
JUJUR YA!!! SIAPA DI SINI YANG SUKA COWOK FOSESSIVE??? SEPERTI DANIAL CONTOHNYA🤫🤫
*
*
*
BALAS DI KOLOM KOMENTAR OKE😍
"Kita mau kemana La?" tanya Anja, karena dari tadi Lala menyeretnya lembut ke arah kelas 11 IPA 1. Namun Anja hanya pasrah menemani sahabatnya itu, mungkin Lala ada keperluan di sana.
Mereka berdua memasuki kelas 11 IPA 1. Tidak banyak orang di sana, hanya menyisakan Erika dan teman-teman gengnya yang sedang berdandan.
"Cabe-cabean!!" panggil Lala, membuat ketiga cewek tersebut menghentikan acara dandannya dan menyembunyikan perlengkapan make-up nya, karena membawa make-up melanggar peraturan sekolah.
"Takut ketahuan," ejek Lala tersenyum manis, namun menatap tajam salah satu diantara mereka, ya gadis dengan wajahnya yang dipolesi bedak lumayan tebal dan berambut hitam bergelombang.
"Kenapa sih?? ganggu ajha lo?" cetus Erika kesal dengan tingkah murid kelas sebelah. "Lo mau nyari mati ke kelas gue ahh?"
Lala maju menggepalkan tangannya, "Lo yang mau nyari mati sama gue, berani banget lo deketin pacar gue."
Erika terkekeh, "Rapa maksud lo?" tanyanya enteng tanpa merasa bersalah, telah menganggu hubungan mereka.
"Well... Rapa itu suka tuh sama gue. Buktinya pas gue suruh batalin janji kalian, dia mau tuh. Kasihan yang nunggu sampai lumutan."
"Lumutan?? bukannya lo yang lumutan dari dulu nungguin pacar gue, dari masa SMP sampai sekarang, di lirik sama Rapa ajha ngak, apalagi dijadikan babu."
Sebenarnya Erika mencintai Rapa dari SMP ketika mereka satu sekolah di sekolah milik keluarga Syahreza, di seberang jalan SMA Garuda. Terlihat gerbang mewah dan besar milik keluarga Syahreza dengan sekolah lengkap dari SD dan SMP. Bahkan universitas telah berdiri dengan kokoh di kawasan tersebut.
"Sialan!!" kesal Erika, kisah percintaan nya terbongkar dari mulut cewek yang menjadi musuhnya ini, merebutkan hati Rapa.
"Pernah ngak sih lo diajak bicara sama Rapa, tentang perasaan, bukan tentang rumus Fisika."
Erika tersenyum miris, bahkan meliriknya saja ketika belajar bersama tidak pernah. Walaupun dengan berbagai cara Erika mencari perhatian cowok itu. Rapa terlalu sulit ia genggam.
__ADS_1
"Atau pernah ngak sih lo dikenalin ke orang tua Rapa?? pernah ngak?? ngak pernah lah, masak pernah. Lo kan ngak penting dan ngak guna."
"La!!" tegur Anja, karena perkataan Lala sudah melampaui batas, akan menyakiti perasaan Erika nantinya, "Ngak boleh gitu La!!"
"Oke Princess!! gue hanya muak lihat wajah pelakor ngak tahu diri seperti dia."
Merasa geram, Erika hendak melayangkan tamparan kepada Lala, namun langsung di tepis oleh Anja. Ya Anja tidak ingin Lala sahabatnya tersakiti karena tamparan itu.
"Jangan sentuh Lala!!" kesal Anja menepis tangan Erika, "Kamu ngak berhak main tangan sama Lala, di sini kamu yang salah, ngendeketin pacar Lala."
Lala membelalak menatap Anja, ini beneran Anja kan? sahabatnya yang polos itu, ia telah menyelamatkan wajah mulusnya dari tamparan Erika.
"Siapa lo?? berani banget lo belain dia," tunjuk Erika menatap tajam Lala yang kini mengejeknya. Lalu beralih menatap Anja.
"Erika perempuan kan?? kalau memang Erika punya hati, Erika ngak akan merusak kebahagiaan perempuan lain. Walaupun Erika cinta sama Rapa, tapi Rapa udah punya Lala. Jangan merusak kebahagiaan perempuan lain karena rasa cinta dan keegoisan untuk ingin memiliki. Karena itu bukan cinta tapi obsesi."
Deg.
Erika mencintai Rapa, ini bukan obsesi namun tulus dari hatinya. Bagaimana pun caranya Lala harus disingkirkan dari hidup Rapa.
"Berani banget lo cermahin gue dari mulut busuk lo itu."
"Sentuh dia lo mati!!"
Mereka semua melihat ke arah sumber suara, yap itu Danial, dengan memasukkan tangan ke celanannya yang membuatnya tampak lebih cool, menatap tajam mereka semua, kecuali gadisnya.
"Danial Syahreza??" lirih Erika. Siapa yang tidak mengetahui Danial. Pemilik sekolah SMA Garuda dan ketua OSIS di sekolah mereka. Bukan hanya itu, banyak humor yang mengatakan Danial itu tidak akan segan-segan untuk memusnahkan orang yang berani mengganggu miliknya.
"Apa hak anda berani menyentuh milik saya?"
Miliknya?? siapa miliknya di sini?? mata Erika membelalak terkejut ketika Danial merengkuh tubuh gadis mungil di depannya tadi, yang ingin ia tampar.
"Pergi!!" perintah dingin Danial, membuat ketiga orang itu pergi dari sana sembari ketakutan tanpa menoleh sedikipun. Untung Danial masih berbaik hati melepaskan mereka.
"Ada yang luka??"
Anja menggelengkan kepalanya, "Ngak ada Nial. Tapi dia mau nampar Lala, karena dia kesal di marahin sama Lala, dia deketin Rapa."
__ADS_1
"Jadi Anja ngak mau sahabat Anja terluka karena dia. Anja ngak mau Nial."
Merasa dirinya di usir oleh tatapan Danial, Lala pamit untuk meninggalkan mereka berdua, "Gua duluan Nja, nanti kita ketemu di kelas," gadis itu mengangguk, lalu Lala pergi dari sana.
"Anja takut ada yang seperti itu ke Nial. Nial milik Anja kan??" mendongak wajah tampan Danial, yang menatapnya dan mengusap wajahnya dengan lembut.
"I'm forever yours baby."
"Beneran??"
"Danial only belongs to Anja forever, Don't go because there is nothing more perfect than Anja!! [ Danial hanya milik Anja selamanya, Jangan pergi karena ada yang lebih sempurna dari Anja! ].
"Yes baby."
Anja tersenyum mendengarnya, semoga saja Danial tidak pernah meninggalkan nya, namun kenapa perasaan Anja tidak enak, akan ada sesuatu yang besar terjadi di dalam hubungan mereka suatu saat nanti. Tapi kenapa dirinya merasakan hal besar itu semakin mendekat.
Entahlah.
*
*
*
*
DANIAL SYAHREZA
ANJA ADELIA
LALA MAHESA
__ADS_1
RAPA SANJAYA