She Is Mine

She Is Mine
part 22 peringatan pertama


__ADS_3

Pak anto tidak bisa hadir menemani mereka latihan hari ini di karenakan ada urusan penting yang tidak bisa di tinggal, jadi semua kendali dan tanggung jawab di berikan pada kevin selaku ketua.


Sebelum memulai latihan, kevin mengantar keysa pulang terlebih dahulu.


Pandangan kevin menelisik, mencari seseorang yang sudah dia tandai, ternyata biyan sudah mulai pemanasan dengan teman-teman yang lain.


Setelah dirasa cukup melakukan pemanasan, latihanpun di mulai. Tim cadangan melawan tim inti, meskipun mereka tim cadangan tapi kemampuan mereka setara dengan tim inti.


Awal permainan di mulai, kevin masih bermain aman. Tapi semkain lama, permainan kevin semakin kasar, biyan jatuh berkali-kali di buatnya. Tanda kebiruan di lutut biyan semakin terlihat jelas.


“lo main kasar.” David mendorong bahu kevin sedikit keras, kemudian membantu biyan untuk berdiri.


“masalah pribadi jangan dibawa-bawa kelapangan, harusnya lo tau itu.” lanjut david, dia memberikan tatapan dingin.


Kevin menatap biyan dengan tatapan sinis “sorry.” Ucapnya sambil buang muka.


“udah udah, kita istirahat dulu.” lerai renal.


“lo ada masalah apa si?” tanya bagas saat mereka sudah berkumpul di pinggir lapangan.


“ga ada.” Jawab kevin santai, di teguknya air di dalam botol sampai menyisakan setengah.


Tak ada yang bertanya lagi, mereka tahu kevin sedang tidak ingin berbagi cerita, dipaksakan pun percuma saja.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Latihan kembali di mulai, semua berkumpul lagi ke tengah lapangan, kecuali biyan. Dia tidak bisa kembali berlatih, jika di paksakan kakinya takut cedera parah. bukan hanya satu atau tiga kali kakinya di cegal kevin.


Ketika jam menunjukan pukul empat sore, semua berkemas siap-siap untuk pulang.


“lo semua duluan, gw ada urusan sama ni anak.” Ucap kevin pada renal, bagas, dan david.


“kita tunggu di depan.” Ucap bagas, mereka bertiga berlalu dari sana, menyisakna biyan dan kevin yang sepertinya ada urusan penting.


“gw tau selama ini lo deketin keysa, jangan kira walaupun gw ga bisa liat langsung, tapi gw bisa tau semuanya.” Ucap kevin.


“deketin? Gw ga ngerasa deketin keysa.” ucap biyan, tatapannya langsung menyorot pada netra kevin.


“lo pikir gw dungu? Sikap lo udah keliatan jelas.” kevin mendorong bahu biyan dengan kedua tanganya.


“ini baru peringatan pertama, jauhin keysa.”  setelah mengatakan itu, kevin pergi begitu saja. biyan menatap punggung kevin dengan tatapan tak suka.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Sesampainya di rumah, kevin memergoki keysa  tengah asik bermain ponsel di ruang tamu, entah apa yang sedang gadis itu lihat sampai tertawa terbahak bahak.


“dor.” Keysa terpenjat, untung saja ponsel nya tidak ia lempar.


“ishh kaka ngegetin aja.” Keysa menggerutu.


“lagi apasih cantiknya kaka?” kevin meletakan  dagunya diatas bahu keysa. “liat deh, cape banget dari tadi ngetawain ini.”

__ADS_1


Keysa memperlihatkan sebuah video di akun random, video nya memang telihat lucu tapi tak selucu itu, humor keysa memang receh.


Keysa terdiam sejenak, melihat kevin yang masih mengunakan seragam olahraga yang masih basah karena keringat.


“ihh kaka bau asem, gih mandi dulu.” Ucap keysa sambil menutup hidung.


“wangi gini di bilang bau.” Kevin mencium bajunya sendiri.


“bau keringet tau, sana mandi.” Keysa mendorong tubuh kevin.


“cium dulu.” Kevin menunjuk pipi sebelah kirinya. Satu kecupan mendarat dengan sempurna disana.


Kevin balas mencium pipi keysa di tempat yang sama, setelah itu baru pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Setelah mandi, kevin pergi ke kamar keysa, mencari ponsel gadis itu. jika di pikir-pikir sudah lama juga dia tidak memeriksa ponsel adiknya secara keseluruhan.


Mumpung keysa sedang mandi, kevin jadi sedikit leluasa, kata sandinya tentu kevin tau.


Aplikasi yang pertama kevin buka adalah aplikasi chatting, kevin sudah memeriksa sebelumnya ketika keysa sakit, tidak ada chatt dari laki-laki manapun, bahkan dari biyan.


Kevin curiga biyan pernah menghubungi keysa lewat chatting, tapi ternyata kecurigannya itu tidak terbukti. Keysa hanya menanggapi chatt dari teman-teman perempuannya.


