangnya harus dimana?” ucap david dan bagas kompak.
“DILUAR.” Sepertinya mereka harus mengakhiri drama sampai situ saja, karena ternyata pak bambang sudah mulai mendidih.
“OKE.” Tak di sangka mereka malah menyahut dengan suara lantang. Pak bambang sempat terjengkit kaget tapi itu tak berlangsug lama. David dan bagas buru-buru keluar dari kelas sambil memberikan tatapan membunuh satu sama lain, tapi ketika mereka sudah berada di luar kelas, senyum kemenangan terbit begitu saja.
“misi selesai.” David dan bagas saling adu tos.
Mereka tidak akan membiarkan renal kesusahan seorang diri.
Tinggal kevin, ia harus memikirkan cara agar bisa keluar dari kelas ini secara terhormat.
Hanya satu yang terbesit dalam benaknya ‘mules’
“kamu kenapa?” akhirnya kevin ternotis pak bambang.
“perut saya mules banget pak. kaya nya ini udah di ujung tanduk, saya boleh izin ke toilet?” akting kevin berjalan dengan mulus.
“yasudah sana.” Pak bambang langsung mengijinkan.“makasih pak.”
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
Renal tersenyum haru saat ketiga temannya datang untuk membantu. “kalian emang sahabat ter the best gw.” Ucapnya.
“ngedramanya nanti pending dulu, sekarang kita bagi-bagi tugas.” Ucap david.
“gw bersihin cermin sama kaca jendela.” Ucap kevin.
“gw bersihin permukaan kloset.” Ujar bagas.
“lo sama gw bersihin lantai.” Kata david
Semua nya mulai mengambil alat kebersihan yang tak jauh dari mereka, kemudian mulai melaksanakan tugas masing-masing.
“tumben banget telat.” Ujar david di sela-sela mengepel lantai.
“semalem gw ga bisa tidur. Dari pada gabut gw mending main game, niatnya sebentar tapi malah kebablasan sampe subuh.” Terang renal jujur.
“lo ga pasang alarm?” tanya bagas menimpali.
“lupa.”
__ADS_1
Karena gotong royong, baru beberapa menit saja pekerjaan mereka hampir selesai setengahnya.
“gw boleh bantuin ga?”salsa, gadis itu berdiri tepat di pintu masuk.
“ga usah.” Ucap kevin cepat. Entah bagaimana gadis itu bisa sampai ke sini padahal tempat ini terbilang cukup jauh dari kelas mereka.
“lebih banyak orang lebih cepet beres.” Ucap salsa, gadis itu mulai mengambil alat-alat kebersihan yang ada di pojok.
“di bilang ga usah berarti ga usah.” Ucap kevin lagi yang sepertinya kali ini sudah mulai jengah.
Tapi, salsa tetap lah salsa, gadis itu sangat keras kepala. Mau bagaimanapun kevin melarangnya, salsa akan melakukan apapun yang dia mau.
Salsa membantu kevin membersihkan cermin. Salsa tidak menyadari bahwa di bawah kakinya ada ember yang berisikan air bekas pelan, kakinya tak sengaja menumpahkan air yang ada di dalam ember tersebut, membuat lantai yang sudah besih kembali kotor.
“sorry, gw bener-bener ga sengaja.” Ucap salsa, tapi ia masih berbicara santai layaknya tidak melakukan kesalahan apapun.
“bukan nya bantuin, malah nambah beban.” cibir David, ia kembali memberiskan lantai itu dengan tak henti-hentinya mengumpati salsa, padahal pekerjaanya sudah hampir beres.
Tepat pada saat bel jam istirhat di bunyikan, pekerjaan mereka akhirnya selesai, tempat itu kini sangat bersih dan wangi, entah apa faedahnya pak bambang menyuruh mereka membersikan wc yang sudah tak terpakai di banding wc yang masih bisa berfungsi dengan baik.
“karena kalian udah bantuin gw, jadi hari ini gw traktir.” Ujar renal, jika bukan karena bantuan mereka semua, hukumannya tidak akan selesai dengan cepat.
“asekkk makan gratis, sepuasnya ya.” Ujar bagas dengan girang, dia selalu begitu jika menyangkut makanan gratis.
“ga lebih dari tiga puluh ribu.” Peringat renal, bagas akan sangat tidak tahu diri jika renal mengiyakan.
“oke deh, kuy lah ke kantin.” Bagas berjalan lebih dulu, di susul renal, david, kevin dan juga salsa.
“aku juga dapet traktiran kan?” tanya salsa yang di iyakan oleh renal, bagaimanapun gadis itu sudah turut membantu.
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
Makanan pesanan ke lima nya sudah datang, salsa ikut duduk di antara mereka tepatnya di apit oleh david dan kevin, tentu saja itu menjadi buat bibir orang-orang disana. Biasanya salsa akan langusung di depak, tapi sekang tidak.
“geseran dikit dong.” Ucap salsa, tanpa banyak bicara david sedikit menggeser tempat duduknya.
“kayaknya cuanki punya kamu enak, nyicipin dikit dong.” Tanpa menunggu persetujuan dari yang punya, salsa mengambil sendok kevin dan mulai mencicipi kuah cuanki milik laki-laki itu.
Perlu kalian ketahui, kevin sangat anti satu alat makan dengan orang lain, keempat laki-laki yang ada di sana menatap salsa dengan diam.
Sepertinya sebentar lagi akan terjadi drama.
Kevin bangkit dari tempat duduknya, tiba-tiba selera makan nya enyah begitu saja. “eh mau kemana?” salsa ikut berdiri, meraih tangan kevin.
“kelas.” Kevin kembali menarik lengannya dari salsa.
“loh ko ke kelas.” Lagi-lagi salsa menahan kevin untuk tidak pergi dari sana.
Kevin menghempaskan lengan salsa dengan kasar, gadis itu kehilangan keseimbanganya kemudian terjatuh.
Seperti kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula, itu yang sedang salsa alami, air yang berada di atas meja tumpah tepat pada baju seragamnya.
“sorry.” Kevin memang meminta maaf tapi tidak dengan membantu gadis itu, beberapa siswa mengambil gambar salsa yang hari ini sedang tertimpa sial, forum grup lambe turah SMA BAKTI MUDA akan memanas dengan topik baru dengan salsa sebagai tokoh utama.
“woi vin tunggu.” Teriak renal, ia membawa sepiring mie gorengnya sambil lari menyusul kevin.
“aelah lagi enak-enak makan.” Sungut bagas yang melayangkan tatapan permusuhan pada salsa.
David meminum minumannya dalam sekali teguk lalu melempar cup bekasnya pada salsa. Kemudian menyusul teman-temannya yang lain.
__ADS_1