She Is Mine

She Is Mine
part 9 in bed


__ADS_3

Sepulang sekolah, kevin langsung membersihkan diri. Setelah itu...


Apa kalian bisa menebaknya?


Tentu saja pergi ke kamar keysa. di lihatnya gadis itu tengah fokus pada game yang ada di ponselnya. Kevin berjalan mengendap-endap, kemudian....


"dor..." hampir saja ponsel yang tengah ia genggam terlempar, keysa menatap sinis ke arah kakanya. "ishhh kakak ngagetin aja." Ucap keysa dengan muka sebal.


Defeat.


Keysa terperangah ketika tokoh yang sedang ia mainkan mati begitu saja di serang lawan.


"tuh kan jadi mati." Keysa mengulang kembali permainanya, kali ini dia bermain solo.


Entah kevin yang terlalu kuat atau keysa yang terlalu ringan. kevin mengangkat tubuh keysa medudukan dirinya di atas sofa kemudian meletakan keysa di atas pangkuan nya.


Keysa menyenderkan punggung nya pada dada kevin, posisi ini sangat nyaman.


Kevin memeluk keysa dengan erat dari belakang, meletakan dagunya di bahu keysa. gadis itu masih fokus pada gamenya, oleh karena itu kevin akan memanfaatkan situasi.


Kevin mengendus-endus leher keysa yang terekpos jelas karena gadis itu menganggul rambunya ke atas memudahkan kevin melakukan aksinya.


Keysa tidak bereaksi apa-apa, pandanganya tak lepas dari layar ponsel.


Kevin semakin berani, ia menjilat leher keysa dengan gerakan sensual. Bulu kuduk keysa meremang.


"shhhh geli kak.." keysa menggerakan kepalanya tak karuan supaya kevin tak bisa lagi menjangkau lehernya.


Tapi semua itu sepertinya sia-sia.


Keysa memutuskan untuk berpindah tempat, tapi pelukan di perutnya kian mengerat.


"kak..." peringat keysa tapi tak di idahkan kevin. laki-laki itu semakin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher keysa.


Tangan kevin menyibakan kaos yang tengah keysa pakai, meraba-raba perut rata adiknya.


Kevin mengambil ponsel keysa dengan satu kali tarikan, kemudian membalik tubuh gadis itu hingga kini posisi mereka berdua saling berhadapan.


Keduanya saling adu pandang "rambut kaka udah panjang, ga ada niatan buat cukur?" keysa sedikit merapikan rambut kevin bagian depan yang sedikit menutupi mata.


Kevin hanya diam, pandangan yang ia layangkan semakin intens. Kedua tanganya ia letakan di pipi keysa, tanpa di duga laki-laki itu malah menempelkan bibir mereka berdua.


Ciuman itu tidak tergesa-gesa namun terkesan menuntut. Keysa bagaikan patung, ia tidak tau harus melakukan apa, akhirnya gadis itu mencoba mendorong dada kevin tapi tak berhasil karena kedua tangan kevin memeluknya dengan erat.


Keysa mulai terbawa suasana, ia mulai memejamkan mata, merasakan setiap sensasi yang di berikan kakanya. Keysa mengalungkan kedua tanganya di leher kevin, keysa mencoba membalas ciuman kevin walau terasa kaku karena ini pertama kali baginya.


Kevin menyunggingkan senyum kala merasakan keysa ikut membalas ciumanya. Ciuman itu semakin memanas seiring berjalan nya waktu, kevin tidak bisa menghentikan ini, bibir keysa benar-benar bagai nikotin yang menjadi candunya.


Kevin menarik kedua kaki keysa supaya melingkar di perutnya, kemudian ia beranjak dari duduk dengan kedua tangan menahan kedua kaki keysa.


Kevin sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, benteng pertahanan yang sudah ia buat susah payah harus runtuh begitu saja. Ia meletakan tubuh keysa ke atas kasur dengan sangat hati-hati tanpa melepas pangutan mereka berdua.


Kevin menjadikan kedua lututnya sebagai tumpuan.


Kedua tangan yang sedari tadi berada di samping kiri dan kanan keysa mulai bergerak aktif.


Kevin menarik baju keysa ke atas. sampai bra yang keysa kenakan terlihat dengan jelas.

__ADS_1


Nafas mereka sudah sampai di akhir, terpaksa kevin harus melepas pagutan itu, nafas keduanya sama-sama memburu, kevin menempelkan dahinya di dahi keysa.


gadis itu tengah meraup udara sebanyak-banyaknya dengan mata tertutup.


"kaka gabisa nahan lagi." Kevin melepaskan atasanya dengan terburu-buru, setelah itu kembali meraup bibir keysa. permaianan kevin begitu kasar sampai keysa tak bisa mengimbanginya.


Bibir kevin semakin aktif menjelajah, dia meninggalkan beberapa jejak di leher dan juga pundak keysa. gadis itu hanya bisa pasrah dengan semua yang kevin lakukan, sampai suara laknak itu keluar, keysa tidak sadar bahwa seuara itu membuat kevin semakin menggila.


"nghhh shhh..."


Ciuman kevin turun ke dada bagian atas keysa, kemudian turun ke bagian perut, tak lupa meninggalkan jejak di setiap incinya, ia seolah-olah ingin semua tahu bahwa keysa hanya miliknya seorang tidak boleh ada yang lain.


Kevin kembali mantap keysa, padanganya benar-benar di selimuti kabut gairah. Keysa yang seolah tau arti tatapan itu menganggukan kepalanya.