Padahal keysa menyimpan kontak dua laki-laki dengan menggunakan nama perempuan, hanya mereka berdua yang sering bertukar pesan dengan keysa, maka dari itu keysa mengubah nama kontak mereka menjadi nama perempuan supaya kevin tidak curiga.


Untuk group dengan circlenya, kevin sudah tahu dan dia tidak mempermasalahkan soal itu meski di dalamnya ada dua orang laki-laki. Padahal sebenarnya ada tiga.


Sudah puas dengan ponsel adiknya, kevin kembali menyimpan benda itu di tempat semula, bertepatan dengan keluarnya keysa dari kamar mandi. Gadis itu hanya mengenakan handuk yang menutupi setengah paha, rambut yang habis di keramas keysa gerai begitu saja, entah kenapa keysa terasa. Mmm sexy? Di mata kevin.


“ah itu anu…mmm kamu di cariin sama bi lala.” Ucap kevin tergagap.


“ohh oke. Aku mau pake baju dulu, kaka mau tetep disini?” tanya keysa, sebenarnya tidak masalah jika kevin ada dikamarnya, toh dia bisa menggunakan pakaian di  ruang ganti.


“cuman mau ngampein itu aja si.” Kevin keluar dengan tergesa, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, entah karena apa.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Setelah mengenakan pakaian, keysa turun ke bawah. Mencari-cari bi lala. “bi lala ada di mana?” tanya keysa pada salah satu asisten rumah tangga yang tak sengaja lewat.


“di taman belakang non, lagi beresin rumput-rumput liar.” Jawab orang itu. keysa hanya manggut-manggut, kemudian pergi mengahampiri bi lala.


“bibi tadi nyari aku?” keysa ikut bejongkok di samping wanita yang umurnya sudah memasuki setengah abad.


Bi lala yang di tanya demikian mengerutkan kedua alis. “engga, bibi ga nyariin non keysa.” jawab bi lala.


“tadi kak kevin bilang bi lala nyariin aku.”


“engga.” jawab bi lala sekali lagi.


“ishhh pasti ka kevin cuman mau ngerjain aku aja.” kenapa kakanya itu suka sekali menjahilinya.

__ADS_1


“kalo gitu, aku ke dalem lagi.”


Di arah tangga keysa melihat kakanya sudah rapi, jaket kulit berwarna hitam, kaos polos berwarna putih di tambah celana jeans berwarna hitam dan sepatu warna putih membuat penampilan kevin terlihat sempurna. sepertinya akan pergi ke suatu tempat.


“katanya bi lala nyariin aku, tapi kata bi lala engga.” Ucap keysa sambil bersidekap dada.


“kaka salah denger kali ya.” Ucap kevin santai.


“eh kaka mau kemana jam segini?” keysa mencekal tangan kevin, jam sudah menunjukan pukul setengah enam sore, sebentar lagi orang tua mereka pulang.


“mau keluar bentar.”


“ikut.” Pinta keysa


“ga.”


“janji ga bakal macem-macem, ga bakal ngerepotin, bakal nurut apa yang kaka bilang.”


“ga.”


“ih nyebelin.”


“siapa yang nyebelin?”


“ih kakkkk ikuttttt.” Keysa masih berusaha membujuk kevin, jarang-jarang dia merengek seperti ini jika bukan karena  hal yang benar-benar dia inginkan.


Kevin malah berjalan ke arah sebaliknya, dia kembali ke kamarnya. Keysa mengikuti dari belakang. Kevin tidak jadi pergi? Laki-laki itu kembali membuka jaket dan sepatunya.


“kaka ga jadi pergi?” tanya keysa


“ga.”


“ck.” Padahal keysa hanya ingin jalan-jalan sore.


Keysa ikut mendudukan dirinya di samping kevin yang sedang rebahan.


Kevin menarik tangan keysa supaya ikut merebahkan diri di sampingnya, kemudian memeluk tubuh gadis itu layaknya guling.


“mending tidur aja sama kamu.” Gumam kevin.


“kaka serius ga jadi pergi?” tanya keysa memastikan.


“hmmmm.” Kevin hanya membalas dengan gumamam.


“lain kali ga boleh pake baju yang kaya gini lagi ya.” Sore ini keysa hanya menggunakan celana jeans pendek dengan atasan yang memperlihatkan punggung mulusnya, di tambah gadis itu malah mengikat rambutnya menjadi satu. Itu benar-benar menguji pertahanan diri kevin.



“bajunya belum pernah di pake, sayang kalo cuman jadi penunggu lemari.” Baju itu oleh-oleh dari ibunya saat pergi ke ausi, baju itu sudah mendiami lemarinya sekitar satu tahun.


Pertahanan kevin sudah mulai goyah, dia harus cepat-cepat mencari pelampiasan, jika tidak keysanya bisa benar-benar dia terkam sekarang juga.

__ADS_1


Kevin pura-pura tidur, supaya keysa ikut tidur. Dan ternyata cara itu berhasil, keysa benar-benar pergi ke alam bawah sadarnya. kevin buru-buru pergi dari tempat tidur dengan tidak menimbulkan suara sedikitpun.


See u...


__ADS_2