She Is Mine

She Is Mine
Episode 57. Hama-hama yang telah Musnah


__ADS_3


"Bagaimana??" tanya Danial datar, menatap tajam ke arah Satria yang membawa laporan pemusnahan hama-hama tidak berguna.


Satria, Riko dan Steven pergi ke mension Danial, karena mendengarkan berita dari Rapa, bos mereka tengah sakit. Namun seperti yang mereka lihat, satu hari cukup untuk Danial memulihkan dirinya, karena gadisnya yang tengah terancam ingin kabur dari mension ini, membuat ia semakin bertekad untuk melakukan sesuatu dan menyembuhkan dirinya secepatnya.


Danial tidak akan memberikan selangkah pun kaki Anja keluar dari kamar itu. Kalau sampai itu terjadi maka, Anja akan menerima hukuman yang tidak akan gadis itu bayangkan.


"Keadaan lo bagaimana??" tanya Steven membuka suara, "Bukannya lo sakit??"


Danial mengangguk, "Gue sudah sehat."


Mereka semua menghela nafas panjang. Tidak ada yang mengetahui penyakit Danial kecuali Rapa, sahabat masa kecil Danial dari dulu sampai sekarang.


Dan keluarga Syahreza menyembunyikan penyakit Danial dari publik, karena akan membahayakan Danial nantinya. Dan para musuh pasti akan berlomba-lomba untuk menjatuhkan keluarga itu.

__ADS_1


Kembali ke topik semula, Satria memberikan laporan tentang siswi yang berani membully Anja kemarin, "Semua siswi telah di keluarkan dari sekolah masing-masing, dan dikeluarkan secara tidak terhormat. Terakhir tidak akan ada sekolah manapun yang akan menerima mereka karena, ancaman dari pihak sekolah SMA Garuda," siapa lagi kalau bukan sang ketua yayasan Danial sendiri.


Mereka akan bisa bersekolah lagi, namun di sekolah dengan status yang rendah dan tidak terkenal. Itu hanya hukuman ringan untuk mereka, karena hanya ikut-ikutan dengan ketiga cewek itu.


Pihak yayasan SMA Garuda, yang ditanda tangani oleh Danial sendiri dan di siapkan oleh kepala sekolah, memberikan semua SMA-SMA elite sebuah surat ancaman agar tidak menerima beberapa siswi, yang sudah terdaftar di surat itu.


Kalau mereka melanggar, maka sekolah itu akan mendapatkan akibatnya, mungkin akan diratakan atau pihak donatur-donatur besar yang berkerja sama dengan Syahreza gruf akan memutuskan hubungan.


"Kerja bagus," puji Danial menyeringai, membuat semua sahabatnya mengangguk, karena berhasil memenuhi perintah bos mereka.


Danial mengangguk, "Gue hukum dia dua minggu di mension ini, karena berani memberontak."


"Apa itu ngak keterlaluan??" tanya Riko merasa iba dengan Anja yang terkurung di mension di tengah hutan. Pasti gadis itu merindukan orang tuanya.


"Gue terpaksa," jelas Danial datar. Mungkin masa hukuman Anja akan bertambah karena gadisnya semakin memberontak dan keras kepala.

__ADS_1


Danial takut keluarga Angkasa ikut turun tangan mengenai gadisnya, dan mengambil Anja dari dirinya. Bukannya Danial takut, tapi kekuatan Syahreza dan Angkasa sama besar, dan itu akan memusnahkan mereka berdua nantinya.


"Lo ngak pernah denger cerita Lala dan Rapa," ucap Steven yang mengetahui semuanya, "Bahkan Rapa lebih kejam dari pada lo."


"Gue tahu," ujar Danial, "Suatu hari nanti mungkin gue akan melakukan hal itu juga, tapi bukan sekarang. Anja dan Lala berbeda, kondisi Anja lemah, kalau gue menggoreskan pisau kesayangan gue, maka gadis gue akan trauma berat dan bahkan gila."


Mereka setuju dengan pemikiran Danial, bagaimana pun, Anja memiliki trauma berat, bahkan trauma itu di sebabkan oleh musuh Danial dan cewek-cewek yang menyukai Danial.


"Sekarang keadaan Anja bagaimana Danial??" tanya Riko, Anja sudah ia anggap adik kecilnya.


"Dia nekad kabur lewat jendela kata Rapa, semalam ketika dia tertidur, gue suntik obat bius, yang akan membuat Anja pingsan selama dua hari."


"Bagaimana kalau kalian tunangan?" ucap Satria, sebuah ide yang bagus bukan.


Danial menyeringai. Mengikat Anja akan membuat gadis kecilnya menurut, "segera siapkan perlengkapan tunangan!!" perintah Danial.

__ADS_1


__ADS_2