She Is Mine

She Is Mine
Episode 33. Pembangunan Universitas


__ADS_3

"Bagaimana?" tanya Danial dengan wajah yang datar.


Alex mengangguk, menandakan pekerjaan pembangunan yang sudah perlahan selesai.


"Syahreza university, telah berjalan dengan baik tuan muda. Bahkan banyak calon kandidat dosen yang kini tengah mengantri untuk menjadi salah satu pengajar di sana."


Memang keluarga Syahreza sengaja membangun perguruan tinggi dengan fasilitas yang memuaskan dan juga dengan jaminan lulusan yang terbaik. Namun dengan biaya yang menyesuaikan untuk para anak-anak yang bisa dibilang kaya.


Bahkan bukan hanya itu syahreza university telah menyiapkan berbagai macam beasiswa prestasi untuk mahasiswa yang kurang mampu.


"Nial!!" gadis cantik dan mungil itu masuk dengan tiba-tiba ke ruang kerja Danial.


Anja, gadis itu lelah menunggu di bawah, sehingga dengan nekat mencari kekasihnya itu.


Alex segera pergi meninggal kan ruangan itu, dan Danial dengan senyuman tipis mendekati gadisnya, "Capek?"


Anja mengangguk, sebenarnya Anja tidak terlalu lelah, namun di bawah sana mama Danial terus membujuk dirinya untuk perawatan.


Mama Danial akan mengirimkan seseorang ke rumah gadis itu. Orang-orang salon yang akan membantu dirinya merawat tubuh, wajah dan bagian lainnya.


"Kenapa hem??"


Danial memangku Anja duduk di atasnya, Anja tentu sangat malu dengan posisinya saat ini, namun melihat tatapan Danial yang memerintah membuat ia pasrah.


"Ceritain!!"


"Mama suruh Anja perawatan. Bahkan mama mau kirim orang untuk mengurus semua kebutuhan Anja. Dari ini itu."


Mama Danial sangat menyayangi calon menantunya itu, terlihat polos dan juga lembut. Berbanding terbalik dengan anaknya yang selalu membuatnya takut dari kecil, karena sikap Danial yang sulit untuk di tebak.

__ADS_1


Anaknya sulit mengeluarkan ekspresi seperti anak-anak lain pada umumnya. Bahkan anak itu selalu menatap tajam orang-orang yang menganggu kedamaian dirinya.


"Pa! Papa!!" teriaknya kini memanggil suaminya dengan suara yang nyaring.


"Iya ma, ada apa teriak-teriak??"


"Ini loh, anak kita kenapa anak ini terlihat tidak mengeluarkan ekspresi apapun, padahal anak seumuran dia senang bermain dengan teman-teman nya. kenapa anak kita berbeda??"


Danial sudah berumur 6 tahun ketika di ajak berkumpul dengan teman-teman sebayanya. Namun bukannya bermain dengan teman-teman nya, anak itu malah diam melihat tingkah konyol anak-anak seusianya dengan duduk manis di dekat mamanya. Bahkan menatap tajam anak-anak yang ingin mengajaknya bermain.


"Biarkan saja ma."


"Biarkan?? mama khawatir anak kita terganggu kejiwaannya pa."


Danial yang mendengar dirinya dibicarakan tampak acuh, lalu masuk ke dalam kamarnya, tanpa memperdulikan mamanya yang kini memanggil dirinya khawatir.


Di dalam kamar Danial sibuk membaca buku-buku yang tampak membuatnya penasaran.


"Masuk!!"


"Papa mau bicara sama Danial."


Tubuh kecil Danial melepaskan buku di genggamannya, lalu mendekati papanya.


"Danial pewaris Syahreza Gruf. Persiapan diri untuk memimpin perusahaan dari sekarang."


"Jangan mengatur masa depan Danial!!" bantahnya. Siapapun tidak ada yang berhak mengaturnya. Danial tidak berminat menekuni dunia bisnis seperti orang lain.


Anak mereka bahkan lebih dingin dari dirinya. Bagaimana cara untuk mengatur anaknya yang keras kepala ini untuk menuruti semua perintahnya.

__ADS_1


Namun semua itu berubah dengan pesat ketika anaknya bertemu dengan gadisnya, semenjak bertemu dengan Anja, anaknya mulai menekuni dunia bisnis. Bahkan membangun perusahaan sendiri dengan keahliannya yang jangan ditanyakan lagi.


Jadi. Sebesar apapun uang yang dikeluarkan anaknya, untuk gadisnya itu. Orang tuanya tidak pernah melarangnya. Karena hanya Anja yang dapat mengendalikan Danial, anaknya.


Semua yang di lakukan mamanya sekarang, asli perintah dari Danial.


"Nial!! kok bengong?" gadis itu memasang wajah cemberutnya.


"Anja kurang cantik ya? atau kurang kaya?? makanya mama Nial nyuruh Anja perawatan? malu punya calon menantu jelek seperti Anja?"


Danial menggelengkan kepalanya, "Nurut ya baby!!" Danial memutar tubuh Anja menghadap ke arahnya. "Ini semua demi kebaikannya Anja."


"Hem... Ohh ya?? Anja dengar Nial mau bangun universitas ya??"


Danial mengangguk.


"Kenapa??"


"Buat sekolah Anja."


Anja terkejut mendengar nya. Buat sekolah dirinya?? bercanda nih Nial.


"Ngak bercanda baby."


"Biar ngak jauh, Aku bisa pantau."


"Hem... gimana ya, tapikan ngak segitunya juga bangun universitas."


"Sebenarnya dari dulu ini usulan dari papa. Bisa selesai sekarang. Kita sebentar lagi lulus."

__ADS_1


Dari sekolah dasar, Sekolah menengah pertama, dan Sekolah menengah atas, sekarang universitas. Syahreza gruf tidak main-main mengenai pendidikan untuk penerusnya.


__ADS_2