She Is Mine

She Is Mine
Episode 42. Galang itu siapa??


__ADS_3


Anja membawa setumpuk buku ke perpustakaan atas perintah guru Biologi, semoga saja tidak ada yang melihatnya dan melaporkan dirinya ke Danial. Bisa dipecat guru kesayangannya itu.


Memang Anja sangat menyayangi guru Biologi nya, karena dapat membuat mereka semua ketika di ajar cepat memahami dan juga pembawaannya yang sabar dan penyayang.


Adakah yang sama??


Anja masuk ke perpustakaan dan merapikan buku tersebut, namun terlihat seorang siswa mendekati dirinya, dan Anja tahu cowok itu sengaja, bahkan sesekali meliriknya.


Dan Anja tidak peduli akan hal itu. Anja dengan secepatnya membereskan buku-buku yang masih lumayan banyak.


"Gue bantu," ujar cowok itu, tanpa persetujuan Anja, langsung merapikan buku tersebut dengan rapi di rak kedua.


Anja hanya pasrah, tanpa berminat membuka suara. Selain tidak ingin kepo, ia juga tidak ingin Danial marah nantinya.


"Lo pacaran sama Danial?"


Anja menatap cowok itu dengan lekat, sepertinya ia tidak pernah melihat cowok ini sebelumnya. Tapi kenapa ia mengetahui urusan pribadinya.


"Bukan urusan kamu," ujar Anja, hendak pergi namun cowok itu membuka suara lagi.


"Nama gue Galang. Lo cantik."


Ini nih ciri-ciri cowok buaya, belum kenal ajha udah muji-muji, bikin cewek terbang tinggi ke Angkasa, dan ketika telah mendapatkan nya lalu dihempaskan ke tanah. Dan Anja mengetahui akal busuk itu.


"Dari dulu dan terima kasih," balas Anja cuek, lalu berlalu dari sana, meninggalkan cowok itu yang mematung melihat punggungnya yang semakin menjauh.


"Gue ngak salah dengarkan?? untuk pertama kalinya gue nemuin cewek yang cuek dengan kepedean tinggi. Tapi sebenarnya dia imut sih dan cantik, polos jugak."


Galang segera mengejar Anja yang keluar dari perpustakaan, pokoknya ia harus memperkenalkan diri dengan gadis manis itu.


Untuk memperlancar rencananya.


"Woy tunggu!!"


"Kamu kenapa ikutin Anja?" tanya gadis itu kesal. Mana Lala ngak ada di sini lagi. Kalau tahu seperti ini, ia akan mau tadi diantar oleh sahabatnya itu.


Jadi nama gadis ini Anja, batin Galang menyeringai.


"Mau kenalan ajha. Lo ngak mau kenalan sama cowok seganteng gue?"


"Pacar Anja jauh lebih ganteng dari pada kamu."


Yap memang benar sih, walaupun seperti itu, Galang memang tampan juga. Memiliki tinggi yang ideal dan juga kulit yang putih, mata sedikit sipit.


Anja segera berlalu dari sana, namun Galang hendak menggapai tangan Anja dan.


BUGH


"Berani banget lo sentuh Queen kita?" ujar Steven melayangkan pukulan ke wajah Galang, menyebabkan mengeluarkan darah di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Lo jangan pernah berani gangguin dia!!" peringat Riko menatap tajam Galang.


"Sayangnya Queen kalian sangatlah menggemaskan. Bolehlah menjadi Queen gue."


Steven hendak melayangkan pukulan lagi, namun Anja menghalanginya, "Udah Stev!! jangan pukul dia lagi. Kita pergi dari sini. Anja mau nemuin Nial di ruang pribadinya."


Mereka berdua mengangguk, namun sebelum pergi, Steven menatap tajam ke arah Galang yang terus saja menatap kagum ke arah Anja.


"Ngak usah usik milik Danial. Sampai kapanpun lo ngak akan pernah bisa mendapatkan apa yang telah menjadi milik keluarga Syahreza."


