She Is Mine

She Is Mine
Episode 34. Membingungkan


__ADS_3

AUTHOR, PERHATIAN KOMENTAR-KOMENTAR DARI PARA PEMBACA. AUTHOR COBA JAWAB.


"Sebenarnya Danial itu Drakula??"


Jawab: Jawabannya tidak ya, ini novel fiksi remaja, yang penuh dengan teka-teki. Dan bukan novel fantasi. Karakter Danial itu memang seperti itu, cool, kejam dan lainnya.


"Ada juga yang bilang karakter Anja itu lebay dan juga Danial yang berlebihan."


Jawab: Semua perempuan memiliki karakter pribadi masing-masing, Anja memang tokoh utama yang manja, banyak kok anak-anak muda yang manja seperti Anja, author juga manja hehehe...🥺🤫🤫


Dan karakter Danial yang digambarkan fosessive kepada kekasihnya. Sebenarnya karakter Fosessive seperti itu banyak digambarkan di sebuah novel romansa ya, apalagi ini novel anak muda yang masih labil dan masuk ke dunia percintaan.


Kalau dibilang lebay, itulah anak muda, soalnya kan author juga masih anak muda hehe... jadi tahulah kisah percintaan seperti apa anak muda. Tapi masih dengan batas-batasan yang tidak melenceng. Dan fokus juga ke masa depan dan impian.


*****




"Aku belum maafin kamu sepenuhnya," ujar Lala masih dengan wajah datarnya.


Rapa menghela nafas kasar, Aku ada alasan melakukan hal itu."

__ADS_1


"Dengan ninggalin aku berbulan-bulan tanpa kabar sedikitpun, terus pulangnya seperti tidak terjadi apa-apa di hubungan kita. Aku capek."


Rapa terdiam, biarkan Lala mengeluarkan apapun yang ia rasakan ketika dulu meninggalkan gadis itu secara tiba-tiba.


"Pokoknya aku tetap mau putus, aku ngak mau sama kamu lagi, aku ngak mau kamu ninggalin aku lagi seperti dulu secara tiba-tiba. Di saat aku merasa kan cinta yang terlalu dalam. Jadi izinkan aku pergi dari hidup kamu!!"


Lala menangis histeris, "Kamu jahat Rap, hikz aku rindu, tapi aku ngak tahu lagi harus hubungin kamu lewat mana lagi. Kamu hilang hikz."


Semua sosial media, kontak Rapa tidak bisa dihubungi, bagaimana perasaan dirinya saat itu, terpuruk dan juga sakit hati. Lala coba bangkit dari keterpurukan nya, hingga ia bertemu dengan sahabatnya itu Anja, sedikit membuat hari-hari nya lebih berwarna dengan gadis polos tersebut.


Rapa masih terdiam, mencoba untuk menghapus air mata Lala, namun Lala mundur dan menepis jarak di antara mereka.


"Jangan sentuh aku!!" bentak Lala masih dibanjiri air mata.


Lala segera bangkit, untuk keluar dari laboratorium Rapa, namun Rapa langsung menangkap gadis itu ketika hendak membuka pintu, "Jangan aneh-aneh La!" ujar Rapa lembut.


"Tunggu di sini!!" perintah Rapa lalu keluar meninggalkan dirinya yang mematung di sana.


Beberapa menit kemudian, Rapa membawa makanan dan air minum, untuk Lala. Ia tahu Lala belum makan dari tadi, membuat gadisnya semakin labil.


Rapa menyuapi Lala makanan secara perlahan, gadis itu menerimanya namun dengan tatapan kosong mengunyah makanan itu.


"Kamu tahu kan aku seorang dokter La, aku bisa saja buat kamu kehilangan ingatan, dan hanya aku yang kamu ingat di dunia ini."

__ADS_1


"Kejam, egois, aku benci sama kamu."


Rapa menatap tajam Lala, "Kamu mau aku kasarin hem??"


****


"Taruh di sana!!" perintah Danial datar melihat ke arah Vanessa yang kini menatapnya masih dengan tatapan yang memuja.


Vanessa gelagapan, lalu menaruh proposal yang mereka sudah susun bersama anggota OSIS lainnya.


"Keluar!!"


Vanessa masih tidak bergeming, "Kamu ngak mau minta maaf sama aku?" tanya Vanessa dengan raut wajah yang di imut-imutkan, namun bukannya terlihat cantik, tapi terlihat memuakkan di hadapan Danial.


"Itu pantas buat lo."


"Kamu hanya milik aku Danial. Bagaimana pun cara kamu mempertahankan gadismu itu, tetap saja kamu akan berakhir dipelukan aku."


Danial masih diam, memperhatikan sejauh apa permainan gadis tidak tahu diri di depannya ini.


"Karena Opa sudah menjodohkan kita, ingat itu Danial!! dengan kamu mau menjatuhkan keluarga ku lagi, itu tidak akan pernah terjadi lagi. Karena ada Opa yang membantu aku."


Sialan, Danial menahan emosinya, agar tidak mencekik gadis ini.

__ADS_1


"Kamu tahu kan akibat menolak pertunangan kita??" Vanessa tersenyum miring, lalu pergi dari sana, menyisakan Danial yang kini menatap gadis itu dengan tatapan mematikan.


"Sebenarnya apa yang diinginkan manusia tua itu??"


__ADS_2