She Is Mine

She Is Mine
Episode 46. Rencana perjodohan Anja


__ADS_3

Kini Danial beserta seluruh anggotanya, tengah duduk di meja bundar, ruang rapat yang sengaja telah ia sediakan untuk memperbarui markas DARASTER.


Generasi dahulu markas ini hanya memiliki beberapa ruangan, yakni aula dan tempat penyiksaan, namun ketika Danial menjabat, maka perlahan ia menyuruh semua anggota menyiapkan kamar pribadi, kamar para anggota yang bertugas berjaga, dan salah satunya ruangan meja bundar.


"Bagaimana??"


"Gilang telah mati, namun Galang masih koma di rumah sakit milik keluarga nya," jelas Satria merasa gagal memusnahkan Galang, entah siapa yang menyelamatkan cowok itu dari kebakaran.


"Anggotanya??"


Kini giliran Steven yang menjelaskan, "Untuk Anggotanya, kita mengambil alih mereka semua untuk menjadi bagian dari Daraster."


"Dan untuk siapa yang menolong Galang, gue udah cek beberapa jaringan CCTV yang sudah di pasang, sebagai pemantau di sana. Orang yang menolong Galang orang yang sangat misterius memakai hoode hitam, dan sepertinya dia cewek. Terlihat dari postur tubuhnya yang kecil dan tingginya."


Untuk semua anggota Galang, awalnya Steven, Riko dan Satria, berniat untuk membakar mereka semua, namun Rapa menghalanginya, karena semua anggota itu suatu saat berguna untuk mereka semua. Dan akhirnya mereka setuju dan akan mendiskusikan nya dengan bos mereka.


"Jadi??" tuntut Danial dengan wajah datarnya. Bagaimana pun Danial selalu menuntut sahabat nya yang menjadi inti dari geng itu untuk berpikir dengan keras, tanpa dirinya. Mereka harus bisa menyelesaikan masalah apapun itu.


Rapa kebagian menjelaskan, "Galang suatu hari nanti akan membalaskan dendamnya, untuk itu kita harus secepatnya menyingkirkan Galang, sebelum ia dipindahkan ke rumah sakit yang lebih jauh."


"Hem. Eksekusi besok dan cari cewek yang menolong Galang!!" perintah Danial dengan tegas. Karena memang sekarang pikirannya lagi kacau mengingat gadisnya masih tertidur di rumah sakit, enggan untuk membuka matanya.


Danial merindukan gadisnya. Gadis kecilnya, tawanya.


"Biar gue yang bunuh Galang!!"


Mereka semua menahan nafas, karena aura Danial yang semakin membuat mereka tertekan dan ketakutan.


Mereka mengetahui betapa berharganya gadis yang diculik oleh Galang, di kehidupan bosnya. Dan mereka turut prihatin dengan keadaan gadis mungil itu, padahal mereka belum sempat berkenalan dengan Queen mereka. Namun harus berkenalan dengan cara seperti ini.


"Steven!! retas Cctv di ruangan Anja!!"


Karena Bayu melarang untuk dirinya sekedar untuk menjenguk gadisnya dan sekarang Danial dilanda frustasi. Hanya dengan cctv ia bisa memantau pergerakan Anja.


Steven mengangguk dan segera melakukan tugasnya dengan sangat rapi dan baik, karena memang bidangnya dari dulu dan keturunannya yang jago untuk meretas teknologi.


"Rapa!! siapkan perlengkapan obat-obatan untuk anggota kita yang terluka."

__ADS_1


Rapa mengangguk, untuk menuruti perintah Danial. Memang hampir semua sahabat Danial memiliki bidang masing-masing yang sangat melekat pada diri mereka. Untuk Satria jago dalam hal menembak lawan dan musuh dan untuk Riko jago untuk ahli strategi.


Dan untuk Danial. Ia bisa melakukan semuanya. Dan itu tugas untuk seorang pemimpin, harus bisa melakukan semuanya. Dengan otak yang cerdas dan IQ yang tinggi, Danial akan dengan mudah untuk menguasai semua bidang. Dan yang paling menonjol adalah bela diri dan berkelahi, sampai saat ini belum ada yang bisa mengalahkannya.


****


"Lala!!" panggil Rapa memeluk gadis itu yang tengah terisak karena sahabat nya itu masuk rumah sakit, walaupun sebenarnya ia juga sempat masuk rumah sakit karena beberapa cedera di tubuhnya.


