She Is Mine

She Is Mine
Episode 77. Pasangan yang cerdas


__ADS_3


Hembusan nafas kasar terdengar dari tubuh Kintan melihat ke sekelilingnya tampak bosan berada di kamar ini terus, kamar Anja dan dirinya berbeda karena Kintan ingin tidur sendiri, awalnya Anja kecewa dengan keputusan Kintan namun Kintan dengan akal seribu nya berhasil meluluhkan adik sepupunya yang manja itu.


"Bisa ya?? Danial suka sama anak manja seperti Anja?? Ngomong-ngomong anak itu sekarang lagi apa ya?? Aku samperin ahh."


Kintan bangun dan keluar dari kamarnya dan berjalan ke kamar Anja yang hanya berjarak satu meter dari kamarnya. Mata Kintan menyipit ketika pintu kamar Anja sedikit terbuka dan di sana anak manja itu sedang belajar.


"Kak Kintan!!" panggil Anja menyuruh Kintan masuk ke kamarnya tidak usah mengintip karena hal itu tidak sopan menurut Anja.


Anja jadi penasaran, apa kakak sepupunya tidak di ajarkan tata Krama oleh orang tuanya tentang peraturan keluarga Adelia. Tidak boleh mengintip ke kamar orang lain karena hal itu adalah perbuatan yang di larang dalam keluarga mereka.


Kintan masuk ke kamar adiknya sepupunya dan duduk di pinggir ranjang. Kamar Anja terlihat sangat rapi dan bahkan berkali-kali lipat lebih wangi ketimbang kamarnya, jadi betah berada di sini.


"Lo lagi ngapain??" tanya Kintan menatap Anja duduk di depan meja belajarnya dengan lima tumbukkan buku paket tebal.


"Anja lagi belajar kak Kintan," jawab Anja membenarkan letak kaca matanya dan beralih menatap kakak sepupunya.


Kintan sempat terperangah melihat aura kecantikan dari Anja yang berkali-kali lipat bertambah ketika memakai kaca mata dan sedang belajar seperti ini.


"Lo kemarin peringkat ke berapa di kelas?? Kalau gue sih dapat lima besar," ucap Kintan dengan bangganya, pasti anak manja seperti Anja mana bisa bersaing di sekolah terkenal seperti di SMA Garuda dan mengalahkan anak-anak cerdas di sana walaupun di kelas IPS.


"Anja dapat peringkat satu," jelas Anja membuat Kintan menggelengkan kepalanya tidak percaya walaupun sebenarnya ia mengetahui sendiri bahwa Anja adalah anak langganan juara dari dulu pas masih sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.


"Lo bercanda??" tuntut Kintan kembali. Ia tidak terima kalah untuk kesekian kalinya kalah dari Anja.


"Kak Kintan bisa lihat rapot aku dan piagam yang di pojok," ujar Anja menunjuk dengan matanya ke arah kaca bening yang di sana terdapat banyak penghargaan yang ia peroleh dari sekolah dasar sampai sekarang. Dari lomba membaca puisi, olimpiade matematika dan biologi pas SMP dan geografi kemarin juara dua.


Kintan membuang nafas kasar melihat hal itu, "Tapi...."


"Ngak apa-apa Anja manja, tapi punya otak cerdas. Kata mama gitu, mungkin Anja anaknya polos tapi Anja tahu mana yang tulus dan jahat ke Anja. Tapi Anja ngak mau balas kak, itu semua ngak baik. Keluarga Adelia ngak pernah mengajarkan kita untuk menjadi pemenang namun menjatuhkan lawan sebelum bersaing."

__ADS_1


Skakmat!


Sombong sekali? Kintan menahan emosinya yang memuncak, namun ia tidak boleh mengeluarkannya sekarang atau akan berakibat fatal nantinya.


"Semua penghargaan itu Anja peroleh karena Anja bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Anja rajin belajar dan aktif bertanya ketika di kelas."


"Hem."


"Sebenarnya Anja kepengen dapat juara umum seperti Danial dan Rapa setiap tahun. Tapi rata-rata Nilai Anja jauh sama mereka tiga tingkat, Nial dapat nilai hampir sempurna dan Rapa dapat nilai 9.8 dan Anja dapat Nilai 9.5 jauh kan kak??"


