She Is Mine

She Is Mine
Episode 68. Hukuman untuk semua maid


__ADS_3

Semua maid digiring ke ruangan bawah tanah. Sekitar ada 14 maid berbaris di sana, terkecuali Dian tidak ada di sana.


Danial langsung masuk ke dalam ruang bawah tanah tersebut, dengan mata memerah dan wajah yang sungguh menakutkan membuat mereka menahan nafas ketakutan.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN SEHINGGA GADISKU HAMPIR DI SENTUH OLEH BAJINGAN ITU??"


"Kami masing-masing berkerja tuan muda, sesuai porsi kita masing-masing," jelas kepala pelayan ketakutan dan menunduk tidak berani menatap sang tuan muda.


"DAN KALIAN TIDAK MEMPERHATIKAN GADISKU SEPERTI ITU??"


"Maafkan kami tuan muda," serentak mereka ketakutan dengan tubuh yang bergetar karena bentakan Danial. Mereka sungguh bersalah terlalu fokus dengan pekerjaan mereka, sehingga mengabaikan nona muda yang berada dalam bahaya.


"HUKUM SEMUA MAID DENGAN CAMBUKAN 50 KALI. DAN UNTUK BIBI TUA BERIKAN DIA CAMBUKAN 20 KALI."


"KURUNG MEREKA SELAMA SEMINGGU DI SINI. JANGAN KASIH MEREKA MAKAN MAUPUN MINUMAN. KALAU ADA YANG BERANI MELAWAN, KALIAN SEMUA AKAN MATI, BAHKAN DENGAN KELUARGA KALIAN."


Mereka semua menangis mendengarkan hukuman mereka. Namun apa boleh buat, ini akibat kecerobohan mereka yang menganggap Danial hanya anak SMA biasa.


"SAYA TIDAK BERTANYA PELAKUNYA KARENA SAYA SUDAH MENGETAHUINYA. TUNGGU ADEGAN LIVE YANG AKAN KALIAN TONTON BEBERAPA MENIT LAGI. AGAR KALIAN TAHU HUKUMAN YANG MENANTI KALIAN KALAU BERANI MACAM-MACAM DENGAN SAYA."


"Cambuk mereka!!" perintah Danial kepada semua bodyguardnya dan keluar dari ruangan itu.


Ctak


Ctak


"Ampun hiks. Ini sangat sakit hiks," ucap mereka menangis histeris merasakan panas tubuh mereka yang dicambuk tanpa ampun sampai mengeluarkan banyak darah.


****


"Bagaimana keadaannya??" tanya Danial datar menatap dokter wanita itu.


"Sepertinya dia meminum obat perangsang dalam dosis yang sangat tinggi, sehingga tekanan darahnya sangat tinggi, tapi syukur nona langsung di tangani. Kalau tidak bisa membahayakan ginjal bahkan hati."


Danial menggepalkan tangannya, wanita itu harus mati, berani sekali dia mencoba membunuh gadis kecilnya yang Danial jaga mati-matian.

__ADS_1


"Saya permisi tuan," pamit dokter wanita itu dan pergi dari kamar itu.


Danial menatap wajah Anja yang kini terlihat pucat, kemarin Danial melihat senyuman tulus gadisnya dan sekarang berbaring tidak berdaya di sini.


"Aku gagal jaga kamu," ucap Danial menyalahkan dirinya yang terlalu bodoh hanya sekedar menjaga gadisnya dalam bahaya.


"Maaf. Maaf sayang," lirih Danial mencium tangan gadisnya berkali-kali.


Brak.


Suara pintu terdengar nyaring membuat Danial menatap tajam orang itu, ya mereka pasangan yang sengaja Danial kasih tahu untuk menjaga gadisnya.


"Astaga Anja. Ini pasti ulah lo kan Danial?? kenapa lo ngak becus jaga sahabat gue hiks. Anja bangun hiks," Lala segera memeluk tubuh berbaring Anja dengan menangis tersedu-sedu.


"Gue keluar. Jaga Anja!!" perintah Danial, diangguki oleh Lala yang kini menatap Anja sedih.


Danial dan Rapa keluar dari kamar itu dan memerintahkan beberapa bodyguardnya di depan kamar untuk berjaga.


