She Is Mine

She Is Mine
part 24 foto


__ADS_3

Pagi ini, keysa mati-matian menahan rasa kantuk yang mendera. Bagaimana tidak, semalam keysa tidak bisa tidur nyenyak akibat ulah kakanya yang terus merancau tidak jelas, lain kali keysa tidak akan membiarkan kevin untuk tidur lagi di kamarnya dengan keadaan seperti semalam.


Sejak jam pelajaran kedua berlangsung, gadis manis itu tidak henti-hentinya menguap, di liriknya jam yang berada di pergelangan tangan, kenapa waktu sangat lambat? Keysa ingin cepat-cepat istirahat, lebih tepatnya ingin cepat-cepat tidur tanpa takut ketahuan guru mata pelajaran. Ternyata benar kata orang, semakin di tunggu semakin lama waktu berjalan.


Sesekali keysa melirik biyan yang sepertinya tengah fokus pada materi yang di sampaikan. hari ini laki-laki itu tidak duduk di sampingnya, dia duduk dengan bima di barisan paling depan, orang yang duduk di sampingnya sekarang adalah alina. Keysa merasa biyan sedang menghindarinya. Dia tidak tahu biyan menghindarinya karena apa.


Sebelum bel masuk berbunyi, keysa sempat bertanya pada alina. Ternyata alina juga tidak tahu menahu alasan biyan ingin pindah tempat duduk, hanya saja semalam biyan mengiriminya pesan untuk duduk di sebelah keysa karena mulai hari ini sampai seterusnya dia akan duduk di sebelah bima.


Setelah beberapa menit berlalu,akhirnya bel yang di tunggu-tunggu bunyi juga. “lesu banget dari tadi, abis bergadang?” tanya alina gadis itu memasukan buku dan beberapa alat tulisnya ke laci yang ada di bawah meja.


“iya.” Jawab keysa sambil menguap, gadis itu membenamkan kepalanya di antara lipatan tangan.


“hayu ah kita ke kantin, lapar euy.” Teriak zaka dengan suara menggelegar, menghampiri meja biyan dan bima.


“yu ke kantin.” Prisil dan shintia juga sudah berada di samping meja keysa dan alina.


keysa yang tadinya berniat akan menghabiskan waktu istirahatnya dengan tidur di kelas ia urungkan, perutnya lapar, tadi pagi tidak sarapan banyak. Keysa tidak akan bisa tidur dengan perut yang kosong.


Lengan keysa di gaet alina, mereka pergi ke kantin bersama.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Di tengah perjalanan ke kantin, tak sengaja keysa melihat siluet kakaknya yang mendekat. Tanpa aba-aba menarik tangan keysa sehingga kini gadis itu berada di sebelahnya. “keysa bareng gw.” Kata kevin, kemudian berlalu dari sana meninggalkan teman-teman keysa yang masih mematung di tempat.


Sesampainya di kantin, keysa duduk di hadapan kevin, di apit oleh renal dan david. Jujur saja, keysa merasa lebih nyaman makan bersama teman-temannya karena ada alina, prisil dan juga shintia. Jika bersama kevin, perempuannya hanya keysa sendiri.


“mau makan apa?” tanya kevin, pada keysa tentunya.


“cuanki aja sama es teh.” Jawab keysa, mungkin makanan itu akan menjadi makanan favorit keysa selama bersekolah disini. Rasanya benar-benar enak.


“nal cuanki sama es teh nya dua ya.” Ujar kevin, orang yang namanya di sebut langsung mengangkat pandanganya dari layar ponsel sambil mengerutkan alis.


“lo ngomong sama gw?” tanya renal memastikan sambil menunjuk dirinya sendiri. Kevin lantas mengangguk.


“yaelah kirain lo yang bakalan mesen.” Renal menggerutu, meskipun begitu dia tetap beranjak dari duduknya untuk memesankan makanan untuk mereka semua. “lo berdua mau pesen apa?” tanya renal yang di maksudkan pada david dan bagas.


“samain aja.” Ucap david yang di angguki bagas.


Belum juga lima menit renal meninggalkan meja, laki-laki itu sudah kembali di ikuti dua laki-laki yang membawa nampan pesanan mereka. “cepet banget.” celetuk bagas.


“gw gitu loh.” Ucap renal dengan nada bangga.

__ADS_1


Sebenarnya renal menyerobot pesanan orang lain, mana mungkin dalam waktu sesingkat itu pesanan mereka semua sudah jadi.


Di sela-sela memakan cuanki, kevin berujar. “hari ini ga latihan dulu, lapang mau di pake sama anak teater.” Jika saja sekolah menyediakan dua lapangan untuk anak futsal, mereka akan tetap bisa latihan hari ini.


“bukanya anak teater biasa latihan di aula?” tanya david


“aulanya udah di beresin buat rapat orang tua besok.”


