She Is Mine

She Is Mine
Episode 32. Marah ke Danial


__ADS_3

"Nial jahat!! jangan deket sama Anja!!" protes gadis itu setelah bangun dari pingsannya.


"Baby!!" keluh Danial frustasi melihat Anja seperti ini. Ia takut Anja membencinya dan lebih membela Vanessa, cewek ular itu.


"Ngak boleh seperti itu sayang!! nak Danial sayang sama Anja," nasehat Rani lembut. Ia telah mengetahui semuanya, dan calon menantunya itu lakukan kepada orang yang berani menyakiti putrinya.


"Stabilkan saham keluarga Vanessa, Nial. Ngak usah jadi orang yang kejam. Anja ngak suka. Kan udah Anja jelasin, Anja ngak apa-apa, Anja juga udah sembuh kok."


Danial menatap Anja, lalu mengangguk, apapun untuk gadisnya, "Nanti aku pertimbangkan, tapi ngak usah kenal sama dia lagi. Dan jangan marah lagi sayang.


Gadis mungil itu tersenyum, hendak menjangkau Danial, namun ia meringis karena tubuhnya yang lemas.


Danial yang melihat hal itu langsung memeluk Anja dengan erat, agar gadis itu diam tidak bergerak, "Jangan menyakiti diri sendiri baby!!"


****


Vanessa benci musuhnya membelanya?? Vanessa benci mempunyai balas budi kepada musuhnya. Musuhnya adalah gadis mungil itu yang membelanya ketika ia sedang dipermalukan. Hanya gadis mungil itu yang menatapnya iba, ketika semua orang menyakiti dirinya karena kesalahan yang ia perbuat.

__ADS_1


"Kenapa lo harus nolongin gue sih Anja?? kenapa?? gue udah jahat sama lo? tangan ini udah nyakitin lo?" Vanessa benar-benar frustasi dengan dirinya.


Beberapa menit yang lalu, perusahaan keluarganya kembali normal. Dan salah satu bodyguard keluarga dari Syahreza mengancam dirinya, karena semua kekacauan yang telah usai karena permintaan nona mudanya, yang merengek untuk menstabilkan saham keluarga Vanessa.


"Walaupun lo udah baik sama gue, jangan harap gue mau berterima kasih," gumam Vanessa tersenyum miring.


"Yang gue butuhkan hanya Danial. Pewaris tunggal keluarga Syareza yang berkuasa. Gua akan mendapatkan apapun, kalau gue jadi kekasihnya."


Serakah?? itulah sifat dari gadis itu. Vanessa berjalan dengan anggun menatap dirinya di cermin, "Gue jauh lebih cantik ketimbang lo Anja."


****


Danial menatap Opanya dengan wajah datar. Berani sekali tua bangka ini menyalahkan gadisnya.


"Tinggalkan gadismu, dan tunangan dengan pilihan Opa," gertak orang tua itu, membuat Danial menatap tajam wajah keriput Opanya.


Danial tersenyum miring, "Sebelum tunangan, biarkan aku memusnahkannya terlebih dahulu, bagaimana??" tawar Danial menyeringai.

__ADS_1


Reza membuang nafas kasar, "Jangan berani macam-macam cucuku tersayang, kamu tahu kan Viktor Mengincar kelemahan keluarga kita."


"Aku bisa memusnahkan nya."


"Tidak semudah. Viktor itu licik, bahkan sekarang ia memiliki keturunan yang sama seperti mu Danial."


"Kalau mereka berani menyentuh gadisku, maka aku akan memusnahkan mereka tanpa ampun, pegang kata-kata ku Opa!!"


"Buktikan anak muda!!" tantang Reza, semakin memancing emosi Danial.


****


"Sebelum keluarga itu mengendus keberadaan kita, sebaiknya kamu bertindak secepatnya."


Laki-laki itu menyeringai, "Mainan baru untuk ku. Aku akan merebut kembali apapun yang bersangkutan dengan keluarga itu pa. Bahkan gadisnya sekalian, dan memperluas kekuasaan."


"Papa peringatan kepadamu, jangan jatuh cinta kepada gadis itu. Papa tidak ingin mengulang kejadian masa lalu. Cukup kamu konsentrasi dengan tujuan utama, yakni memperluas kekuasaan kita."

__ADS_1


Laki-laki itu mengangguk, ia adalah tipe laki-laki yang tidak gampang untuk jatuh cinta. Jadi ia tidak akan terpikat dengan pesona gadis itu.


"Semoga berhasil!!" ujarnya menyeringai.


__ADS_2