"Bagaimana??" tanya Danial menatap Rapa.


Danial tersenyum miring mendengar perkataan Rapa yang telah selesai memusnahkan hama-hama itu. Sayang sekali bukan, satu kesalahan ditanggung semua keluarga dan keturunan.


"Anggota keluarganya hanya tinggal satu tersisa, kakak perempuannya mencari nafkah di Singapura."


"Musnahkan!! jangan sampai semua keluarganya tersisa!!" tegas Danial diangguki oleh Rapa.


***


Di dalam ruangan bawah tanah, semua maid telah mendapatkan hukumannya. Dan sekarang giliran sang maid Dian yang tengah Memberontak di pegang oleh Satria dan juga Steven.


Steven meretas semua CCTV yang ada di mension, dan di sana terlihat jelas apa yang terjadi sebenarnya. Dari maid Dian tersenyum sinis kepada Anja yang tengah meneguk susu coklat buatannya dan bagaimana tukang kebun mencoba menyentuh Anja.


Kini Maid Dian menunduk dengan tubuh di rantai di hadapan mereka oleh Steven dan Satria. Semua kebusukan nya telah terbongkar.


"Ada kabar baik buat lo Dian Lestari. Semua anggota keluarga lo sudah berpulang ke Rahmatullah karena perbuatan lo," ujar Satria terkekeh menyeramkan.

__ADS_1


Deg.


"KALIAN IBLIS!! KENAPA KALIAN MEMBUNUH SEMUA KELUARGAKU HIKS. APA SALAH MEREKA. DI SINI AKU YANG SALAH HIKS."


"Benarkah??" tanya Danial tersenyum miring, "Mereka berhak mati karena sama liciknya denganmu," singkat Danial membuat Dian menatap Danial terkejut.


"Lo sengaja berkerja sebagai maid di sini, karena mempunyai tugas utama untuk meluluhkan om Dani, bokap dari bos kita, dan merebut semua hartanya. Uhh murahan!!" ucap Steven menatap tajam Dian yang kini mati kutu.


Memang benar Dian sebenarnya mengincar Dani Syahreza, bokap dari Danial bukan anaknya melainkan papanya. Dian berpikir pria setua Dani akan cepat kepincut dengan tubuh nya yang bagus. Namun satu sisi kalau ada kesempatan Dian juga mencoba mendekati Danial.


"Laksanakan!!" perintah Danial tidak ingin membuang waktu lagi.


Satria memaksa mulut Dian terbuka lebar dan meminumkan sebotol obat perangsang dengan dosis lebih banyak. Dian menangis histeris begitupun para maid yang kini menatap Dian dengan iba, walaupun mereka juga terluka karena ulah Dian, namun melihat Dian yang seperti itu, mereka juga merasa iba.


"Suruh 15 Bodyguard untuk meminum obat itu dan 5 orang gila meminumnya juga."


Satria mengangguk lalu melaksanakan tugasnya. Sedangkan Steven telah membawa rantai berisi 5 orang gila yang tengah haus akan nafsu.


"Bawa masuk ke penjara!!" perintah Danial, dan Rapa mendorong Dian dengan kasar sampai masuk ke dalam penjara.


"Bodyguard dan pakaiannya!!"


Satria mengangguk lalu memasukkan lima belas bodyguard ke dalam penjara dan mulai melakukan aksi mereka sampai Dian kewalahan.


Setelah Dian mulai sekarat. Gantian lima orang gila itu masuk ke dalam penjara itu membuat Dian berteriak histeris walaupun tubuhnya sudah tercabik-cabik.


"Makanan kalian!! Kalian bebas untuk melakukan apapun ke wanita itu."


Lima pria gila itu adalah Orang-orang yang haus darah, dan kini membawa beberapa peralatan untuk menyiksa korbannya.


Semua maid menatap penjara yang kini dipenuhi bau amis darah. Mereka ada yang pingsan dan juga trauma melihat adegan tragis di depannya.


"Game Over!!" Danial menyeringai dan pergi dari ruangan penuh dengan darah itu, diikuti oleh Steven, Rapa dan juga Riko yang tersenyum puas dengan pekerjaan mereka sendiri.


"Sekarang giliran bajingan itu," ucap Danial menggepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2