Bagaimana Danial tidak suka dengan sepupunya ini, mereka sama-sama pasangan yang cerdas terus apalah daya dirinya tidak memiliki kemampuan apapun selama ini.


"Ayok kita belajar bersama kak Kintan!! kalau kak Kintan ngak keberatan??" ujar Anja menatap kakak sepupunya yang kini terdiam mendengarnya.


"Oke gue ambil buku dulu, sebenarnya gue ada PR sekarang tapi gue malas ngerjainnya," jelas Kintan berbohong, bukan malas tapi tidak mengerti tentang pelajaran itu.


****


Kintan mengangguk lalu mengerjakan tugas nya dengan hati-hati bisa tercoreng namanya di sekolah kalau seorang anak baru tidak mengerti pelajaran matematika, apalagi ia masuk kelas unggulan yang di sana terdapat geng Danial yang jenius.


"Gini kak!! kalau kita mau menguasai pelajaran matematika, pertama coba hafalkan perkalian satu sampai sepuluh karena itu inti dari semua perkalian."


Kintan menatap Anja mengangguk.


"Terus bagi kurung, kalau kita sudah paham semua tentang perkalian maka akan lebih muda mengerjakan bagi kurung."


"Tapi bagi kurung sulit banget bagi gue, apalagi bilangannya banyak banget dan hasil akhirnya sering ngak sama dengan nol."


"Anja coba kasih contoh ya, walaupun bilangnya banyak kan masih bisa dikerjakan tapi kita harus sabar kak, kalau jawaban yang kita peroleh tidak menghasilkan akhirnya nol maka kita tambahkan koma di atas jawabannya dan nol di bawah. Insyaallah nanti hasilnya akan kakak dapatkan. Kalau hasilnya tidak terhingga maka kita bulatkan."


"Kak Kintan coba ya selesaikan sendiri biar mengerti!!" ucap Anja diangguki oleh Kintan, dirinya tidak akan menyuruh Anja juga untuk menyelesaikan soalnya, karena dirinya gengsi.

__ADS_1


Kintan mencoba untuk menyelesaikan tugas matematika, dan berpikir sejenak untuk mengetahui jawabannya tanpa melihat kalkulator, dan akhirnya selesai. Ia menyodorkan hasilnya kepada Anja, Anja mengangguk berarti jawabnya benar semua.


"Kak Kintan sebenarnya cerdas, tapi malas belajar. Jangan malas lagi ya kak!! harus tetap semangat!!"


"Gue emang cerdas," jawab Kintan dengan percaya diri, diangguki oleh Anja langsung.


"Kita belajar lagi besok-besok ya?? Anja bahagia belajar bareng kak Kintan."


Gue yakin sebentar lagi Danial akan luluh sama gue kalau gue cerdas seperti ini, batin Kintan tersenyum manis tidak sabar diapit oleh lima pangeran sekaligus.


"Gue ngantuk mau istirahat. Makasih ya!!" ujar Kintan membereskan bukunya dan segera pergi ke dari kamar Anja. Ia tidak sabar untuk segera tidur dan memimpikan Danial bersamanya.


Anja tersenyum lalu menutup kamarnya dan menguncinya, "Anja sayang sama kak Kintan."


Seakan tersadar, Anja langsung mengecek ponselnya benar saja ada pesan dari Danial beberapa menit yang lalu.


@Danial Syahreza


Kalau sudah selesai belajar langsung tidur sayang!!


Susunya jangan lupa diminum!!


Besok aku jemput good night sayang😘


@Anja Adelia


Iya Nial, Anja lagi bahagia sekarang karena belajar bareng tadi sama kak Kintan.


Anja sudah minum susu, sekarang Anja mau tidur udah malam, Nial jangan begadang awas ajha!!


Anja sayang Nial selamanya😘

__ADS_1


Anja merebahkan dirinya di ranjang dan mulai memejamkan matanya dengan perlahan, beberapa menit kemudian gadis itu telah tertidur dengan pulas.


__ADS_2