She Is Mine

She Is Mine
Episode 48. Trauma dan membaik


__ADS_3

Danial membuka pintu ruang rawat Anja secara perlahan, terlihat gadisnya yang tertidur dengan sangat tenang. Dan bagaimana dengan para penjaga yang menjaga ruang rawat tersebut?? jawabannya mereka telah gugur hanya dengan jentikan jari Danial.


"Sayang!" lirih Danial memanggil Anja dan mengusap wajah cantik gadisnya yang sangat ia rindukan. Beberapa hari ini ia hanya bisa melihat wajah cantik itu lewat layar komputer.


Anja membuka matanya secara perlahan namun, Anja langsung meringkuk ketakutan melihat cowok yang ada di hadapan nya.


"PERGI!!"


"Hei sayang, aku Nialnya Anja."


"KAMU JAHAT HIKS.... PERGI!! JANGAN GANGGU ANJA!!"


Danial mencoba untuk menjangkau tubuh munggil gadisnya, namun Anja semakin histeris ketakutan dan hampir terjatuh dari tempat tidurnya itu.


"KAMU JAHAT!! PERGI!! JANGAN SENTUH!!"


Anja mencoba melepaskan pelukan Danial dengan tubuh yang bergetar dan juga air mata yang tetap menetes, ia terisak hebat sangat ketakutan.


Bayangan Galang yang menculik nya dan memaksanya untuk meminum obat bius dengan paksa, masih tergiang di pikiran Anja.


Ia teringat perkataan papanya waktu itu. Penyebab ini semua adalah Danial. Danial sumbernya. Danial masalah dalam hidupnya. Ia harus menjauhi cowok itu mulai sekarang.


"Iya papa janji akan menjaga putri kecil papa ini. Mereka penyebab putri papa masuk rumah sakit. Musuh Danial menjadikanmu pelampiasan. Jadi jangan dekat dengan mereka!!" perintah Bayu mengusap surai anaknya itu.


"Jangan seperti ini sayang!!" lirih Danial frustasi melihat Anja yang ada di dekapannya yang pasrah namun tatapan gadis itu kosong.



Apa sebenarnya yang lo lakuin sama cewek gue Galang? lo akan tamat hari ini, batin Danial menggepalkan tangannya.


"Pergi!! pergi!! jangan temuin Anja lagi!! Nial jahat!! jahat!!"


"Hei sayang!! kamu kenapa ngomong seperti itu?? ngak boleh sayang!!" ucap Danial menjelaskan kepada gadisnya, pasti ada seseorang yang menghasut gadisnya.


"Anja takut jadi korban Nial lagi. Anja ngak mau. Anja mau jadi dokter yang berbakti sama orang tua. Anja ngak mau mati muda."

__ADS_1


"Siapa yang ajarin seperti itu hem?"


"Papa!! Papa larang Anja deket sama Nial. Nial jahat, dan Nial bahaya untuk Anja. Jadi Nial jangan deket sama Anja lagi."


Sialan, tuan Bayu yang terhormat. Anda pikir anda sudah menang menjauhkan sama dengan Anja, itu salah besar. Mari kita bermain bersama, batin Danial menyeringai.


Karena gadisnya gampang untuk dihasut, maka terpaksa Danial juga akan menghasut gadisnya juga agar tetap menjadi miliknya.


"Sayangnya Nial!!"


"Anja mau kita putus. Jangan panggil Anja sayang!!"


"Jangan ngomong seperti itu Anja Adelia!! sampai kapanpun kamu hanya milik aku, Danial Syahreza."


Anja semakin histeris mendengar nya. Benar kata papanya, Danial orang kasar, "LEPASIN NIAL!! PERGI!!" Teriak Anja kembali dan memberontak dengan berutal, namun itu tidak ada apa-apanya dengan tenaga Danial yang besar.


"Berontak sayang sampai lelah. Aku ngak akan melepaskan kamu sampai kapanpun!! ingat itu!!"


"Jangan sampai aku kasar sama kamu sayang!! dan nantinya aku akan menyesal karena nyakitin kamu!! jangan pancing aku!!"


