She Is Mine

She Is Mine
part 23 club


__ADS_3

Duta cafe. Setidaknya itulah tulisan yang terpampang di depan bangunan cafe dengan konsep kekinian. jika di lihat dari luar, Tempat ini memang seperti cafe biasa, tapi jika kamu terus berjalan lebih dalam, kamu akan menemukan sebuah klub yang tersembunyi. Tempat ini yang selalu menjadi pelarian kevin.


Sebelum pergi ke tempat ini, kevin sempat menghubungi teman-temannya yang lain, siapa lagi kalau bukan bagas, renal dan david untuk menunggunya di tempat biasa.


Pertama kali kevin menginjakan kaki di tempat ini karena ajakan david, siapa sangka laki-laki yang jarang berbicara itu sudah sering ke tempat seperti ini sejak masih kelas sebelas sma, bahkan dia sudah punya kartu akses platinum vvip yang hanya dimiliki sepuluh orang beruntung, tidak termasuk dengan kevin, bagas dan renal.


Semakin malam, keadaan klub semakin ramai. Orang-orang menari dengan bebas, bercumbu semaunya tanpa tau tempat. Toh di tempat seperti ini orang-orang sibuk mencari kesenangan masing-masing. Begitupun dengan ke empat pemuda yang tengah di kelilingi wanita-wanita cantik nan sexy.


“mau tambah lagi?” ucap perempuan yang saat ini duduk di pangkuan kevin. laki-laki itu lantas menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan. Entah sudah berapa botol sudah kevin habiskan namun kesadarannya masih bisa terkendali.


“yakin ga mau main?” ucap perempuan itu lagi, sedari tadi dia menggoda kevin dengan terus membusungkan dada, membuat dua gunung kembar itu mencuat dari tempatnya. Tapi kevin sama sekali tidak terpengaruh.


Sementara wanita yang berada di samping kanan dan kiri kevin, tangan mereka terus meraba-raba dada laki-laki itu dengan gerakan sensual, tapi itu juga tidak berpengaruh apa-apa.


“lagi.” Kevin mengacungkan gelasnya. “vin, lo udah ngabisin lima botol.” Peringat renal.


“gw masih kuat.” Ujar kevin lagi.


“biar aku yang ambilin.” Perempuan yang ada di samping kanan kevin beranjak menuju bartender dengan memberikan kedipan nakal.


Tak berapa lama, perempuan itu kembali dengan satu botol minuman yang ada di tangannya. Di tuangkanlah minuman itu pada gelas kevin.


Entah kenapa, hanya dengan meminum satu gelas saja kepalanya sudah pusing. Padahal beberapa menit yang lalu kevin masih bisa mempertahankan kesadarannya.


“babe.” Bisik wanita yang ada di pangkuan kevin dengan sedikit mendesah.


Kevin memperhatikan wanita itu lamat-lamat “keysa?” gumamnya.


Kevin lantas menyambar bibir merah itu dengan rakus.


“bucin banget dia sama si keysa.” ujar renal “sampe di tempat kaya ginipun dia masih inget sama tu cewek.” Timpal bagas.


Disela-sela permainan panas kevin, tiba-tiba wanita yang ada di pangkuannya di tarik kasar oleh seseorang, membuat wanita itu jatuh terjerembab.


“jauh-jauh lo dari cowok gw.” Ucap salsa dengan nada marah, tak ingin menambah keributan yang bisa membuatnya di keluarkan dari klub ini, wanita itu pergi mencari mangsa lain, di ikuti teman-temannya.


“lo ngapain kesini?” tanya bagas dengan nada heran, tanganya masih setia bertengger di bahu wanita cantik di sebelahnya.


“nyusul kevin lah.” Jawab salsa, dia lantas duduk di samping kevin, memeluk laki-laki itu dari samping, salsa tersenyum senang karena tidak menadapat penolakan karena kini kesadaran kevin mulai menipis.


Salsa mulai berani, dia memposisikan tubuhnya di atas pangkuan kevin, mengusap rahang tegas itu dengan jari-jari lentiknya. “vin..” panggil salsa dengan suara berbisik, tapi tidak mendapat respon apa-apa. Senyum miring tercetak di bibir gadis itu, ini kesempatan yang bagus untuknya.


