She Is Mine

She Is Mine
Episode 69. I Love You


__ADS_3

Mata cantik itu perlahan terbuka, membuat semua orang yang ada di kamar itu tersenyum, tidak sabar melihat Anja yang pingsan selama dua hari, enggan untuk membuka matanya, karena rasa ketakutan selalu menghantui jiwanya yang berada dalam alam bawah sadar.


"Sayang!!" lirih Danial mencium berkali-kali tangan mungil gadisnya. Danial menatap dalam wajah Anja yang masih terlihat pucat, lagi-lagi dirinya menyalahkan dirinya karena tidak bisa menjaga gadisnya, untung Danial bisa mengendalikan dirinya, tidak mengamuk seperti dulu, apabila ada yang mengusik orang yang ia sayang.


Pernah dulu dirinya mengamuk karena mamanya terluka karena terjatuh di depan dirinya, dan mengeluarkan darah, walaupun hanya luka goresan. Namun Danial kecil yang masih berumur 5 tahun menyalahkan dirinya tidak bisa membantu mamanya dan berakhir mengamuk dan mengurung dirinya.


Namun sekarang, karena Danial melihat keadaan Anja yang pingsan dan tidak berdaya, membuat dirinya sekuat tenaga agar menahan gejolak yang ada di dalam dirinya, yang selalu menyalahkan dirinya, karena tidak bisa menjaga gadisnya.


Kalau dirinya mengamuk, siapa yang akan menjaga gadisnya dan menghukum mereka yang berani mengusik miliknya.


"Hiks Nial!! Anja mau ketemu mama dan papa. Di sini ngak aman. Anja mau pulang hiks," ucap gadis itu mulai menangis dan kembali histeris.


"Kita pulang secepatnya sayang," jawab Danial mencium pucuk kepala gadisnya. Namun Anja menggelengkan kepalanya menolak ucapan Danial.


"Nial kenapa selalu mau Anja di sini?? Lala!! ayok ajak Anja pulang. Anja ngak betah di sini. Percuma Nial di sini, tapi ngak bisa jaga Anja. Anja mau pulang!!" Anja bersikeras membuat Danial kembali merasa bersalah.


Lala yang ada di dekat Rapa hanya bisa menatap keadaan Anja sedih, bagaimanapun ia tidak punya kuasa untuk membawa Anja pulang karena di sini mereka hanya berdua seorang perempuan, yang akan kalah dengan melawan lima laki-laki, apalagi menentang Danial, laki-laki kejam itu.


"Lala kenapa diam hiks?? Lala takut sama mereka?? ayok kita pulang!!" ajak Anja hendak bangun, namun Danial langsung sigap untuk menahan tubuh Anja, agar tidak bergerak dari tempat tidur.


"Nial mau apa lagi ahh?? lepasin Anja!! Anja mau pulang!! Anja mau sekolah dan hidup normal. Anja takut hiks, Anja kangen mama hiks."

__ADS_1


Danial memeluk Anja dengan erat, namun Anja kembali memberontak tidak ingin dipeluk oleh Danial, "Jangan peluk Anja!! Anja ngak mau dipeluk oleh Nial. Lepasin!!"


Seakan tuli, Danial masih memeluk tubuh mungil itu untuk meredam amarahnya, iya tidak ingin bersikap kasar kepada gadisnya nantinya, karena Anja baru sadar dari pingsannya.


"Adek abang yang paling manis. Danial sayang sama Anja. Buktinya Danial selalu jaga Anja ketika sakit," ucap Satria menatap Anja dengan lembut.


Anja menoleh ke arah Satria dan berhenti memberontak, "Tapi Nial ngak bisa jaga Anja bang Sat. Anja takut mereka nyakitin Anja lagi," curhat gadis itu dengan mata sembabnya.


"Tenang!! mereka sudah hilang di telan bumi, jadi ngak akan ada yang ganggu adek abang yang manis ini lagi," jelas Satria kembali.


"Yang dikatakan bang Satria benar Anja, mereka ngak akan ganggu Anja lagi," Lala berujar halus dan lembut.


Anja menatap Satria dan Lala, meyakini hatinya yang dihantui rasa takut dan kembali menatap Danial yang kini juga menatapnya dengan lembut.


"Nial udah hukum mereka??"


"Sudah sayang. Maafin aku yang gagal untuk kesekian kalinya jaga kamu. Aku mohon jangan berhenti cinta sama aku sayang!! aku ngak bisa."


"Anja selalu cinta sama Nial. Tapi Anja kesel, kenapa Nial ngak ajak Anja hukum mereka. Anja penasaran."


"Ngak boleh!!"

__ADS_1


"Tuhkan Nial ngak cinta sama Anja. Semuanya ngak dibolehin."


"Ngak baik untuk kamu sayang. Soalnya aku hukum mereka sekali seumur hidup."


"Maksudnya??"


"Sudah jangan dibahas lagi, ngak penting. Tuh lihat hidung kamu merah gini karena nangis."


Danial mengambil tisu dan menyuruh Anja untuk mengeluarkan cairan putih itu dari hidung Anja, Anja menurut. Tanpa jijik Danial langsung menghapus hidung kecil mancung Anja dengan sigap.


"Nial ngak jijik??"


"Kenapa harus jijik?? kamu kesayangan aku, kamu tanggung jawab aku, termasuk bersihin ini," ujar Danial langsung menjepit hidung mancung gadisnya membuat Anja terkekeh.


"I love you??" ungkap Danial membuat wajah Anja memerah karena malu.


"Anja masih marah ya sama Nial. Jadi Anja ngak akan jawab," ujar gadis itu cemberut, membuat Danial mencuri kecupan dibibir mungil itu, seketika Anja terkejut bukan main.


"Nial nakal!!"


"Makanya jawab!! kalau ngak jawab, aku nakal nih."

__ADS_1


Danial hendak mencium Anja kembali namun Anja menutup mulutnya dengan telapak tangan, "Iya-iya Anja jawab. Nial!! I Love you too sayang."


__ADS_2