Puncaknya akan di mulai sekarang.


Tapi sebelum itu..


"kak.. kaka..." keysa menepuk-nepuk pipi kevin, sedari tadi laki-laki itu merancau mengeluarkan suara tak karuan. Kevin mulai membuka mataya sedikit demi sedikit "keysa?" panggilnya dengan suara serak.


"yang lain udah nungguin di bawah buat makan malem." Ucap keysa yang duduk di samping kevin.


Kevin mengedarkan pandanganya ke sekiling ruangan, jelas-jelas ini kamarnya "ko kaka ada di sini?" tanya kevin bingung, perasaan tadi dia sedang berada di kamar keysa.


"dari pulang sekolah kaka emang disini." Jelas keysa dengan tatapan aneh, kakanya seperti orang yang linglung.


"sialan, ternyata cuman mimpi." Umpat kevin kesal. Keysa jadi penasaran kakanya bermimpi apa sampai-sampai mengeluarkan suara seperti tadi "tadi kaka mimpi apa?" tanya keysa dengan wajah polosnya.


Kevin mendekatkan bibirnya ke telinga keysa "mimpi makan kamu." Bisiknya yang membuat bulu kuduk keysa meremang.


"ihhh kaka serius ya mau makan aku sampe kebawa mimpi gitu." Keysa berdiri dari duduknya, jika terlalu lama berada di dekat kevin bisa-bisa ia benar-benar di makan.


Cup...


Keysa memberi kecupan itu dengan singkat.


"jangan lama-lama, mama udah nunggu dari tadi." Peringat keysa sebelum ia benar-benar keluar dari kamar bernuansa maskulin itu.


"iya sayang." Sahut kevin


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Kevin turun ke bawah dengan wajah yang terlihat lebih segar, ia mendudukan dirinya di samping keysa.


Mereka makan dengan tenang sampai makanan yang ada di piring masing-masing habis tak tersisa.


"mama langsung istirahat ya, kalian juga jangan mentang mentang besok libur kalian malah begadang." Ucap kanaya


"iya ma." Jawab keysa dan kevin kompak.


Sepergian kanaya, kevin terus menatap leher jenjang keysa yang terekpos karena keysa menguncir rambut nya ke atas.


Kevin sangat ingat bagaimana leher itu penuh tanda merah kebiruan karena ulahnya. Mengingat mimpi itu membuat kepala kevin pening.


"aku juga mau langsung ke kamar, kaka jangan begadang loh... inget kata mama." Peringat keysa yang hanya di angguki kevin.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️

__ADS_1


Sebelum pukul sembilan, keysa sudah masuk pada akun nya.


Ia harap laki-laki yang semalam tak lupa dengan janji mereka malam ini.


Tepat ketika jam menunjukan pukul sembilan malam, ada sebuah undangan masuk ke dalam akun keysa.


Ternyata dia tidak melupakannya sama sekali.


"hai." Sapa keysa terlebih dulu pada orang yang berada di sebrang sana.


Bukanya menjawab orang di sebarang sana malah bertanya "mau main berapa ronde?"


Keysa sedikit menimbang-nimbang. "kamu lagi ada janji lain kah?" tanya keysa balik.


"iya." Jawabnya singkat. "kalo kamu ada janji, aku main sama yang lain aja kalo gitu." Ucap keysa, ia jadi tidak enak.


"tapi gw udah janji buat nemenin lo."


"ga usah di pikirin, aku bisa nyari temen yang lain."


"gimana kalo mainnya pas acara gw udah selesai? Btw biasanya lo tidur jam berapa?" tanya laki-laki itu.


"jam tidur aku suka ga pasti, nunggu sengantuknya aja." Jawab keysa yang tidak berbohong sepenuhnya, terkadang ia suka susah tidur.


"nomor wa lo berapa? Kalo gw udah beres, gw kabarin lewat wa biar lebih gampang."


Keysa terdiam sejenak, harus kah ia memberikannya? Tapi bisa gawat jika kevin tau ia menyimpan nomor laki-laki lain.


"Tapi aku bisa namain kontak dia pake nama cewek" ucap keysa dalam hati


"+6212345678910."


Orang di sebrang sana tersenyum senang. Rencananya berhasil.


"nama lo?" tanyanya. semalam mereka belum sempat berkenalan.


"keysa."


"nama panjang?"


"keysa lasanova."


"oke, gw log out dulu kalo gitu."


Dia benar keluar dari akunnya, hanya tinggal keysa sendiri. Sejujurnya keysa tidak ada niatan mencari teman lain, jadi ketika orang itu logout keysa juga melakukan hal yang sama.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Sementara itu di sebrang sana, seorang laki-laki tengah mengutak atik laptopnya, hanya berbekal dengan nama panjang ia bisa mendapatkan informasi sebanyak yang ia bisa, ia sudah tau beberapa akun sosial media milik gadis itu, yang tak lain adalah keysa.


"kok tiba-toba gw jadi stalker gini." Monolognya pada diri sendiri.


Dia menemukan satu informasi yang tidak pernah ia duga sebelumnya, gadis ini memiliki hubungan dengan orang yang ia kenal, tapi ia belum tau hubungan yang ada di antara keduanya seperti apa.


"Apa jangan-jangan dia pacarnya?" Gumamnya pada diri sendiri.


"Sebelum janur kuning melengkung. Masih bisa gw tikung." Lanjutnya dengan menyunggingkan senyum.

__ADS_1


KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA UNTUK DOUBLE UP BESTIE😘


__ADS_2