Salsa mendekatkan bibir mereka berdua, ******* sedikit demi sedikit menunggu reaksi kevin terhadap ulahnya. Tanpa di duga, kevin membalas pangutan itu, memeluk pinggang salsa dengan erat.


“woi vin, sadar dia salsa bukan keysa.” renal yang merasa kecolongan langsung memisahkan salsa dari kevin, wanita-wanita dengan pakaian terbuka yang ada di dekatnya membuat renal lengah menjaga kevin dari salsa.


“vin…woi… lah pingsan ni anak.” Renal menepuk pipi kevin berulang kali tapi hasilnya nihil.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Kevin pulang di antar bagas, saat di tegah perjalanan bagas menghentikan laju mobilnya. “belok ke kanan apa ke kiri vin?” tanya bagas. Kevin malah menjawab dengan gumam tak jelas. “heh bangsat jawab yang bener.” Tolong ingatkan bagas bahwa sekarang kevin sedang tidak dalam keadaan sadar.


Bagas memutuskan untuk menghubungi renal, barang kali temannya itu tau arah ke rumah kevin.

__ADS_1


“gw nemu pertigaan nih, rumahnya si kevin ke arah mana?” tanya bagas pada renal yang masih berada di klub. “ko lo nanya gw?” renal malah balik bertanya.


“ya terus gw nanya siapa pea?” sungut bagas.


“lo tanya kevin lah.”


“ni anak lagi ga sadar.”


Terjadi keheningan beberapa saat sampai renal kembali bersuara “ke kiri, terus rumahnya no 56 blok c.”


“oke.” Bagas menutup sambungan secara sepihak.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


“gilaaa ternyata temen gw tajir banget.” Gumam bagas saat melihat penampakan rumah kevin yang lebih bisa di bilang istana di banding rumah. ini adalah kali pertamanya bagas ke sini.


Bagas menekan klakson beberapa kali supaya satpam yang berjaga di depan bisa membukakan gerbang untuknya.


“maaf, dengan siapa dan ada perlu apa?” tanya pak satpam dengan sopan. Dia harus waspada mengingat sekarang sudah pagi buta.


“saya temennya kevin.” bagas mengalihkan pandanganya ke arah jok belakang dimana kevin berada. Pak satpam yang melihat itu langsung membukakan gerbang.


Sesampainya di depan pintu utama, bagas membopong tubuh kevin, kesadaran laki-laki itu masih belum pulih.


“biar saya saja tuan.” Ucap seorang laki-laki berperawakan tinggi dengan badan besar berpakaian hitam. Tubuh kevin berpindah alih ke tangan laki-laki bertubuh besar itu.


“kalo begitu, saya langsung pulang saja.” Ujar bagas.


Bagas kembali masuk ke dalam mobil. Meninggalkan pekarangan rumah.


“gw bisa sendiri.” Ucap kevin, dia berjalan dengan sempoyongan ke lantai dua, bodyguard yang tadi membopongnya hanya bisa memperhatikan dari jauh takut-takut tuan mudanya terjatuh, bisa kena masalah kalo sampai kevin kenapa-napa.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Keysa terbangun pukul sepuluh malam, dia meraba-raba tempat di sebelahnya tapi ternyata tempat itu sudah kosong. Pasti kevin pergi tanpa dirinya.


Keysa tidak bisa kembali ke alam mimpi sebab sudah tidur lumayan lama, alhasil dia memilih untuk mengerjakan tugas makalah bahasa inggris yang belum sempat ia kerjakan sama sekali. Waktu terus berlalu, tugasnya sebentar lagi selesai, hanya tinggal menyusun daftar pustaka. namun perhatian keysa teralihkan saat mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.


Diliriknya jam yang menunjukan pukul dua pagi.


Perasaan keysa mulai tidak enak, apakah itu hantu? Atau perampok?


Suara ketukan itu terus terdengar, untuk jaga-jaga Keysa mengambil semprotan merica yang selalu ia simpan di dalam laci.


Perlahan tapi pasti, keysa mulai mendekat ke arah pintu, menekan kenop ke arah bawah.


Ketika pintu di buka, tubuh kevin langsung tumbang. Untung saja keysa sigap menangkapnya.


Bau alkohol mengguar di seluruh tubuh kevin, membuat gadis itu mengernyitkan dahi. Kevin merancau tak karuan menyebutkan namanya berulang-ulang.


