
Gue ngak nyangka, anak-anak Scorpio semiskin itu, sampai bisa mencuri. Mereka semua mencuri loh," ejek Satria terkekeh, membuat anggota yang memakai bandana menggepalkan tangannya dan menarik kerah baju Satria dengan kasar.
"Lo marah?? Yang dikatakan gue bener kan??"
"Jaga ucapan lo, atau gue hajar sampai lo mampus!!"
"Takut."
"Lo sentuh dia, geng lo akan hancur dalam semenit!!" ancam Steven membuat mereka semakin geram.
Bugh.
Satu pukulan yang di terima Satria, seakan menjadi lonceng di mulai nya peperangan. Satria tersenyum miring lalu kembali menonjok wakil ketua tersebut, berakhir mereka berkelahi dan disaksikan oleh semua orang.
Bugh. Bugh. Bugh. Bugh.
Satria tidak memberikan ampun langsung saja menonjok tanpa henti bahkan sekarang wakil ketua telah tumbang dan terakhir Satria menginjak perut sang wakil ketua sampai memuntahkan banyak darah.
"APA YANG KALIAN TONTON BODOH!! SEKARANG SERANG!!"
Semua anggota geng Scorpio langsung menyerang keempa orang itu. Danial melawan lima anggota dengan mudahnya, bahkan sang lawan mulai lengah dan ketakutan.
Krek. Krek. Krek.
Suara tubuh kelima lawan Danial yang kini telah tidak berdaya karena tubuh mereka di tendang dan bahkan tangan mereka di patahkan dengan begitu mudah. Sebenarnya siapa mereka semua?? Semua anggota geng Scorpio merasakan kekuatan mereka tidak sebanding dengan keempat orang itu.
__ADS_1
Di lain sisi, Steven dengan mudahnya menendang dan membenturkan kepala lawannya yang berjumlah empat anggota.
Sedangkan Rapa dan Satria bergabung melawan sepuluh anggota yang mengepung mereka, bahkan Rapa tersenyum sinis melihat kekuatan mereka yang berada di bawah anggota geng Daraster, itupun berlaku untuk anggota Daraster tingkatan biasa. Dan sekarang dengan beraninya mereka mencoba melawan keempat anggota inti dari Daraster yang terkenal kejam.
Setelah semua terkapar tidak berdaya, keempat laki-laki tampan itu berbaris dan bersidekap tangan dengan angkuh, "Enaknya di apain Rap??" tanya Satria menyenggol lengan Rapa yang sedang merencanakan sesuatu.
"Di bakar!!" ujar Danial, membuat ketiga sahabatnya merinding, sedangkan semua anggota geng Scorpio benar-benar ketakutan setengah mati. Mereka tidak salah dengar?? Mereka akan dibakar? Itu hanya lelucon bukan.
"Lo semua benar-benar keterlaluan, karena berani mengangguk para orang tua di sini yang sedang mencari nafkah."
"Telpon polisi!!" perintah Danial, diangguki oleh Rapa, "Pastika mereka semua membusuk dipenjara yang paling dalam."
"Lo semua sebenarnya siapa? Uhuk. Uhuk."
"Entar lo kaget," ejek Satria merendahkan mereka semua. Tapi karena dirinya baik dan sabar, untuk itu ia akan memberi tahu siapa mereka sebenarnya.
"Lo perhatikan wajah ketua kami," ujar Steven menunjuk Danial yang kini menyeringai, "Dia Danial Arsalan Putra Syahreza. Ketua dari geng besar di daerah ini, inget baik-baik. Daraster!!"
Deg.
Jadi?? Mereka semua adalah geng besar yang menjadi perbincangan anak-anak geng lainnya selama ini. Terkenal kuat dan beringas di jalanan. Bahkan anggota mereka beribu-ribu.
"Dan kita bertiga adalah anggota inti Daraster. Sekarang kalian paham dengan posisi??" ejek Steven masih mempertahankan wajah datar nya lalu terkekeh mengejek melihat raut wajah ketakutan mereka semua. Lawan yang salah.
***
__ADS_1
"Nial mana??" tanya Anja mengucek matanya tidak menemukan Danial berada di dekatnya. Hanya Riko yang kini menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena tidak tahu harus menjawab apa.
"Bang Riko!! Nial mana?? kenapa abang sendirian jaga Anja??"
"Danial ada di..."
Pandangan Anja tidak terlepas dari luar mobil, di sana terlihat semua orang terluka dan ada Danial dan sahabatnya yang berdiri dengan wajah beringasnya.
Anja langsung membuka pintu mobil ingin menghampiri Danial, walaupun Riko sempat mencegahnya, namun ia tidak mau dan keras kepala.
"Nial!!" panggil Anja membuat semua orang beralih menatap wajah cantik gadis itu.
"Sayang!!" lirih Danial, langsung menghampiri gadisnya, berserta ketiga sahabatnya.
"Orang-orang itu kenapa?? pasti tadi mau begal ya??" tanya Anja dengan wajah polosnya.
Mereka semua saling tatap, membuat Anja mengerucutkan bibirnya lucu, "Kalian kenapa mau begal mobil Nial ahh??" galak Anja menatap mereka semua marah.
"Kita...."
"Nial!! laporin polisi. Ayok pulang!! Anja ngak mau di sini," ujar Anja menyeret Danial masuk ke dalam mobil.
Sedangkan yang lainnya masih di luar mobil, menunggu mobil polisi datang, membiarkan Danial berduaan di dalam mobil bersama Anja.
"Kenapa bangun hem??" tanya Danial mengusap wajah Anja dengan lembut.
__ADS_1
"Anja udah ngak ngantuk lagi."
"Sekarang Anja harus tidur lagi ya... soalnya rumah Anja masih jauh. Nial juga mau tunggu polisi datang dulu."