"Nial ngak sayang Anja. Kenapa Nial ngak mau lepasin Anja?" lirih gadis itu lemah karena tenaganya habis untuk memberontak dari tadi, dari dekapan Danial.


"Hiks Nial jahat!! Nial monster!!"


"Aku janji!! setelah ini ngak akan ada yang berani nyakitin kamu lagi. Ini terakhir kalinya kamu seperti ini sayang."


"Anja ngak mau sama Nial. Jangan paksa Anja!! Anja ngak mau!! Nial denger kan!!"


"Hei dengerin aku!! yang dikatakan papa kamu itu ngak bener sayang!! aku jaga kamu sayang setiap hari!!"


"Aku bolak-balik ke sini, tapi penjaga yang di luar larang aku. Aku sampai dipukul sayang. Lihat ini," Danial menunjukkan bahunya yang pura-pura sakit.


Anja mulai memperhatikan Danial. Membuat Danial tersenyum miring.


"Sakit ngak?" tanya Anja lembut. Bagaimana pun ia membenci Danial, ia tetap mencintainya.

__ADS_1


"Udah Nial obatin sayang. Maaf ya ngak nunggu kamu bangun untuk obatin Nial."


Anja mengangguk dan tersenyum.


"Sayang maafin Nial kan??" tanya Danial hati-hati, dibalas anggukan oleh Anja dan senyuman.


"Makasih sayang."


"Tapi kata papa, Nial jahat. Nial akan pisahin Anja sama papa. Benar itu Nial??" tanya Anja dengan polos.


"Ngak ada yang akan memisahkan Anja sama orang tua Anja. Nial juga ngak pernah kan kasar dan pukul Anja dari dulu. Nial jahatnya di mana sayang??"


Memang benar, Danial tidak pernah bermain tangan dengan Anja, karena Anja itu berlian yang harus di jaga, kalau ia kasar dengan gadisnya, maka Anja akan membenci nya dan menjauhi nya, seperti pertanyaan gadis itu sekarang.


Anja berpikir sejenak lalu mengangguk, Danial dari dulu selalu memanjakannya dan menjaganya dengan baik di sekolah maupun di luar rumah, "Hiks maafin Anja yang udah fitnah Nial. Anja salah hiks, Anja tega sama Nial hiks."


Danial tersenyum lalu mempererat pelukannya dengan Anja, "Nial bawa susu untuk Anja. Anja mau kan??"


Anja segera mengangguk lalu melepaskan pelukannya, dan tiba-tiba mengecup pipi Danial, membuat jantung Danial berdegup dengan sangat kencang.


"Kenapa pipi Nial merah?? perasaan tadi ngak?"


Danial segera merubah ekspresi nya, "Tapi ada nyamuk sayang. Makanya merah."


"Nial di gigit di pipi, tapi tadi Anja cium di pipi ini, kapan nyamuk gigit Nial? atau Nial katain Anja nyamuk?" tanya Anja dengan mata berkaca-kaca.


Danial gelagapan dan langsung saja menyerahkan sedotan susu kotak rasa coklat untuk Anja, agar gadis itu lupa dengan perkataan nya tadi, dan benar saja Anja kini lupa dan menyedot susu kotaknya, sembari tersenyum memandang dirinya.


"Jangan tinggalkan aku sayang!! jangan pernah berubah!" ujar Danial mengusap surai Anja dengan sangat lembut. Betapa sayang nya Danial kepada gadisnya ini.


Mungkin suatu hari nanti, kalau Anja ingin menyerang dirinya dan menginginkan hartanya semuanya, Danial tidak akan balas menyerang gadisnya dan akan memberikan semua hartanya kepada Anja dengan sukarela.


Namun, semua itu tidak akan pernah terjadi, karena gadisnya tidak pernah berpikir untuk melakukan hal itu, otaknya yang polos dan suci tidak akan pernah tega melakukan hal itu.


Gadisnya itu baik dan polos, untuk itu iya harus tetap mengawasi gadisnya agar tidak terhasut oleh siapapun itu, termasuk papa gadisnya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa kamu di sini??" ujar Bayu melangkah dengan penuh amarah, yang langsung di hadiahi senyuman oleh Anja, karena papanya sudah datang.



__ADS_2