She Is Mine

She Is Mine
part 14 jamkos (jam kosong)


__ADS_3

Salsa berjalan cepat sepanjang koridor dengan air mata yang tak hentinya mengalir, ia sudah tak peduli tatapan orang-orang yang tertuju pada nya.


Bruk…


Salsa menubruk tubuh seseorang sampai orang itu jatuh terduduk di atas lantai.


“heh kalo jalan tuh…” ucap orang itu menggantung saat melihat salsa yang ada di depannya dengan keadaan yang tidak bisa di bilang baik-baik saja.


Salsa hanya melirik orang itu sekilas, tanpa ada niatan membantu, salsa berlalu begitu saja.


Di masukinya kamar mandi yang hanya di isi dua orang perempuan.


Tanpa di duga salsa meninju cermin yang ada di depannya sampai serpihan kaca itu menusuk kulitnya.


Dua orang yang ada disana tentu saja terkejut. Di banding menghentikan salsa untuk tidak melukai dirinya sendiri, mereka malah kabur dari sana, takut kena amuk.


“AAAARRGGHHHH SIALAN.” satu tangannya lagi ia gunakan untuk meninju cermin, darah yang mengalir dari kedua kepalan tanganya tak ia hiraukan.


“GW KURANG APA DI MATA LO VIN.” salsa berteriak layaknya orang yang kesetanan. “selama ini gw berusaha berubah jadi cewek yang lo suka, selama ini gw berusaha jadi cewek yang jadi kriteria lo, selama ini gw yang berjuang buat dapetin lo, kenapa dia, kenapa harus dia yang bisa milikin lo? Kenapa bukan gw?” lirihnya, lagi-lagi ia tak bisa menghentikan air matanya yang keluar tanpa di minta.


“awas aja lo keysa, gw bakal bikin perhitungan sama lo karena udah rebut kevin dari gw.”


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Selesai makan di kantin, kevin mengantar keysa kembali ke kelas nya. Untuk ke jadian di kantin tadi, kevin anggap hanya angin lalu.


“nanti jangan dulu keluar ya sebelum kaka jemput.” Ucap kevin ketika mereka berdua sudah berada di depan kelas 11 ipa 2.


Keysa mengangguk patuh, pikiran gadis itu terus melayang pada kejadian di kantin. Apa perempuan tadi tidak apa-apa? Dia terlihat gaket sekaligus sedih. Siapa dia? Pacar kakanya kah? Atau mantan kakanya yang masih menyimpan rasa?


“heh, ko ngelamun? Ngelamunin apa hmm?" Kevin menangkup kedua pipi keysa. tatapan mereka berdua bertemu.


“ada yang mau aku tanyain, tapi di rumah aja deh.” Jawab keysa, ia menurunkan kedua telapak tangan kevin dari pipinya.


“gih kaka ke kelas, udah bel.”


“ngusir nih ceritanya?” kevin pura-pura cemberut.


“iya. Gih sana.” Keysa mendorong tubuh kevin.


“iya deh iya, belajar yang bener ya.” Sebelum pergi, kevin mengusap puncak kepala keysa dan memberikan kecupan kilat sampai gadis itu tertegun kaget.


Semua teman-teman keysa yang ada di kelas melihat secara langsung adegan itu.


Tapi ketika keysa masuk ke dalam kelas mereka berpura-pura tidak melihat apa-apa, sibuk pada kegiatan masing-masing.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Kevin masuk ke dalam kelasnya, untung saja guru mata pelajaran belum datang.


“ciee yang baru nganterin pacar.” Celetuk renal dari belakang.


“ga di anterin juga ga bakal ada yang berani ngambil dia dari lo.” Celetuk salah satu teman sekelasnya


“biasalah, sekarang si kevin udah jadi budak cinta AHAHAHAHA.” Sahut yang lain.


“kapan atuh teraktiran euy.” ujar  siska, sekertaris di kelas nya.


“besok gw traktir lo semua.” Ucap kevin yang membuat semuanya bersorak senang.

__ADS_1


Kelas langsung hening saat salsa datang dengan kedua tangan yang di balut kain kasa.


Bisik-bisik kecil mulai terdengar. Mereka penasaran tapi tak mau bertanya secara langsung. Akhirnya mereka hanya bisa  menerka-nerka.


Kevin? Dia sama sekali tidak peduli.


“silahkan baca-baca lagi materi minggu kemarin. Hari ini kita kuis ya, Bapak kasih waktu lima belas menit buat baca materi terkahir yang kita pelajari, lima belas menit di mulai dari sekarang.”


“bapak kebiasaan deh suka kuis mendadak kaya gini.” Ujar renal.


“biar susuprise.” Jawab pak kamal selaku guru kimia.


“surprise pak buka susuprise.” Bagas mengoreksi.


“nah maksud bapak itu. Sok lah di baca saja dulu.”  Semuanya langsung sibuk membuka buku masing-masing.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Dari jam pelajaran ketiga sampai jam pelajaran ke empat, kelas keysa jamkos, guru mata pelajaran ketiga tidak bisa datang karena menemani istrinya yang sedang lahiran anak ke 17. Sedangkan guru mata pelajaran ke empat tidak bisa hadir karena sakit.


Tapi mereka tetap memberikan tugas supaya murid-muridnya tidak berisik. Padahal pada nyatanya mereka tetap ricuh.


