She Is Mine

She Is Mine
Episode 60. Rapa yang menyesal dan kebenaran yang sedikit terungkap


__ADS_3


Brak. Pintu terbuka dengan kasar memperlihatkan Anja dengan wajah yang khawatir mendekati Lala dan mendorong Rapa yang terdiam di sana dengan sangat kasar.


Danial yang melihat itu hanya menghela nafas pelan, lalu memapah Rapa berdiri, akibat tenaga kecil Anja yang mampu meruntuhkan Rapa.


"Perut Lala berdarah hiks. Kenapa bisa seperti ini La?? pasti karena Anja kan, hiks," Anja sembari menangis dan mengobati perut Lala yang mulai basah dengan darahnya.


Pertama Anja membersihkan darah Lala secara perlahan dan lembut, walaupun sesekali Lala meringis. Setelah itu mengobati perut Lala dan membalutnya dengan perban.


"Pasti sakit kan??" tanya Anja melihat tatapan kosong dari Lala. Lala hanya diam tidak menanggapi apapun pertanyaan dari Anja.


Merasa kesal, Anja berbalik lalu menampar Rapa dengan tangan mungilnya.


Plak.


"Sayang!!" panggil Danial tidak habis pikir dengan kelakukan gadisnya.


"Apa?? Nial mau belain cowok kasar ini?? atau Nial sama seperti dia??" Anja menunjuk Rapa yang hanya terdiam, dengan bekas tamparan di pipinya.

__ADS_1


Danial bungkam, tidak ingin ikut campur. Kalau gadisnya sampai marah kepadanya, ia bisa gila nantinya.


"Kamu kenapa jahat sama Lala?? Lala salah apa sama kamu??" Rapa masih terdiam. Menatap Anja yang menatap tajam dirinya.


"Kemarin kamu lukai tangan Lala. Dan sekarang kamu lukai perut Lala," Anja mengatur nafasnya perlahan, "Kamu ngak kasihan sama Lala yang terus-terusan sakit-sakitan?? belum jadi suami ajha kamu sudah bertindak seenaknya sama Lala."


Anja memegang tangan Danial, "Nial!! usir Rapa dari sini. Kasihan Lala sahabat aku ketakutan," mohon Anja kepada kekasihnya, "Kalau Nial ngak mau, Anja dan Lala yang akan pergi dari sini, biar ajha kami di makan serigala di luar sana."


Danial menatap Rapa dengan tatapan memerintah. Rapa kembali menatap Lala, yang tengah meneteskan air matanya dan tidak ingin menatapnya sedikitpun. Dengan berat hati, Rapa pergi dari sana dan menutup pintu kamar itu.


"Lala!! akan baik-baik ajha sama Anja. Lala jangan sedih," ujar Anja mengelus bahu Lala yang bergetar karena menangis.


Sekarang menyisakan Anja yang kini membaringkan Lala dengan lembut di atas ranjang dan membuat Lala nyaman terdahulu.


Setelah itu Anja membersihkan darah di perut Lala secara perlahan, walaupun darah tersebut kini membekas di baju yang Lala pakai, karena sempat tertutup tadi, ketika dirinya datang bersama Danial.


Setelah membersihkan darah Lala dengan kapas bersih, Anja menuangkan obat di sana, Lala meringis namun masih tetap bungkam.


Setelah itu membalut perut Lala dengan perban, terakhir mengelus perut Lala yang sakit, "Cepat sembuh ya La," ucap Anja membuat Lala menatapnya dengan sendu.

__ADS_1


"Maafin Anja yang buat Lala di hukum sama Rapa," sesal Anja menunduk.


Lala mendekati sahabatnya itu dan memeluknya, tidak memperdulikan perutnya yang masih perih, "Lo sahabat terbaik gue An, ngak usah merasa bersalah. Karena inilah persahabatan."


Mereka menautkan jari kelingking bersama, dengan sama-sama tersenyum bangga, "Selamanya akan menjadi sahabat sejati, suka maupun duka," ucap mereka kompak dan berpelukan kembali.


"Udah ngak usah sedih lagi, bagaimana lo minta ke Danial buat kita camping di depan mension. Soalnya pemandangan nya indah banget."


Lala sempat tertegun ketika melihat pemandangan mension ini ketika pertama kali masuk dari gerbang utama.


Anja berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya, "Anja juga kepengen lihat hewan buas, hewan itu seperti apa sih?? ya seperti serigala atau macan."


"Sebenarnya Danial pasti ada pelihara hewan itu, termasuk pelihara buaya juga," jelas Lala membuat Anja melototkan matanya dan terkejut.


"Ihhh.... beneran La?? kok Anja ngak tahu?? di mana Lala lihat?? Anja mau lihat juga dong."


Danial dan para sahabatnya, sengaja memelihara hewan buas, dan makanannya adalah korban-korban mereka, batin Lala menatap Anja yang tidak mengetahui apapun.


Entahlah, Lala tidak bisa mendeskripsikan geng Danial adalah orang-orang yang waras.

__ADS_1


__ADS_2