
"Sekarang Nial antar ke kelas," ujar Anja masih manja tersenyum manis melihat raut wajah, tampan sang kekasih.
"Tapi bagaimana dengan guru itu?" tanya Anja khawatir, semoga guru itu dalam keadaan baik-baik saja. Seperti janji Danial tadi, ketika mereka berada di dalam ruangan pribadi Danial.
Danial mengusap halus wajah cantik dan imut gadisnya, gadis kesayangan nya dan gadis kecilnya, "Jangan selalu buat aku khawatir sayang!!" peringat Danial lembut, namun terlihat tatapan Danial serius menghunus mata imut gadisnya, "Atau orang itu akan mati sayang."
Seketika Anja sejenak terhipnotis, menatap dalam mata hitam Danial, yang seakan-akan memerintahkannya, untuk selalu menurut semua perkataan Danial, "Mata Nial indah, tapi serem."
Danial segera mengerejapkan, matanya agar Anja tidak melihat lebih dalam sisi iblis di balik mata indah itu, hanya cinta dan kasih sayang, yang boleh gadisnya lihat.
"Kok orang berkerumunan, banyak banget Nial," tanya Anja melihat pemandangan itu, namun mereka berbondong-bondong mendekati mereka.
"Bos!!" panggil Satria mendekati Danial, beserta Riko dan Steven seperti tergesa-gesa ingin memberikan sebuah informasi.
"Kenapa??"
"Lo di tantang sama nih anak buat duel lawan dia main basket di lapangan. Kalau dia menang, dia akan jadian sama ceWek itu," Riko menunjuk cewek bad girl yang tampak tersenyum mengejek melihat ke arah Danial yang menatap mereka datar.
__ADS_1
Cewek itu mendekati Danial, namun segera di halangi oleh Anja dengan wajah sangarnya, namun terkesan imut, "Jangan deketin Nial!!" peringat Anja kesal.
"Eh anak kecil!! ngak usah halangin gue!! gue hanya mau nantangin cowok lo yang terkenal jenius itu."
"Nial ngak akan main basket, nanti Nial kecapean. Kamu siapa mau perintah Nial!!"
Cewek bad girl itu tersenyum miring, menatap Anja dari atas sampai bawah, cantik dan menggemaskan, ia jadi tidak tega membentak adik kecilnya ini, "Iya udah gue minta maaf. Tapi izinin Danial lawan cowok itu ya? biar dia ngak gangguin gue," mohon cewek itu, membuat semua orang melongok. Cewek bad girl itu meminta maaf kepada Anja dan bersikap lembut, itu bahkan sangat langka ia lakukan.
Danial menatap tajam cewek bad girl itu, nanti ia akan mengasih pelajaran kepada cewek itu karena berani menatap gadisnya dengan tatapan memuja, "Gue terima!!" ujar Danial dingin membuat sorakan semua siswa menggema tidak sabar menghadiri pertandingan basket yang akan di hadiri oleh para most wanted SMA Garuda.
"Gue tunggu besok!!" ujar cewek bad girl tersebut menatap tajam Danial. Lalu beralih menatap sendu ke arah Anja yang kini memeluk Danial, "Adik kecil harus ikut ya?" ucap cewek itu, mengingatkan dirinya kepada adiknya yang polos, namun telah beda dunia.
Semua siswa telah bubar, namun cewek bad girl itu masih memperhatikan wajah Anja yang juga menatapnya bingung, "Boleh kita bicara?"
"Lo mau apain queen kita?" tanya Satria memasang badan di depan cewek itu.
"Gue hanya mau bicara ajha sama dia, biar akrab."
__ADS_1
Anja menatap bingung cewek itu, ia ingin berbicara dengan dirinya? namun melihat tanda gelengan dari Danial, membuat ia mengurungkan niatnya untuk menyetujuinya, "Ngak boleh sayang!! dia cewek nakal. Anja hanya boleh bicara sama Nial dan Lala di sekolah ini. Termasuk guru-guru dan teman-teman Anja yang baik."
"Tapi kakak itu dia mau bicara sama Anja Nial."
Cewek bad girl itu menggepalkan tangannya, "Lo cowok apaan menghasut cewek lo ngak bener!!" protes cewek itu tidak terima.
"Dia cewek gue!!" balas Danial datar.
"Dia bukan barang, yang dengan mudah lo miliki."
"Jangan pernah sentuh milik gue!!" ancam Danial. Lalu anak buah Danial menyeret cewek itu menjauh dari gadisnya, ia tidak ingin gadisnya bergaul dengan cewek itu.
"Nial!! ngak baik usir kakak itu seperti itu," protes Anja kembali.
"Jangan dekat-dekat sama dia!! jangan mau bicara maupun di ajak apapun sama dia. Kamu dengarkan sayang?"
Anja mengangguk, "Kenapa penampilan kakak itu seperti itu?" tanya Anja polos.
__ADS_1
"Dia nakal sayang. Nanti mama kamu marah kalau salah pergaulan."
"Iya Nial. Makasih udah selalu jaga Anja," ucap gadis itu tersenyum manis, "Tapi kakak itu terlihat sedih pas dia natap Anja tadi."