Ada yang lebih memilih tidur dengan earphone terpasang di telinga, ada yang rajin membaca materi, ada yang membuat kubu untuk saling bertukar cerita dan masih banyak lagi.


Sedangkan keysa, ia seperti bunga yang di kelilingi lebah. Sebagian dari mereka ingin kenal lebih dekat dengan keysa, sebagian lagi hanya penasaran mengenai hubungannya dengan kevin.


Karena kevin sudah mengklaim dirinya sebagai seorang pacar, jadi keysa hanya akan mengikuti alur yang kakanya buat. Lagi pula, jika keysa mengatakan yang sebenarnya, mereka belum tentu akan mempercayai omongan keysa.


“kalian udah lama pacaran?” tanya seorang gadis dengan kuncir kuda.


“mmm lumayan.” jawab keysa yang agak menimang-nimang.


“satu tahun.” jawab keysa asal.


“lo pada kepo banget sama hubungan orang, sono bubar ke bangku masing-masing, sumpek nih gw.” Usir biyan, jujur saya keysa juga merasa tak nyaman, ia seperti di interogasi maling ayam. Karena usiran dari biyan, akhirnya mereka pergi.


“eh key, minta no wa lo dong.” Ujar biyan, orang-orang yang mendengar itu langsung menyorakinya.


“anjay si biyan gercep.” Seru bagas


“buat di masukin ke group kelas.” Jelas biyan meluruskan.


Setelah menyebutkan beberapa deret angka, biyan langsung memasukan nomber keysa ke dalam group kelas.







“biyan, ini group apa?” tanya keysa sambil memperlihatkan layar ponselnya.


“mulai hari ini lo masuk circle kita.” Ucap biyan sambil menaik turunkan alis.


Keysa kembali pada layar ponsel, hanya da tujuh anggota yang ada di group ini. Prisil, alena,sintya,bima,biyan dan satu lagi zaka.

__ADS_1






Mereka semua berkumpul di bangku biyan, tak lupa membawa kursi terdekat untuk mereka duduk. Mereka membentuk formasi lingkaran.


“username lo apa?” tanya biyan pada keysa.


“keysa a nya empat 1103.” Kata keysa.


“si keysa merendah untuk meroket ya, levelnya udah di atas gw.” Celetuk prisil. Di antara mereka bertujuh, ranking prisil berada di urutan ke tiga. Yang pertama biyan yang kedua bima. Tapi sekarang peringkat ke tiga di circle mereka di pegang keysa.


“eh mending kita lawan circle sebelah aja, gimana? Kaya nya seru” usul alena. Sicrle sebelah yang di maksud alena adalah circle ayuda, mereka kurang akrab.


“nah boleh tuh.” Ucap sintya


“woi ayud, kuy lah mabar.” Teriak bima dari tempatnya. Orang yang di panggil ayud langsung memberikan respon. “males.” Sahutnya.


“cih, bilang aja takut kalah sama kita.” Sungut zaka.


“kalah? Yang ada lo pada yang kalah sama kita.” Ujar salah satu teman ayud.


“dari pada banyak bacot, mending langsung mabar aja.” Kali ini prisil yang menimpali.


Selama sisa jam pelajaran, mereka habiskan untuk bertanding game. Bima terus mengumpat saat ayud terus mengincar dirinya, bima terancam mati karena darahnya hampir habis. Untung saja di saat terakhir, keysa berhasil membalikan ke adaan. Karakter yang ayud main kan, keysa serang dari jarak jauh sampai dia kehabisan darah dan akhirnya mati.


Kemenangan berpihak pada circle keysa.


“kalian cuman beruntung aja, ga usah gede kepala.” Ujar ayud yang belum bisa menerima kekalahannya.


“iya dah, kita cuman menang lucky doang, yang menang karena skill mah cuman bang jago. Ampun bang jago.”


zaka tertawa keras, puas sekali melihat rival nya kalah telak.


“besok kita tanding lagi.” Ajak ayud. “ayo, siapa takut.” Balas bima sambil bersidekap dada.


“yang kalah jadi babu kita selama satu bulan.” Lanjut ayud lagi, ia tersenyum meremehkan. “cih cuman sebulan? Gw jabanin.” Seru zaka.


Perseteruan mereka harus terpisahkan oleh suara bel pulang


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Disaat teman-teman yang lain langsung menuju parkiran untuk pulang. kevin malah melawan arus, naik ke lantai dua dimana kelas keysa berada.


Kevin langsung masuk ke dalam kelas untuk menjemput keysa, tapi pemandangan yang ia lihat ketika pertama kali masuk langsung membuat nya panas dan geram. Keysanya sedang bercanda bersama laki-laki lain, tawa nya pun terlihat sangat lepas, kevin tak pernah melihat tawa itu sebelumnya.


Tidak, ini tidak boleh terjadi. Keysa hanya boleh bahagia jika bersamanya, tidak bersama orang lain.


Dengan langkah lebar, ia menghampiri keysa dan menarik gadis itu untuk segera pergi dari sana. Keysa yang tiba-tiba ditarik seperti itu tentu saja terkejut.


“kak bentar.” Ucap keysa, ransel nya belum ia tutup.


Tapi tak di hiraukan kevin, laki-laki itu terus berjalan cepat tanpa memperdulikan keysa yang kesulitan mensejajarkan langkahnya.


Untuk chatting. Kalian lebih suka pake fake chat kaya di atas atau di ketik biasa aja?

__ADS_1


__ADS_2