Galang tersenyum miring, "Yakin?? bahkan gue bisa mendapatkan apapun yang gue mau selama ini."


"Tanpa terkecuali. Lo ngak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu bukan??"


Sialan, bahkan mereka semua mengetahui kelemahan seorang Galang, "Ngak usah bahas urusan pribadi gue."


"Dan Queen urusan pribadi bos kita. Jangan mengulang masa lalu yang terkubur. Berdamailah dengan masa depan Galang!!"


"Jangan sampai lo nyesel dan jatuh dengan jebakan lo sendiri!!" ucap Riko penuh penekanan.


Dan Anja menyaksikan semua itu dalam diam. Jadi mereka semua saling mengenal?? siapa Galang?? dan apa hubungan Danial dan Galang? Anja harus mengetahui permasalahan mereka.


***


"Nial!! siapa Galang??"


"Orang yang selalu ingin menjatuhkan aku selama ini."


"Menjatuhkan dalam hal apa?" tanya Anja penasaran.


Danial mengusap pucuk kepala Anja, "Jangan dekat dengan Galang, aku ngak suka."


Anja mengangguk, "Anja juga ngak suka. Dia nyebelin, tadi dia mau sentuh Anja, untung Steven sama Riko dateng."


Anja selalu berkata jujur kepada Danial. Karena bagaimana pun ia menyembunyikan sesuatu maka, cowok itu akan mengetahui hal tersebut.


Drttt.


Danial mengangkat panggilan dari wanita yang paling ia sayang di dunia ini.


Danial Sayang!!


Iya Ma. Ada apa??


Anja sama kamu??


Hem


Nanti mama akan mengirimkan beberapa pegawai salon utusan mama ke rumah Anja. Kamu kasih tahu Anja.


Iya ma.

__ADS_1


Sambungan terputus.


Memang benar hari ini, adalah hari untuk gadisnya perawatan, cukup dilakukan sekali seminggu dengan utusan pegawai salon terkenal. Dan keluarga Syahreza telah menyiapkan semuanya.


Jadi Anja hanya tiduran dengan manis dan menurut.


"Nial!!" Anja merengek tidak ingin perawatan, wajahnya juga bersih tidak ada noda membandel dan lainnya, bahkan kulit tubuhnya juga halus.


"Perintah mama sayang."


"Tapi Anja mau sama kakak yang kemarin itu, dia baik dan sabar, pokoknya pakai kakak yang itu. Siapa namanya ya kak Meli."


"Hem," jawab Danial singkat, lalu memainkan game yang ada di ponselnya.


Anja memeluk Danial, mengelus perut kekasihnya yang membuat semua perempuan terkagum-kagum, "Nial!!" panggilnya pelan.


Danial yang fokus ke gamenya memandang sekilas gadisnya, "Ada apa sayang??"


"Susu kotak."


Danial memandang sebuah kulkas yang sengaja ia letakkan di ruangan itu. Ruangan pribadi yang ia desain lumayan luas di sekolah SMA Garuda.


Sultan mah bebas.


Mata Anja berbinar, lalu mendekati kulkas tersebut, beberapa susu kotak dan cemilan bahkan buah-buahan ada di sana.


"Makasih Nial!"


Cup.


Anja mengecup sekilas pipi kekasihnya, Danial tersenyum tipis, apapun ia lakukan untuk gadisnya.


"Hem Nial!!"


"Iya sayang."


"Guru Biologi Anja, suruh Anja untuk ikut olimpiade Biologi, sama Lala juga. Boleh ya??"


Anja mengeluarkan jurus andalannya yakni dengan senyuman termanis gadis itu. Agar Danial tidak tega menolak dan luluh.


"Ya."


Anja tersenyum senang, "Makasih Nial."


"Jangan kecapean!!"


Anja kembali tersenyum manis dan mengangguk semangat. Ini adalah pengalaman pertama dirinya dan Lala ikut olimpiade.


ANJA ADELIA😊


__ADS_1




__ADS_2