She Is Mine

She Is Mine
part 7 makan


__ADS_3

Keysa meraba-raba nakas yang berada di samping ranjang tempat tidurnya, jam sudah menunjukan pukul enam pagi karena itulah jam weker keysa terus berdering membuat sang pemilik mau tak mau harus bangun dari tidur nyenyaknya.


Ia sedikit melakukan perenggangan pada tubuhnya, semalam tidur yang sangat nyenyak yang pernah keysa alami.


“mimipi semalem kaya nyata banget.” Keysa merutuki dirinya sendiri karena mimpi itu terus tebayang-bayang di otaknya, rasanya sangat nyata tapi itu tidak mungkin terjadi kan? Bagaimana bisa kevin yang merupakan kakanya sendiri melakukan itu padanya?


“astaga keysa…” ia menggelengkan kepalanya beberapa kali untuk mengenyahkan pikiran kotor itu.


Keysa beranjak dari kasurnya untuk membersihkan diri, tapi saat ia melewati sebuah cermin full body, matanya menyipit seketika.


“bibir aku ko bengkak gini.” Ucapnya sambil merapa-rapa bibir bawahnya yang menebal.


“pasti gegara serangga.” Katanya, hanya hewan itu yang terlintas di pikiran keysa.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Setelah selesai membersihkan diri, keysa turun ke bawah untuk sarapan.


Di meja makan sudah ada kanaya dan juga kevin yang tengah menyantap sarapan mereka.


“pagi.” Sapa keysa pada kedua orang itu, ia duduk tepat di samping kevin, tempat duduk khusus untuknya.


“pagi sayang, maaf ya kita sarapan duluan, kamu mau sarapan apa?” tanya kanaya.


“ini aja mah.” Keysa mengambil dua lembar roti dan juga selai strawberry.


Kanaya memprhatikan keysa dengan lekat, tepatnya pada bibir gadis itu. Keysa yang sadar di tatap intens oleh kanaya tau apa yang ada di pikiran ibunya.


“di gigit serangga mah.” Ucap keysa santai, tanganya masih sibuk melumuri roti dengan selai.


“di kamar kamu ada serangganya?” tanya kanaya memastikan.


“ada kayaknya.” Keysa melahap roti itu dengan gigitan besar.


“ga sopan banget, masa dia berani cium bibir kamu sampe bengkak gitu.” Kevin yang mendengar penuturan kanaya jadi tersedak oleh makanannya sendiri.


“pelan-pelan dong makan nya.” Kanaya menyodorkan segelas air mineral ke arah kevin.


“nanti mama suruh bi lala buat beli semprotan anti serangga.”  ujar kanaya.


Kevin hanya tersenyum kecil, sangat kecil sampai tidak ada satu orang pun yang tau. mau di semprot menggunakan obat serangga merk apapun, serangga yang mereka maksud tidak akan hilang.


“aku berangkat dulu.” Pamit kevin, ia meneguk air terakhir yang ada dalam gelasnya.


“jangan ngebut-ngebut.” teriak kanaya.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Hari ini ada jadwal latihan basket, ketika jam bubaran sudah berbunyi, kevin dan david bergegas ke lapangan basket indoor.


Walaupun ini hanya latihan biasa, tapi hampir semua tribun penonton bagian depan terisi penuh.


“gw duluan.” David menepuk pundak kevin, david sudah siap dengan jersey nya, sedangkan kevin masih mengenakan baju seragam.


Hanya tinggal kevin yang ada di ruang ganti baju.


Pintu yang di buka dengan keras membuat kevin mengalihkan pandanganya. Di sana ada salsa yang mematung di tempat, matanya tak berkedip memperhatikan tubuh bagian atas kevin yang terpahat sempurna.


Kevin yang sadar dengan apa yang salsa lihat buru-buru mengenakan jersey nya.


“ngapain lo kesini?” tanya kevin sinis.


Salsa masih mematung di tempat bagaikan orang bodoh.


“eh itu… anu… mmmm… semangat latihannya.” Ucap salsa tergagap.

