She Is Mine

She Is Mine
Episode 53. Di bully semua orang


__ADS_3



Semua orang bersorak heboh, karena di depan mereka ada lima cowok most wanted dengan gaya cool, memakai baju basket dan jangan lupakan keringat mereka yang mulai membanjiri wajah tampan tersebut.


Anja duduk di dekat Lala, beserta beberapa anak cewek lainnya, memakai baju bebas berbagai macam gaya, untuk memikat semua laki-laki.


Anja cukup menggunakan celana jens dan jaket berwarna putih, agar ia tidak kedinginan, walaupun cuaca memang lumayan panas. Namun itu semua sudah Danial siapkan membuat Anja menurut saja.


"Nih susu lo, jangan jauh-jauh dari gue, nanti lo hilang lagi. Soalnya yang nonton bukan hanya SMA kita ajha, katanya SMA tetangga pada nonton semua. Entah dapat berita dari mana."


Anja mengangguk, lagi pula ia tidak ingin kemana-mana. Ia memperhatikan Danial yang tengah merenggangkan otot-otot nya membuat semua cewek terpekik bahagia. Dan Anja tidak menyukai hal itu.


"Lo cemburu?" tanya Lala kepada anak itu yang terlihat cemberut.


"Kenapa mereka suka banget teriak-teriak ngak jelas seperti itu," jawab Anja kesal.


"Namanya juga mereka lagi lihatin cowok ganteng, apalagi Danial sebagai rajanya."


"Tapi Anja ngak suka, Lala."


Bisa gawat kalau Anja cemberut seperti ini dan merajuk, pasti nanti pertandingan akan dibatalkan oleh Danial, karena membuat gadis ini bersedih dan cemburu.


DANIAL MAU NGAK JADI PACAR AKU??


DANIAL GANTENG BANGET WOY.


NGAK ADA TANDINGANNYA.


GUE MAU JADI ISTRI KEDUA DIA.

__ADS_1


GUE MAU JADI ISTRI KETIGA


GUE MAU KEEMPAT DEH. ASAL SUAMINYA DANIAL.


Lala menatap tajam ke arah cewek-cewek yang bersorak dan berteriak sembarang, mereka tidak malu cowok yang diteriaki sudah ada pawangnya, bahkan ada di samping mereka.


"Woy cabe-cabean sekilo. Lo kenapa teriak-teriak dengan mulut pedas lo itu ahh. Lo ngak tahu malu banget, teriak di depan pacar Danial."


Mereka semua tidak peduli sama sekali, bahkan merendahkan penampilan Anja yang tidak seksi seperti penampilan mereka semua, "Ohh dia cewek Danial," mereka menunjuk Anja, "Cantik sih tapi tepos."


Seketika Anja terdiam, mencerna perkataan mereka semua. Lala yang melihat sahabatnya mencerna perkataan mereka, langsung mengajak Anja berbicara, "Ngak usah di dengarkan!! mereka tuh gila."


Apa dirinya tidak pantas dengan Danial?? batin Anja menatap sendu Danial yang kini juga menatapnya kembali.


Danial menatap tajam Lala, mencoba mencari jawaban kenapa wajah gadisnya murung seperti itu. Danial keluar dari lapangan, sebelum pertandingan di mulai sebentar lagi.


"Kenapa hem??" tanya Danial memegang tangan Anja dengan lembut, namun langsung ditepis oleh Anja. Danial menggepalkan tangannya, pasti ada yang menganggu pikiran Anja saat ini.


Mereka semua berharap Anja tidak memikirkan perkataan mereka semua tadi yang memuji secara terang-terangan Danial dan menjatuhkan Anja.


Bagaimana pun, Anja juga seorang manusia yang tidak sanggup selalu dijatuhkan, ia memilih diam dan mencerna perkataan mereka dari tadi yang menjelekkan dirinya tidak pantas berpacaran dengan Danial.


Bukannya hanya sekolahnya saja, namun semua sekolah yang menonton pertandingan Danial. Bisa dibayangkan Anja seakan dibully oleh semua sekolah.


"Aku mau pulang," ujar Anja mengubah kata-kata nya menjadi lebih dewasa, bukan seperti rengekan manja ke Danial.


Danial masih memegang tangan Anja dengan lembut, mencoba menenangkan perasaan gadisnya, "Siapa yang buat kamu sedih??"


Mereka semua menahan nafas ketakutan, mereka semua ingin kabur, namun pintu gerbang telah di kunci oleh Satria dan kawan-kawan.


"Aku mau pulang. Kamu dengar ngak sih!!" bentak Anja lalu pergi begitu saja, menyeret Lala dengannya, meninggalkan Danial yang siap untuk memusnahkan siapapun yang berani membully gadisnya dari tadi.

__ADS_1


"Satria!! lo tahu yang harus lo lakuin kan?" ujar Danial dingin lalu, menyusul Anja yang kini pergi meninggalkan nya.


Satria tersenyum miring, inilah tugasnya membasmi para hama anak-anak sekolah yang harus dikasih pelajaran dengan baik dan bijaksana.


Sedangkan Anja menghapus air matanya, berjalan dengan cepat sampai ia menabrak seseorang. Bruk.


Anja terjatuh begitu saja ke lantai yang dingin, sang penabrak terkejut lalu menolongnya, namun langsung ditepis oleh Lala yang ada di sana duduk membersihkan rok Anja yang kotor.


"Jangan sentuh sahabat gue!!"


Cewek bad girl dengan penampilan yang lumayan seksi tidak peduli dengan tatapan dan larangan Lala, ia segera membantu Anja berdiri, "Kamu kenapa nangis??"


Anja dengan menangis memeluk cewek itu dengan erat, "Kakak!!" lirih Anja. Lala hanya memperhatikan interaksi mereka yang cukup akrab.


"Mereka bully Anja. Kata mereka Anja ngak pantes sama Nial. Apa itu benar hiks??"


Cewek bad girl bernama Elina itu menggepalkan tangannya, siapa yang berani membuli adik kecilnya, "Siapa yang bully dia?" tanya Elina kepada Lala.


"Semua anak SMA tetangga. Mulut mereka memang sangat pedas. Gue ajha ingin remukin," curhat Lala mulai terbuka dengan Elina. Sepertinya gadis itu cukup baik untuk menjadi teman.


"Udah ya ngak usah dipikirin!!" ujar Elina. Namun Anja masih sesenggukan di pelukan Elina. Selama ini tidak ada yang membully nya sampai seperti ini.


Orang tuanya selalu memanjakannya dan menjaganya dengan lembut. Bahkan kak Mita tidak pernah berkata kasar dan membentaknya selama Ini. Dan mereka siapa membully dirinya bahkan menjelekkan nya.


"Baby!!" panggil Danial dengan nada lembut, melihat Anja memeluk Elina dengan erat. Anja tidak ingin melihat ke arah Danial sedikitpun. Ia masih sakit hati.


"Jangan menangis terlalu lama. Nanti kamu sesak nafas baby!!" ujar Danial, ingin merebut Anja dari pelukan Elina.


Anja menatap Danial dengan mata sembabnya, "Mereka jahat hiks."


Danial memeluk Anja dengan sangat erat. Apapun yang terjadi mereka harus mendapatkan akibatnya. Nanti ia akan turun tangan dengan semua ini, "Kita pulang!!" ujar Danial langsung menggendong Anja, yang sudah mulai terlelap.

__ADS_1


"Urusan kita belum selesai!!" peringat Danial menatap Elina. Karena Elina gadisnya seperti ini. Ia juga akan memberikan pelajaran berharga kepada Elina nantinya.


__ADS_2