She Is Mine

She Is Mine
Episode 74. Sepupu Anja


__ADS_3

Mobil mewah sampai di rumah Anja, mereka semua keluar dari mobil dan mengantar Anja dan barang-barang belanjaan gadis itu sampai ke dalam. Sepertinya rumah sepi, Anja langsung membuka pintu dan mempersilahkan mereka semua masuk.


"Abang Riko!! belanjaan Anja taruh di atas meja ajha. Nanti Anja yang bereskan dan masukin ke kulkas," tegur Anja ketika Riko ingin berjalan ke dapur dan membereskan semua di kulkas.


"Rajin amat lo. Tumben," ucap Satria sembari meminum teh botol yang ia beli tadi.


"Anja kan adek gue. Jadi, gue ngak mau adek kesayangan gue kecapean," jelas Riko diangguki oleh Satria.


"Makasih abang Riko. Anja juga saya sama abang Riko."


"Abang Satria ngak di sayang juga??" tanya Satria merajuk, membuat Anja terkekeh. Sedangkan Danial, Rapa, dan Steven memutar bola matanya melihat tingkah Satria yang seperti itu.


"Cukup Sat!! cukup!! gue sakit ginjal lihat wajah lo hahaha," keluh Riko tidak bisa menahan tawanya kembali.


Karena mendengar suara berisik dari luar kamar, seorang gadis penasaran dengan orang yang ada di sana. Gadis itu memutuskan untuk melihatnya dan menuruni tangga.


"Hai!!" sapa nya dengan wajah lembut, melihat ke arah mereka semua yang tengah berbincang dan tertawa.


"Astaga. Kak Kintan!!" teriak Anja melihat sepupunya yang tiba-tiba ada di sini dan langsung saja berhamburan memeluknya.

__ADS_1


"Kak Kintan kapan datangnya?? Anja kangen," lirih gadis itu melepaskan pelukannya dan menatap Kintan dengan raut wajah sedih.


"Gu-gue datang kemarin sama mama dan papa. Mereka mau keluar kota. Jadi, gue mau pindah sekolah ajha, dan tinggal di sini."


Anja mengangguk lalu menatap Danial dan sahabatnya, "Nial! kenalin ini sepupu Anja, namanya kak Kintan, sama kok kelasnya sama Nial dan sahabat Nial."


"Hem," balas Danial menatap sekilas wajah Kintan tanpa minat, begitupun dengan yang lainnya, kecuali Satria menatap Kintan dengan raut wajah memuja.


"Gue Satria," ucap Satria memperkenalkan diri, dan menggenggam tangan Kintan yang halus.


"Kintan," jawab gadis itu kikuk."


Kintan beralih melirik ke arah Danial, menatapnya lama, membuat Satria membuka suara lagi, "Dia Danial, pacar Anja. Dan ini Rapa, Steven dan Riko."


"Anja! ternyata keluarga lo keturunan bidadari semua ya."


"Bidadari?? Anja kan manusia abang Satria," jawab gadis itu cemberut.


"Cantiknya seperti bidadari semua."

__ADS_1


"Abang Satria juga ganteng. Cocok sama kak Kintan," dukung Anja membuat Satria salah tingkah menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan Kintan mendengus kesal mendengarnya.


"Hai!!" sapa Kintan kepada Danial yang sibuk dengan ponselnya.


"Lo jangan genit!!" peringat Steven tidak menyukai gadis itu.


"Lo jangan fitnah bidadari gue!!" marah Satria membela Kintan yang kini malu dan menunduk.


"Nial kok ngak jawab?? abang Steven juga kenapa bilang gitu ke sepupu Anja??" protes gadis itu tidak terima, Kintan diperlakukan buruk.


"Jangan terlalu baik sama orang!!" peringat Steven kembali.


"Tapi Kintan sepupu aku, abang Steven."


"Hem," balas Steven akhirnya tidak ingin berdebat lebih jauh dengan Anja. Nanti pawangnya marah lagi.


"Sayang! sekarang istirahat!" perintah Danial, langsung bangkit dan mengendong Anja menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar Anja.


Kintan yang ingin menyusul, dicegah langsung sama Satria, "Bidadari di sini ajha."

__ADS_1


Kintan akhirnya mengangguk dan mencoba menyapa Rapa dan Steven, namun kedua cowok itu hanya meliriknya sekilas dengan wajah datar mereka.


Seperti nya hidup gue akan lebih berwarna dengan keberadaan mereka, batin Kintan merasa beruntung memilih tinggal di rumah sepupunya.


__ADS_2