Rapa yang saat itu tengah kalut seperti halnya dengan Danial, membawa Lala ke rumah sakit. Dan berakhir Lala sekarang tengah dirawat oleh dirinya.


"Masih sakit?"


Lala menggelengkan kepalanya, "Kan aku gadis kuat, masak gini ajha sakit."


Rapa sengaja menekan punggung Lala, membuat gadis itu meringis dan menyentil kening Rapa dengan keras.


"Masih sakit nih, kamu jahil banget."


"Katanya udah ngak sakit."


Lala menatap tajam Rapa, apalagi ia masih teringat jelas, bagaimana ia melabrak Erika-Erika si gadis gila itu. Gila belaian.


Ingin sekali ia berkata kasar, namun ia masih sayang dengan dirinya yang cantik jelita, karena sekarang ia tengah berhadapan dengan Rapa. Si dokter dingin dan jangan lupakan wajahnya yang tampan, namun hatinya itu loh yang kurang beres, selalu kejam kepada dirinya.


"Aku tahu kamu lakuin sesuatu sama Erika!"


Lala mengangguk, karena ia bukan anak bocah yang sering berbohong. Orang tuanya juga tidak pernah mengajarkan Lala untuk berbohong ya jadinya ia gadis yang selalu jujur.


"Kenapa??"


What?? kenapa?? manusia es ini bertanya kenapa?? hello dirinya cemburu dengan manusia setengah nenek sihir itu.


"Kamu kenapa labrak Erika?? dia tidak salah Lala!" peringat Rapa datar, "Aku ngak suka sama cewek kasar."


Gue juga ngak suka sama cowok seperti lo, batin Lala kesal. Walaupun Rapa itu ganteng tapi ia masih dendam dengan masa lalu mereka.


"Belain ajha teros!! ngak sekalian nikahin dan punya anak."

__ADS_1


"Kamu tantang aku?"


"Terserah, gue kan ikan."


"Lala!! jaga ucapan kamu!!" peringat Rapa, membuat Lala bergelidik ngeri melihat tanduk Rapa yang tidak kasat mata.


"Kenapa sih sifat kamu selalu berubah Rap?? dan aku capek tahu, harus menjadi bayangan kamu terus. Aku labrak Erika karena aku..."


"Kenapa?" tuntut Rapa tersenyum miring. Sengaja memancing Lala untuk mengatakan hal yang akan membuat hidup Rapa sangat berarti.


"Ya...ya... mau labrak ajha, soalnya wajahnya jelek."


Ampuni Lala ya Allah, karena menghina ciptaan mu yang paling sempurna, batin Lala berdo'a dan memohon taubat.


"Jangan ulangi lagi La! aku ngak mau kamu terluka. Aku ngak ada hubungan apapun sama Erika. Dia hanya teman belajar."


"Teman belajar tapi romantis yeee..."


****


Sedangkan di ruangan lain, Bayu tengah mengutus beberapa bodyguard nya untuk berjaga-jaga di sana. Agar Danial tidak menemui anaknya.


"Jangan biarkan orang ini masuk ke ruangan putri saya!" ujar Bayu memberikan photo Danial kepada suruhannya.


Mereka semua mengangguk, "Baik tuan," balas mereka semua hormat.


"Saya tidak akan biarkan Anja untuk bertemu dengan Danial. Karena semua kekacauan ini karena Danial."


Memang dari dulu hidup mereka biasa saja tanpa ada masalah apapun. Tapi karena datangnya Danial di kehidupan Anja, membuat anaknya selalu terancam, menjadikan anaknya sebagai bahan sandra dan berakhir terluka.


"Papa ngak akan biarin kamu terluka sayang."


"Kenapa papa tega memisahkan Danial sama anak kita?" protes Rani tidak habis pikir dengan suaminya itu.


"Danial tidak pantas dengan anak kita. Papa akan menjodohkan Anja dengan seseorang. Dan papa tidak menerima bantahan!!"


Danial yang melihat itu semuanya, dan mendengar kata perjodohan membuat urat-urat tangannya terkepal kuat.

__ADS_1


Dania tersenyum miring, "Coba saja!" tantang Danial, siap untuk membunuh cowok yang akan di jodoh kan dengan gadisnya. Bahkan Danial akan menjatuhkan cowok itu sejatuh-jatuhnya, sampai menjadi gelandangan.


__ADS_2