Dengan sekuat tenaga, keysa membawa tubuh kevin ke atas kasur. Ia membuka jaket dan juga sepatu kevin setelah berhasil membaringkan tubuh kakanya dengan posisi nyaman.


Merasa tidak tahan dengan bau alkohol yang begitu menyengat, keysa pergi mengambil baskom dengan air dingin beserta kain bersih, dengan pelan mengelap tangan dan juga wajah kevin yang nampak sedikit memerah.

__ADS_1


“key…” panggil kevin dengan suara parau, tapi tak di ubris sama sekali.


Setelah selesai membersihkan tubuh kakanya, keysa kembali mengerjakan tugas yang sempat tertunda. Setelah makalahnya selesai, keysa duduk di tepi kasur, di pinggir kevin. dia benar-benar tidak merasa ngantuk. Di bukanya benda canggih berbentuk persegi panjang, kemudian mengirim pesan pada seseorang.



Mendapat respon yang baik, keysa mulai masuk pada akun gamenya, mulai memilih karakter yang akan dia mainkan, tak lupa keysa memakai earphone supaya tidak mengganggu kevin.


“lagi dimana?” tanya keysa karena suara di sebrang sana sungguh bising.


“klub.” Jawabnya jujur, keysa hanya ber oh ria saja, toh itu bukan urusannya. Semakin kesini, suara bising itu mulai mereda, mungkin dia mencari tempat yang lebih sepi?


“kenapa belum tidur?” tanya laki-laki yang berada di sebrang sana.


“ga ngantuk.” Jawab keysa seadanya.


“keysa…” panggil kevin, kenapa kevin terus memanggil-manggil keysa? Apakah kakanya itu sedang memimpikannya? Keysa jadi penasaran kevin sedang memimpikan apa.


“lo lagi sama cowok?”


“heem, lagi sama kaka aku.”


“kalian masih tidur satu kamar?”


“ya engga lah, kaka aku salah masuk kamar, keadaan dia lagi ga sadar.” Jelas keysa, sejak keysa menginjak umur sembilan tahun, kanaya sudah mulai melarang kevin untuk tidur bersama keysa lagi, padahal pada kenyataannya sampai saat inipun kevin masih sering tidur satu kasur bersama keysa tanpa di ketahui siapa-siapa.


“mabuk?” tebak orang itu.


“ko kak tama tau? cenayang ya?” keysa tertawa renyah di akhir kalimat. “cuman nebak aja.” Ucap orang yang keysa panggil dengan sebutan kak tama'.


Kevin terus saja merancau tak karuan, tanganya meraba-raba ke setiap arah, ketika tanganya bisa menggapai tangan keysa, di tariklah tangan adiknya itu sampai tubuh keysa berbaring di sebelah tubuhnya, kevin memeluk tubuh gadis itu layaknya guling.


“keysa? lo masih disana? Darah lo tinggal dikit lagi.” Keysa langsung tersadar ketika suara tama masuk ke gendang telinganya. Bisa kalian bayangkan posisi keysa sekarang?


dia bermain game sambil tidur menyamping, memunggungi kevin, pergerakannya terkunci akibat kevin yang memeluknya dari belakang.


Tubuh kevin semakin tidak bisa diam, kepalanya terus bergerak kesana kemari mencari tempat yang paling nyaman, sedangkan tanganya sibuk mengusap-usap perut keysa layaknya mengusap perut wanita hamil.


“sayang..”panggil kevin


“sayang?” beo tama


“lagi mimpiin pacarnya kali, jadi ngigau kaya gitu.” Ucap keysa asal ceplos.


Permaianan terus berlanjut sampai kemenangan ada di tangan mereka. “mau lanjut?” tanya tama, mereka berhasil meraih posisi tertinggi di ronde pertama.


“mmm besok masih harus sekolah, kapan-kapan kita mabar lagi.” Secara tak langsung, keysa menolak ajakan tama.


“oke, sleep well.”


“you too.” Keysa log out lebih dulu, di susul tama setelahnya.


diperhatikannya kedua tangan kevin yang melingkar di perutnya, keysa berusaha melepaskan kedua tangan itu tapi usahanya sia-sia. Keysa jadi curiga apakah kevin benar-benar tertidur? Terdiam dalam posisi yang sama, akhirnya keysa menyusul kevin ke alam bawah sadar.

__ADS_1


__ADS_2