She Is Mine

She Is Mine
Episode 39. Kehancuran Vanessa yang sesungguhnya.


__ADS_3

"Mama!!" teriak Anja, karena merasa seseorang masuk ke kamarnya, namun ketika ia bangun tidak ada seseorang di sana. Tapi bau-baunya seperti parfum Danial, kekasihnya. Masak sih ia tidak sadar Danial tadi Memasuki kamarnya.


"Nial ke sini tadi?" tanya Anja lagi.


Rani mengangguk dan tersenyum jahil, "Yang nyariin pacarnya."


"Ihh mama!! ngak gitu, tadi Nial soalnya ada yang ketinggalan."


"Ketinggalan apa sayang??"


"Bau parfum Nial ketinggalan, jadinya Anja ngak konsen dong tidurnya."


Rani menepuk jidat nya, anaknya ini memang benar-benar tingkat kepolosannya aneh. Rani segera meninggalkan anaknya itu dan keluar dari kamar Anja.


Sedangkan Anja kembali tertidur, namun sekarang ia membayangkan Danial yang menemuinya tadi. Tapi kan ia juga takut, soalnya Danial kan serem kalau marah. Apalagi bau parfum Danial masih tercium jelas di indra penciuman Anja. Anja merinding lalu bersembunyi di balik selimutnya.


"Good night dear" lirih Danial lalu loncat dari atas balkon rumah gadis itu.


****


Terlihat seorang wanita yang kini keluar dari tempat orang-orang dewasa berkumpul untuk bersenang-senang, menghabiskan waktu untuk berjoget maupun untuk sekedar meminum-minuman yang tidak biasa.


BRUK.


Wanita itu mendongak melihat raut wajah seseorang yang menabraknya, satu kata yakni sangat menyeramkan.


"Lo siapa?" tanya Vanessa hendak pergi, namun dihalangi langsung oleh cowok itu. Cowok itu menyeringai melihat tatapan ketakutan Vanessa yang merinding melihatnya.


"Ikut gue!!" perintah cowok tersebut, lalu membekap mulut Vanessa dan segera memasukknannya ke dalam mobil.


"Brengsek siapa sih lo?? lepasin gue bajingan!!"


"Persis seperti wanita murahan," desis cowok itu tersenyum miring. Membuat Vanessa geram bukan main, namun apalah daya dirinya sekarang terikat dengan kedua tangan yang tidak bisa bergerak sedikitpun. Dan juga di sebelah kanan dan kirinya terdapat cowok-cowok yang seusiannya, namun mereka sungguh menyeramkan, bagi dirinya.


"Kalian mau bawa gue kemana??" sentak Vanessa tidak ingin berhenti berbicara, sehingga salah satu dari ketiga cowok itu melakban bibirnya.

__ADS_1


"Berisik!!"


Mobil melaju dengan kecepatan penuh, tidak memperdulikan Vanessa yang mengeram ketakutan sampa menangis menyebut orang tuanya ingin pulang.


"Hemm..."


****


Byurrr


Vanessa tersentak ketika air membasahi wajahnya tanpa permisi, ia sempat kesakitan ketika air itu masuk ke hidungnya, saking keras orang menyiramnya dengan sebuah ember berwarna hitam.


Vanessa membelalak tidak percaya dengan semua ini. Di sana ada Danial berdiri dengan tatapan membunuh, untuk segera melenyapkan dirinya.


Bukan hanya sendirian namun di sana ada kedua orang tuanya yang terikat, sama menggenaskan seperti dirinya.


"Pergi dari negara ini atau menjadi gembel??" dua pilihan yang sangat sulit bukan?? Danial menatap mereka datar.


"Apa yang kamu lakukan Danial??" sentak papa Vanessa protes. Anak bau kencur seperti Danial berani sekali mengancamnya dan memperlakukan dirinya seperti ini.


Semakin mereka protes maka, Danial akan semakin mengajukan pertanyaan yang lebih sulit.


"Anak kurang ajar!!" marah papa Vanessa ingin menggapai Danial, namun anak buah Danial langsung memukul papa Vanessa dengan kasar.


"Anda yang membuat saya kurang ajar."


Danial menatap datar papa Vanessa, kini tatapan nya berubah meremehkan, "Harta anda tidak seberapa dengan kekuasaan saya, jangan pernah berani bermain dengan kehidupan saya."


Danial memutar arah, dan menatap Vanessa yang ada di belakangnya, "Bahkan menjodohkan anak anda dengan saya."


"Anda tidak pernah mengetahui apa pekerjaan anak anda, wahai tuan yang terhormat."


Vanessa menggelengkan kepalanya, Danial mengetahui semua hidup kelamnya, orang tuanya pasti akan sangat kecewa dengannya. Namun terlambat, video sudah diputar oleh salah satu anak buah Danial.


Sinar layar lebar yang sengaja mereka siapkan atas perintah bos mereka, menampilkan bagaimana Vanessa selama ini melayani manusia-manusia hidung belang, dan bahkan mabuk-mabukkan hampir setiap malam.

__ADS_1


Sungguh itu membuat orang tua Vanessa menggelengkan kepalanya sangat kecewa kepada anaknya. Jangan salahkan Danial menolak perjodohan ini, bahkan anaknya sangat menjijikkan.


Semua kerja kerasnya selama ini menghidupkan keluarga nya sia-sia. Mereka adalah orang tua yang sangat gagal mendidik anak tunggal mereka.


"Kenapa Vanessa??" tanya mama wanita itu.


Vanessa menatap nyalang orang tuanya, "Ini semua gara-gara kalian berdua. Kalian hanya mementingkan karir-karir dan uang-uang, tanpa pernah memberikan Vanessa kasih sayang sedikitpun. Vanessa kesepian, apa salah Vanessa ingin bahagia dengan cara Vanessa sendiri ahh??"


Memang benar, selama ini orang tua Vanessa, hanya mementingkan diri mereka sendiri, tanpa pernah bertanya tentang keadaan anak mereka.


"Maafkan kami berdua Vanessa!!" ujar mama wanita itu menangis menyesali semuanya.


"Sudah cukup acara keluarganya??" ujar Danial datar.


"Lepaskan orang tua gue Danial. Mereka ngak salah, gue yang salah."


"Jangan Danial!! hukum saja kami berdua sebagai orang tua yang tidak becus menjaga anak kami."


"Kalian bertiga akan segera mendapatkan hukuman. Jangan berebutan!!"


"Rapa!!"


"Semuanya sudah siap. Tinggal menunggu perpisahan selamat tinggal pada negara ini."


Danial menyeringai, "Sungguh baik hati bukan diriku ini?? kalian masih menikmati kekayaan. Namun di belahan dunia lain."


"Bereskan!!" perintah Danial, lalu semua anak buah Danial menyeret mereka bertiga untuk di kirim ke suatu tempat pengasingan, agar tidak lagi menganggu ketenangan nya bahkan


Gadis kesayangannya.


Danial menyeringai, "Game Over."



Berani mengusik, berani menanggung akibatnya...

__ADS_1


_Danial Syahreza_


__ADS_2