Besok pagi, sekolah mengadakan rapat untuk semua orang tua kelas dua belas, pembahasannya tidak akan jauh-jauh dari biaya ujian akhir dan nilai tugas-tugas sekolah. Tidak terasa sebentar lagi kevin dkk akan lulus.


“lo udah bilang ke orang tua lo nal?” tanya bagas, ia sangat tahu tabiat temannya yang pelupa ini. “belum, lupa.” Nah kan.


“padahal kemaren gw udah ngingetin lo.” Ujar bagas sambil menyeruput es teh nya.


“ah gampang lah, besok tinggal minta si bibi aja yang dateng, lagian semala gw sekolah disini yang selalu dateng buat jadi wali gw kan Cuman si bibi.” Bibi yang renal maksud adalah asisten rumah tangganya, dia yang selalu mejadi wali renal setiap ada pertemuan di sekolah.


Orang tua renal mana mau meninggalkan sumber uang untuk hal yang tidak terlalu penting seperti ini.


“kaka ga lupa bilang ke mama kan?” tanya keysa, sungguh dia lupa jika sekarang berada di lingkungan sekolah akibat terlalu menikmati cuanki. “udah.” Jawab kevin.


“mama?” beo renal dengan dahi mengerut.


Renal yang mendengar penjelasan kevin hanya ber oh ria.


“drama.”


“hah? Lo bilang apa tadi?” tanya bagas pada david.


“gw ga bilang apa-apa.” Jawab david yang kembali fokus pada makanan nya.


Padahal keysa mendengar dengan jelas gumaman david tadi.


Drrttt


Satu notifikasi pesan masuk.


Keysa mengernyit saat mendapati nomor yang tidak di kenal mengirimnya satu buah foto, karena penasaran keysa membuka foto itu.


Pada foto itu terlihat dengan jelas wajah kevin dan seorang perempuan yang tengah berduaan dengan mesra, posisi si perempuan ada di pangkuan kakanya. Siapa lagi perempuan itu kalau buka salsa, kaka kelasnya yang sangat tergila-gila pada kevin.


Keysa menekan ikon profil, penasaran dengan si pengirim.

__ADS_1


Terpampanglah foto salsa disana. Bahkan perempuan itu berani terang-terangan seperti ini pada keysa.


Apakah salsa pikir dengan mengiriminya foto itu akan membuat keysa terbakar api cemburu? jangan bercanda kevin itu kakanya!


“dari siapa yang?” tanya kevin penasaran.


“dari orang gabut.” Tandas keysa.


Setelah menghabiskan waktu istirahat di kantin, mereka semua kembali ke kelas masing-masing.


Keysa yang sedang memainkan hp terjengkit saat mendapati suara laki-laki di sampingnya.


“loh, bukannya tadi yang duduk sini alina?” tanya keysa bingung, gadis itu mengedarkan pandanganya ke seluruh kelas dan mendapati alina kembali duduk di tempat semula.


“kita gantian tempat duduk lagi.” Ucap biyan dengan senyuman yang membuat kedua matanya tenggelam.


“kamu lagi ngehindarin aku bi?” tanya keysa, jujur saja dia kepikiran, jika benar biyan menghindarinya, ia harus tau biyan menghindarinya karena apa.


Biyan mengangguk. “tadinya gitu, tapi setelah di pikir-pikir, ngapain juga gw ngehindarin lo.” Keysa semakin di buat bingung dengan penuturan biyan, tapi dia juga tidak bertanya lebih lanjut.


“kirain kamu bakalan seterusnya sebangku sama bima, soalnya tadi pagi alina bilang gitu.”


“kaya ga rela gitu gw sebangku sama bima.”


“bukannya apa-apa, aku kepikiran kamu yang ngehindarin aku, padahal sebelumnya kita baik-baik aja, maksudnya tuh gaada masalah sama sekali.” jelas keysa sedikit tertunduk, biyan ini teman baiknya. Tapi tiba-tiba tadi pagi menghindarinya tanpa alsan yang jelas, membuat keysa kepikiran.


“keysa…” orang yang di panggil lantas mengangkat kepalanya “hmm?”


“ko bisa si lo gemes banget kaya gini.” Biyan menekan kedua pipi keysa dengan kedua telapak tanganya. Keysa yang mendapat perlakuan itu mematung sejenak, beberapa orang yang menyaksikan kejadian tersebut menunjukan reaksi yang sama seperti keysa. perlakuan  biyan yang seperti itu terlampau berani, semua orang tahu kalau keysa itu pacarnya kevin, tapi sepertinya biyan mengesampingkan kenyataan tersebut.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Sore ini biyan menghabiskan waktunya di balkon kamar. Menikmati angin sore yang menerpa wajahnya sambil memandang foto seseorang yang dia ambil secara diam-diam.


Satu pesan masuk, membuat atensi laki-laki itu teralihkan.




__ADS_1


__ADS_2