__ADS_1


Kevin menutup lokernya sambil membawa sebuah handuk kecil dan juga air mineral.


“cewek aneh.” Ucapnya, kemudian meninggalkan salsa yang masih berdiri di depan ruang ganti baju.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Latihan berjalan seperti biasa, sorak soray dari penonton membuat lapangan menjadi ramai.


Keringat bercucuran di pelipisnya, jersey yang ia kenakan sudah basa oleh keringat membuat baju itu tidak sengaja menjiplak otot perutnya. Para penonton yang melihat pemandangan tersebut tambah histeris, apalagi saat kevin mengguar rambutnya ke belakang, suara teriakan itu makin menjadi.


Para anggota yang lain sudah terbiasa dengan situasi ini, jadi mereka hanya fokus pada permainan.


Dua jam, sudah mereka lalui untuk berlatih, saat jam menunjukan pukul lima, itu saat nya mereka pulang.


Sebelum pulang, para anggota basket di berikan arahan oleh pelatih mereka, semacam evaluasi.


“buat kamu.” Salsa menyodorkan sebotol air mineral pada kevin, tapi tak kunjung di terima.


“ko cuman di liatin.” Tangan salsa masih menggantung di udara.


“thanks.” Akhirnya kevin menerima botol itu, membuat salsa tersenyum senang, tapi…


“jo, buat lo.” Kevin  melempar air pemberian salsa pada jojo, salah satu teman nya.


Senyum yang sempat merekah di bibir salsa lenyap seketika.


Tapi salsa tak kehabisan akal.


“kamu keringetan banget, sini aku lapin.” Belum sempat tisu itu menempel di jidatnya, kevin mendorong tubuh salsa kebelakang. Jika saja tidak ada yang menangkap tubuh salsa dari belakang, sudah pasti gadis itu akan terjerebam dilantai lapangan.


“dia cewek, jangan main kasar.” Peringat david.


“kalo ga di kasarin, dia ga akan tau diri.” Sejujurnya perkataan itu sangat melukai hati salsa, tapi ia tak akan menyerah dengan mudah.


Lagi dan lagi, kevin berlalu begitu saja tanpa menatap ke arah salsa. “cewek tuh harus punya harga diri.” Ucap david, ia menatap malas ke arah gadis itu. Dan lagi, salsa di tinggal sendirian.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


“nebeng.” Ban mobil bagian depan milik david bocor, ia tak mungkin mengendarai mobil itu untuk sampai ke rumah.


Tanpa menunggu persetujuan dari kevin, david masuk begitu saja, duduk dengan tenang di kursi samping kemudi.


Jalanan cukup padat sore ini, terjadi kemacetan di beberapa titik. David memperhatikan motor yang berhenti tepat di sebelahnya. Ia merasa tak asing lagi dengan motor itu. Motor milik bagas.


Tapi siapa perempuan yang ada di belakangnya?gadis itu melingkarkan kedua tangannya di perut bagas, tapi bagas tak menolak sama sekali.


Perempuan itu tidak mengenakan helm, jadi saat ia berbalik, wajahnya terlihat jelas. “jian.” Gumam david.


“hah? Siapa?” tanya kevin.


Buru-buru david memalingkan wajahnya. “hah?”


Berkahir lah mereka dengan saling ‘hah’.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Keadaan rumah sangat sepi kala kevin menginjakan kaki disana.


“mama sama keysa kemana bi?” tanya kevin pada bi lala yang tak sengaja lewat di depan nya.


“nyonya lagi pergi arisan, kalo neng keysa lagi di kamarnya.” Jawab bi lala, setelah dirasa kevin tak akan bertanya apa-apa lagi bi lala kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.


Kevin pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah beres mandi, ia pergi ke kamar keysa dengan membawa sebuah handuk kecil, tetesan air yang berasal dari kepalanya bercucuran, membuat  bagian pundak kaos  yang kevin kenakan sedikit basah. Tapi kevin tak ada niatan untuk mengeringkan rambutnya sendiri.


