
Bugh
Bugh
"Ampun!! gue di suruh sama seseorang?? jangan hancurin geng gue!" ujar cowok yang kini bersimpuh di hadapan Danial.
Cowok itu menundukkan kepalanya dalam. Tidak berani mendongak mata tajam Danial. Danial menggepalkan tangannya. Terlihat 100 anggota sekarang tunduk di hadapan nya.
"Siapa yang nyuruh lo?" tanya Steven menendang perut cowok itu.
"Galang yang nyuruh gue buat nyuri senjata geng kalian. Gue terpaksa lakuin itu, karena dia ancam gue."
"Lo jangan beraninya nipu kita semua," peringat Riko.
"Yang gue katakan fakta. Gue ngak bohong."
Bugh
Bugh
Bugh
Steven memberikan bogeman beberapa kali ke wajah cowok itu. Cowok itu hanya pasrah dengan keadaannya yang sekarang. Melawan Danial itu, sungguh mustahil, walaupun memiliki anggota yang banyak. Namun, anggota geng Danial jauh lebih banyak.
Bahkan tenaga Danial, sampai sekarang masih tidak ada yang bisa mengalahkannya.
"Udah Stev!! kita bisa memanfaatkan anggota mereka," lerai Rapa, ia memiliki ide yang sangat berlian, yakni mengangkat anggota mereka menjadi bawahan geng Danial.
Ide yang cukup bagus. Sungguh Galang bukan tandingan Danial. Bahkan melawan wakil ketua seperti Rapa saja, Galang akan kalah dengan tenaga Rapa, apalagi melawan Danial.
"LO SEMUA MULAI SEKARANG RESMI MENJADI BAWAHAN DARASTER," ujar Satria mengumumkan keputusan yang telah disetuju oleh sang ketua, yakni Danial Syahreza, hanya dengan tatapan mata dan isyarat. Satria bisa membaca maksud dari bosnya itu.
Mereka semua menunduk dan mengelah nafas panjang. Akhirnya impian mereka semua menjadi anggota geng terbesar di jalanan, terkabulkan, walaupun mereka masih tingkat bawahan.
Dalam geng besar DARASTER yang dipimpin oleh Danial. Memiliki seleksi yang amat panjang dan juga harus memiliki solidaritas yang tinggi terhadap kerja sama geng mereka.
__ADS_1
Seleksi pertama. Mereka akan menjadi bawahan sang senior DARASTER. Seleksi kedua, apabila kelakukan mereka baik dan juga bisa berkerja sama dengan anggota, maka mereka berhak mendapatkan penghargaan dengan di berikan atribut dan jaket DARASTER. Seleksi terakhir mereka semua akan resmi menjadi anggota apabila fisik dan latihan bela diri mereka telah memadai.
DARASTER lebih mementingkan solidaritas dan kekompakan tim anggota dari pada menilai fisik dan bela diri terdahulu. Karena strategi dan kekuatan akan gampang dibentuk apabila semua anggota kompak dan gampang di atur, itulah sebenarnya nilai plus dari geng ini, yang tidak ada siapapun yang menyadari hal itu.
Danial dengan tampang gagahnya memeriksa setiap anggota bawahannya yang baru. Ia hanya terdiam menyaksikan mereka dengan tersenyum miring.
"DARASTER!!"
"MENGUSIK KALIAN MATI!!"
"DARASTER!!"
"RAJA JALANAN."
"DARASTER."
"SOLIDARITAS DAN PERSAUDARAAN!!"
Walaupun tampang Danial dingin, namun ia masih memperhatikan solidaritas dan persaudaraan dalam gengnya. Semua anggota bersaudara karena dipertemukan di jalanan dan bersatu menjadi keluarga besar.
Prok.
Prok.
"Tunggu kehancuran Arezzo, Galang Arga Danuarta," ujar Danial menyeringai.
Drttt. Panggilan masuk dari seseorang. Rapa mengangkat ponselnya dan mendengar kekasihnya histeris dan menangis.
Rapa hikz...
Kenapa Dear??
Anja hikz
Kenapa Lala Mahesa??
Mendengar nama gadisnya di sebut, Danial memperhatikan suara Lala yang menangis, dalam ponsel tersebut. Danial mengeram.
__ADS_1
Anja di culik. Tadi ada sekumpulan cowok yang maksa Anja masuk ke dalam mobil mereka hikz... terus Anja berontak. Aku nolongin malah aku di dorong.
Kamu di mana??
Rumah Anja. Keadaannya darurat satpam semuanya pingsan dan orang tua Anja ngak ada di sini.
Hikz Rapa...
Tut...tut...
Ternyata mereka memanfaatkan pemberontak, untuk menculik gadisnya. Berani sekali mereka menyentuh gadisnya.
Semua anggota merasakan aura gelap sang ketua. Tidak ada yang berani berbicara maupun sekedar bergerak dari tempat mereka.
"Kita eksekusi mereka!!" perintah Danial.
****
Terlihat seorang cowok memperhatikan seseorang yang kini telah tertidur karena obat bius yang iya masukkan ke dalam minuman, dan memaksa gadis itu untuk meminumnya. Ya dengan pemberontak mungil gadis itu.
"Cantik, namun gue ngak mau mengulang masa lalu itu kembali."
"Lo hanya korban pembalasan dendam gue di sini. Lo sangat berharga. Bahkan kalau lo bukan milik cowok itu, gua akan jadiin lo milik gue seutuhnya. Tapi gue masih waras dengan semua itu."
Cowok bernama Galang Arga Danuarta itu tersenyum miris, ia mengobati tangan mungil Anja yang memerah karena ia sendiri terlalu kencang menarik dan memaksa gadis itu yang terus saja memberontak.
Setelah mengobati tangan mungil itu, Galang tidak sabar menunggu kedatangan geng besar Danial. Bahkan ia sudah siap berperang untuk malam ini.
"Tenang ajha, cowok lo akan datang sebentar lagi, karena miliknya di usik."
"Doain gue ya, pasti gue menang dan lo akan jadi milik gue."
Entah apa yang Galang rasakan saat ini, pertama kali melihat gadis mungil yang tertidur ini, membuat ia langsung jatuh cinta. Bahkan untuk pertama kalinya.
Memang ya buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Sekarang yang dirasakan Galang. Dulu bokap nya terjebak cinta segitiga seperti yang ia rasakan sekarang.
Tapi bolehkan sekarang ia egois. Ia ingin memiliki gadis mungil ini, untuknya sendiri. Walaupun itu sangat mustahil. Karena ia akan melawan Danial. Yang pastinya ia akan kalah kalau melawan tenaga cowok itu.
__ADS_1
Danial bisa mengalahkan 30 orang sendirian. Dan itu menjadi skor yang selalu bertambah setiap tahunnya.
Elang menggepalkan tangannya. Ia harus mengalahkan Danial, agar keturunannya esok tidak bernasib menyedihkan seperti dirinya yang selalu berada di pihak yang terinjak dan kalah.