“kenapa kak?” keysa menyembulkan kepalanya dari pintu.

__ADS_1


Bukannya menjawab, kevin malah nyelonong masuk ke dalam, menyodorkan handuk kecil yang ada di tangannya pada keysa.


Keysa yang sudah paham dengan kode itu, langsung mengambil handuk yang di sodorkan padanya, kemudian menggosok rambut kevin sampai air nya tak lagi menetes.


Karena tinggi keysa hanya sebatas dada kevin, ia harus berjinjit untuk bisa menggapai kepala kakanya.


Kevin yang mengerti akan situasi, mencongdongkan sedikit tubuhnya untuk mempermudah keysa.


Sedari tadi, kevin memandang wajah keysa dengan intens, keysa yang sadar akan hal itu menghentikan gerakan tanganya, ia balik memandang ke arah kevin. mereka saling tatap satu sama lain, menyelami netra hitam dan coklat yang seolah menarik jiwa mereka semakin dalam.


Kevin semakin mendekatkan wajahnya, tingal satu inci lagi bibir nya bersentuhan, keysa malah bersin.


“maaf maaf…” ucap keysa, tapi untungnya ia tidak bersin tepat di wajah kakanya.


“eh iya aku baru inget, kaka punya baju yang sama kaya aku kan?” tanya keysa, ia mengenakan piama tidur berwarna broken white dengan gambar pelangi.


Baju itu pemberian kanaya beberapa bulan yang lalu.


Kanaya selalu memberikan keysa dan kevin baju samaan layaknya anak kembar. itu lah kenapa keysa dan kevin memiliki banyak baju couple


Kevin mengangukan kepala sebagai jawaban.


“pake gih, biar couple an sama aku.” Karena keysa yang meminta, kevin tak bisa menolak, ia mengganti bajunya dengan baju yang sama persis seperti keysa.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Beberapa menit kemudian setelah berganti baju, kevin kembali ke kamar keysa. Laki-laki itu langsung menelungkupkan tubuhnya di kasur.


“cape banget ya?” tanya keysa yang ada di sebelah kevin.


“hmmm…”


Ponsel milik kevin terus berbunyi menandakan banyaknya pesan yang masuk, keysa sempat melihat sekilas, nomor yang mengirimkan pesan tidak di save oleh kevin, keysa tau spam chatt itu dari perempuan karena foto profilnya.


Jelas sekali kevin terganggu dengan ada nya pesan-pesan itu, tapi di tetap membalas.


Saking lama nya kevin bertukar pesan yang entah isinya apa, keysa merasa terabaikan.


“kaka lagi chatan sama siapa sih? Serius banget.” Keysa menelungkupkan tubuhnya di atas tubuh kevin.



Kevin menahan nafas sejenak, ini posisi yang cukup berbahaya, tubuh bagian depan keysa benar-benar menempel pada punggungnya.


“ka…” keysa berujar tepat di samping telinga kevin dengan suara berbisik, hembusan nafas keysa sangat terasa di wajahnya.


"Astaga keysa...." batin kevin menjerit.


Keysa mengalungkan kedua tangan nya di leher sang kaka, gadis itu malah menempelkan pipinya di pipi kevin.


“sial..” umpat kevin dalam hati.


Jika terus begini, keysa akan dalam bahaya.


Kevin membalik posisi mereka dengan gerakan cepat, sekarang tubuh mereka saling berhadapan dengan keysa yang ada di bawahnya.


“hari ini kaka masih bisa nahan, tapi kalo kamu gini terus, kaka ga yakin bisa nahan lebih lama.” Ucap kevin dengan mimik wajah serius.


Keysa mengerutkan kening, tak mengerti dengan maksud kevin. “nahan? Nahan apa?”


“nahan buat ga makan kamu.” Ucap kevin dengan senyum smirk


“kaka tega makan adik sendiri?” ujar keysa sedikit histeris.


Makna ‘makan’ yang ada di pikiran mereka berbeda

__ADS_1


“why not?”


Sekian untuk malam ini. selamat bertemu bulan depan👋...


__ADS_2